Kekuatan Kesadaran
Banner Bawah

Kekuatan Kesadaran

Admin 2 - atnews

2026-06-18
Bagikan :
Dokumentasi dari - Kekuatan Kesadaran
Ashwini Guruji (ist/atnews)
oleh Ashwini Guruji

Renungkan sejenak. Apa yang ada ketika belum ada apa pun? Bagaimana segala sesuatu tercipta dari ketiadaan? Dari mana tumbuhan, hewan, daratan, air, ruang angkasa, serta jutaan hingga triliunan galaksi bermula dan menjadi ada?

Jawabannya terletak pada kesadaran. Kesadaranlah yang menjelma menjadi lima unsur yang membentuk seluruh ciptaan yang kita lihat di sekitar kita.

Kesadaran adalah segala sesuatu yang kita lihat di sekitar kita, maupun segala sesuatu yang belum terwujud. Dengan kata lain, kesadaran mencakup segala sesuatu yang sudah ada maupun yang belum ada. Kita pun merupakan bagian dari kesadaran yang sama dan dapat mewujudkan apa pun dengan cara mengaksesnya.

Mungkin Anda pernah menyadari bahwa sering kali ketika Anda takut akan sesuatu dan terus berpikir, “Jangan sampai ini terjadi”… justru hal yang Anda takutkan itulah yang benar-benar terjadi. Semua itu terjadi semata-mata karena kesadaran. Sebaliknya, jika Anda berpikir, “Inilah yang seharusnya terjadi,” maka itulah yang akan terjadi. Anda bisa mencobanya sendiri kapan-kapan.

Ilmu yoga didasarkan pada kemampuan untuk mengakses kekuatan luar biasa dari kesadaran. Melalui kesadaranlah para yogi dan orang suci mampu mewujudkan sesuatu ke dalam bentuk fisik… inilah filosofi di balik keberkahan dan kutukan.

Melalui kesadaran pulalah Raja Bhagirath membawa Sungai Ganga ke Bumi, dan Resi Vishvamitra menciptakan alam semesta paralel. Kesadaran itu ada di dalam diri kita masing-masing; artinya, setiap orang memiliki kemampuan untuk mewujudkan apa pun dari ketiadaan.

Namun, jika pikiran yogi atau orang suci dapat terwujud seketika, pikiran manusia biasa kemungkinan butuh waktu bertahun-tahun, bahkan terkadang seumur hidup, untuk terwujud. Hal ini karena seorang yogi mampu mengakses kesadaran dalam bentuk yang lebih halus, sedangkan manusia biasa terhubung dengan kesadaran pada tingkat unsur- unsur. 

Untuk mengakses tingkat kesadaran yang lebih halus, penting untuk menenangkan kelima unsur dalam diri kita yang dikenal sebagai pancaindra. Selama seseorang masih terikat pada unsur-unsur tersebut, ia belum mampu terhubung dengan kesadaran yang menjadi sumber dari cara pancaindra bekerja.

Dalam Sanatan Kriya, seseorang diperkenalkan pada Paanch Mahaprana Dhyan untuk membawa unsur-unsur dalam tubuh menuju tingkat keseimbangan dasar.

Ketika hal itu terjadi, kemampuan seorang praktisi untuk mewujudkan apa yang dipikirkannya pun meningkat. Banyak praktisi Sanatan Kriya melaporkan bahwa mereka mampu mengubah penampilan fisik dan struktur tubuh mereka tanpa pergi ke pusat kebugaran ataupun menjalani operasi, melainkan hanya dengan duduk dan memejamkan mata. Bagi orang awam, hal itu mungkin terdengar mustahil, namun sekarang Anda tahu bahwa semua itu merupakan cara kesadaran bekerja.

Setelah keseimbangan dasar unsur-unsur dipulihkan, para praktisi kemudian diperkenalkan pada praktik Bhuta Shuddhi atau pemurnian unsur, yang di bawah bimbingan seorang guru bertujuan untuk mengembalikan unsur-unsur tersebut ke bentuknya yang paling murni.

Ketika hal itu tercapai, seseorang disebut sebagai tatva-gyani. Orang seperti itu mampu mengakses kesadaran dalam keadaan paling murni dan bahkan menghadirkan dewa dan dewi ke alam nyata.

Praktik yoga harus dijalani dengan penuh kesabaran, dan Anda sendiri yang harus melakukannya. Hanya dengan melihat orang lain melakukannya atau menjalaninya dengan tidak sabar tidak akan menghasilkan apa pun. Satu-satunya pengecualian adalah energi seorang Guru.

Ketika Anda memiliki seorang Guru, pikiran-pikiran Anda dapat terwujud melalui dirinya. Namun, sebelum itu, Anda harus terlebih dahulu benar-benar menerimanya sebagai Guru Anda.

*) Ashwini Guruji ialah cahaya pembimbing Dhyan Ashram dan pakar ilmu-ilmu Weda. Bukunya, Sanatan Kriya: The Ageless Dimension, merupakan tesis tentang anti-penuaan yang telah diakui. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.dhyanfoundation.com atau kirim email ke dhyan@dhyanfoundation.com 

Dhyan Foundation akan merayakan Hari Yoga Internasional di Indonesia pada tanggal 20 Juni jam 8 pagi di Dalung Bali & 21 Juni jam 8 pagi di Suranadi Lombok. Pemula dipersilakan! Kontak +62 82341175151.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Kadis Sosial Bali Mahendra Turun Langsung Bantu Kakek Nenek Kurang Mampu di Buleleng

Terpopuler

Kemenangan Dharma atas Adharma Tidak Sebatas Slogan, Merta: Adat dan Budaya Bali Bisa Bertahan Sepanjang Masih Ada Tanah

Kemenangan Dharma atas Adharma Tidak Sebatas Slogan, Merta: Adat dan Budaya Bali Bisa Bertahan Sepanjang Masih Ada Tanah

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Pimpinan DPRD Badung Ucapkan Galungan dan Kuningan

Pimpinan DPRD Badung Ucapkan Galungan dan Kuningan

Stan PKB 2026 Digratiskan, Putri Koster Pastikan Tidak Ada Pungli Bagi Pedagang

Stan PKB 2026 Digratiskan, Putri Koster Pastikan Tidak Ada Pungli Bagi Pedagang

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung