Badung (Atnews) - Yoga bersama menjelang puncak peringatan Hari Yoga Internasional atau Internastional Yoga Day (IYD) 2026 yang jatuh pada Hari Minggu, 21 Juni di Kawasan Puri Puncak,Gaji, Dalung, Badung, Sabtu (20/6).
Suasana semakin damai dibarengi dengan udara sejuk dan kicauan burung-burung di kawasan tersebut. Kegiatan itu diikuti peserta lintas generasi, agama, organisasi, dan suku bangsa.
Acara itu berlangsung secara hybrid dipandu Relawan Dhyan Foundation, Mahima Jaini alumni Marine Biology dari University of Maine USA, bekerja sebagai Ilmuwan Kelautan, Rima Anand yang juga AI specialist for education dan Shanty Pirgayanti, Relawan Dhyan Foundation, freelance interpreter bahasa Indonesia.
Yoga itu diselenggarakan oleh Dhyan Foundation bersama Media Online Atnews dan Monumen Perjuangan Bangsal, serta didukung penuh oleh Dewan Harian Daerah Angkatan 45 (DHD 45) Provinsi Bali. Selain sesi yoga bersama, panitia juga menggelar tes kesehatan gratis bagi peserta, meliputi cek tekanan darah, gula darah, dan konsultasi gizi untuk lansia.
Momen spesial itu untuk mendukung gerakan Yoga dalam peringatan IYD 2026 bertemakan "Yoga for Healthy Ageing" atau "Yoga untuk Penuaan Sehat".
Fokus utama kampanye itu untuk memposisikan yoga sebagai alat penting untuk menjaga mobilitas tubuh, umur panjang, dan kebugaran secara menyeluruh seiring bertambahnya usia.
Yoga sudah semakin diminati berbagai kalangan, khususnya generasi muda. Apalagi Presiden RI ke-7, Joko Widodo sempat mengikuti yoga yang diselenggarakan Komunitas Kebugaran Heloria di depan rumahnya di Jalan Kutai Utara Nomor 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Minggu (17/5/2026).
Hal itu tentu akan membangkitkan semangat masyarakat mengikuti yoga yang memilki beragam manfaat bagi jasmani san rohani tanpa membwdakan latar belakang.
Sejak pukul 08.00 Wita, pelataran Puri Puncak yang berada di kompleks Monumen Perjuangan Bangsal telah dipenuhi matras. Peserta tampak khidmat mengikuti instruksi dari tim instruktur Dhyan Foundation dengan gerakan yang dimodifikasi agar aman diikuti semua usia, mulai dari pelajar hingga lansia.
Perwakilan Monumen Perjuangan Bangsal, Bagus Rai Kusumayudha, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk baru bela negara. “Perjuangan hari ini adalah menjaga badan tetap sehat dan pikiran tetap jernih. Puri Puncak sebagai ruang publik hijau harus hidup dengan aktivitas yang membangun jiwa dan raga,” ujarnya.
Ketua DHD 45 Provinsi Bali, Bagus Ngurah Rai, menambahkan bahwa nilai-nilai kejuangan Angkatan 45 relevan dengan filosofi yoga. “Disiplin, ketahanan, dan harmoni. Itu yang diajarkan para pejuang, dan itu pula yang dilatih dalam yoga,” kata Bagus Ngurah Rai didampingi Dirut Atnews I Wayan Artaya.
Dalam kesempatan tersebut, Bagus Rai Kusumayudha dan Bagus Ngurah Rai menyerahkan cendera mata kepada Mahima, perwakilan dari Dhyan Foundation, atas kontribusi dalam membumikan gerakan yoga komunitas di Bali.
Apresiasi juga datang dari Asops Kasmenwa Ugrasena, Dharma Putra, dan Sitam Koordinator Agung Wilis Mengwi yang hadir langsung. “Kami mengapresiasi penyelenggaraan yoga ini. Sifatnya universal, tidak menyekat agama maupun golongan. Justru inilah wujud nyata persatuan dan kesehatan sebagai modal bela negara,” ujar Dharma Putra.
Mahima dari Dhyan Faoundation menyampaikan terima kasih atas kolaborasi semua pihak. “Yoga adalah hadiah Ilahi untuk dunia, dan Bali merawatnya dengan ketulusan. Semoga napas damai dari Puri Puncak ini menjalar ke seluruh Nusantara,” tuturnya.
Karena Ashwini Guru Ji selalu bilang Weda kuno ada di seluruh dunia, ilmu ini tidak hanya di Geography India Evidence Weda ada di banyak negara.
Sedangkan Korps Menwa Ugracena Asisten Operasional dan Pendidikan I Putu Dharma Putra Adnyana Kesan mengaku kegiatan itu bagus bagi kesehatan.
"Awalnya saya memiliki hitungan nafas dan keseimbangan tubuh yang kurang bagus. Setalah melakukan yoga, pola nafas lebih tenang," bebernya.
Maka keseimbangan lebih baik, ketenangan dan kedamain lebih tercapai, serta tubuh merasa lebih rileks.
Kegiatan ditutup dengan meditasi bersama selama 10 menit menghadap matahari pagi.
Hari Yoga Internasional sendiri ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Resolusi 69/131 tahun 2014, atas usulan Perdana Menteri India Narendra Modi. Tanggal 21 Juni dipilih karena bertepatan dengan titik balik matahari musim panas, yang dimaknai sebagai simbol cahaya dan kesadaran.
Dalam peringatan itu pula, Konsulat Jenderal India dan Pusat Kebudayaan Swami Vivekananda (SVCC) Bali bekerja sama dengan ITDC The Nusa Dua menyelenggarakan perayaaan Hari Yoga Internasional ke-12 pada hari Minggu, 21 Juni 2026 bertempat di Peninsula Island, Kawasan The Nusa Dua - ITDC, Badung, Bali pukul 17.00 - selesai. (GAB/KRS)