Destinasi Yoga dan Penyelematan Pesisir Bali
Banner Bawah

Destinasi Yoga dan Penyelematan Pesisir Bali

Admin 2 - atnews

2026-06-21
Bagikan :
Dokumentasi dari - Destinasi Yoga dan Penyelematan Pesisir Bali
Yoga World Day 2026 (ist/atnews)
Oleh Prof. I Gede Sutarya
 
Pada 21 Juni 2026 ini merupakan hari yoga sedunia, yang diperingati dengan melakukan yoga massal di seluruh dunia. Peringatan di Bali dipusatkan di Peninsula Nusa Dua, Bali. Peringatan ini merupakan momen untuk meneguhkan Bali sebagai destinasi yoga, sebab Bali memiliki potensi untuk menjadi destinasi yoga bersanding dengan India, Nepal, Thailand, dan negara-negara lainnya.

Potensi yoga yang dimiliki Bali, adalah atraksi yoga yang memiliki keunikan dari warisan yoga Bali seperti yang dimuat dalam Lontar Wrespati Tatwa, Shiwa Sasana, dan yang lainnya. Atraksi ini didukung akses pariwisata yang baik ke Bali, dengan fasilitas akomodasi kelas dunia. Masyarakat Bali juga mendukung pengembangan atraksi ini dengan menyediakan berbagai fasilitas-fasilitas keagamaan untuk mendukung destinasi yoga.

Potensi Bali menjadi tandingan destinasi-destinasi lain di dunia, sebab banyak negara mengembangkan potensi-potensi yoga mereka. India mengembangkan keunikan sebagai asal atau sumber asli yoga, Nepal mengembangkan keunikan Himalaya sebagai pusat pengembangan yoga, Chiang Rai-Thailand mengembangkan budaya yoga dengan suasana pegunungan, dan negara-negara Amerika Latin seperti Costa Rika mengembangkan yoga dengan latar belakang pantainya.

Posisi Bali sangat strategis dalam persaingan ini sebab Bali memiliki pantai dan budaya pendukung sebagai masyarakat Hindu. Karena itu, Bali akan menjadi pelengkap India atau Nepal dalam mengembangkan potensi yoga. Bali, India dan Nepal sama-sama memiliki pendukung budaya, tetapi India dan Nepal memiliki pegunungan sedangkan Bali memiliki pantai. Karena itu, sesuai konsep Giri-Segara maka Bali akan mendapatkan posisi sebagai Segara, sedangkan India dan Nepal mendapatkan posisi sebagai Giri (Himalaya).

Dalam sistem kepercayaan Hindu (yoga), Giri merupakan sumber ketenangan, sedangkan Segara adalah sumber energi. Karena itu, mereka yang ingin mendapatkan kesehatan dan kekuatan fisik melakukan latihan yoga di pantai-pantai Bali adalah yang terbaik, tetapi jika ingin mendapatkan ketenangan yang sempurna maka perjalanan ke Himalaya adalah yang direkomendasikan. Kedua posisi ini saling melengkapi, sebab dalam kepercayaan Hindu Nusantara, Segara adalah tempat suci bagi Durga, sedangkan Giri adalah tempat suci bagi Shiwa. Kedua hal ini merupakan simbol lingayoni. Karena itu, orang-orang China telah bertutur agar datang ke Indonesia untuk belajar agama sebelum datang ke India (Himalaya).

Dalam mengembangkan potensi Bali ini sebagai sumber energi (Sakti) yoga ini, maka diperlukan penyelamatan pesisir Bali, sebab pesisir Bali adalah tempat-tempat untuk melakukan yoga yang terbaik. Pantai Sanur yang kini menjadi KEK dipercaya sebagai penumbuhan energi Sakti yang paling efektif di Bali. Pantai Serangan merupakan tempat beryoga Danghyang Astapaka yang beragama Buddha. Karena itu, KEK Sanur dan Serangan adalah energi ketenangan yang paling ampuh sehingga sangat baik untuk menjadi pusat healing dunia melalui yoga.

Yoga healing ini memiliki pasar sekitar 120 Miliar US Dollar, dengan pertumbuhan sekitar 9 - 15 persen dalam dekade ini. Pasar ini dibangun aktivitas yoga retreat, pelatihan instruktur yoga, wellness yoga dan bisnis komunitas yoga. Pasar yang besar ini diburu banyak negara, di mana India telah memulainya dengan menjadikan Rsikesh sebagai Ibu Kota Yoga, dengan festival yoga setiap tahunnya.

Bali bisa menjadi destinasi yoga yang utama dengan memperkenalkan kembali budaya spiritual pesisir Bali, sehingga memiliki perbedaan dengan India dan Nepal, tetapi masih dalam latar budaya Hindu yang kuat. Tetapi untuk mengembangkan ini, Bali menghadapi ancaman serius dalam penyelamatan pesisir Bali, seperti abrasi, hilangnya hutan bakau, dan terancamnya terumbu karang.

Ancaman-ancaman ini harus menjadi perhatian serius bagi pengembangan Bali menjadi destinasi yoga dengan perbedaan pada kekuatan pantai. Jika ini dapat ditangani, kekuatan spiritual pesisir Bali akan bangkit untuk menyaingi destinasi-destinasi yoga di Chiang Rai (Thailand), Nepal dan India.

Penyelematan pesisir ini harus dimulai dengan mendukung budaya religius masyarakat pesisir seperti upacara Malasti dan yang lainnya. Dukungan budaya religius masyarakat pesisir ini memerlukan ruang-ruang yang leluasa. Hidupnya budaya religius pesisir ini akan berimbas pada penyelematan lingkungan pesisir yang merupakan suatu kawasan suci.

Kawasan suci pesisir ini akan menjadi tempat yang mendukung destinasi yoga. Karena itu, Tri Hita Karana wilayah pesisir yang bersumbu pada pawongan (masyarakat lokal pesisir) akan mendorong pelemahan (lingkungan) dan Parahyangan (kawasan suci) untuk mendukung Bali sebagai Destinasi Yoga di dunia.
 
*) Prof.Dr. I Gede Sutarya, SST.Par.,M.Ag adalah Guru Besar Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata Spiritual dan Religious UHN IGB Sugriwa Denpasar

Baca Artikel Menarik Lainnya : Antiga Siapkan TOSS untuk Sampah Plastik

Terpopuler

Kemenangan Dharma atas Adharma Tidak Sebatas Slogan, Merta: Adat dan Budaya Bali Bisa Bertahan Sepanjang Masih Ada Tanah

Kemenangan Dharma atas Adharma Tidak Sebatas Slogan, Merta: Adat dan Budaya Bali Bisa Bertahan Sepanjang Masih Ada Tanah

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Stan PKB 2026 Digratiskan, Putri Koster Pastikan Tidak Ada Pungli Bagi Pedagang

Stan PKB 2026 Digratiskan, Putri Koster Pastikan Tidak Ada Pungli Bagi Pedagang

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan