Kisruh di UGM, 3 Pejabat Dievakuasi
Banner Bawah

Kisruh di UGM, 3 Pejabat Dievakuasi

Admin 2 - atnews

2026-06-16
Bagikan :
Dokumentasi dari - Kisruh di UGM, 3 Pejabat Dievakuasi
Gerakan Mahasiswa UGM (ist/atnews)
Oleh Gede Pasek Suardika

Ramai pemberitaan soal tiga pejabat di kabinet Prabowo Subianto yaitu Wamentan Sudaryono, BP Taskin Budiman Sujatmiko dan Menteri ATR BPN Nusron Wahid harus dievakuasi keluar UGM usai kekisruhan saat adanya diskusi yang digelar Total Politik di kampus UGM.

Pro kontra pun terjadi. Bagaimana perspektif GPS melihat hal tersebut?

1. Kegiatan digelar podcast Total Politik bertema: Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia dan yang hadir sebagai narasumber ketiga pejabat tersebut. Momentum ya sejalan dengan dinamika aksi mahasiswa di berbagai kota yang dan usai Budiman Sujatmiko ricuh dengan aktivis Mahasiswa di Semarang.

2. Saya melihat upaya pendekatan ke kampus kampus ini sebenarnya baik, tetapi terlambat dan kesannya untuk ajang klarifikasi bukan penyerapan aspirasi sebelum program yang dimasalahkan itu dulu dijalankan. Secara psikologis kondisinya berbeda. Mahasiswa sudah kecewa dengan bukti program MBG dijadikan bancakan korupsi raksasa, KDMP juga berjalan dengan cara yang serampangan. Padahal sejak awal banyak pihak sudah mengingatkan program ini terlalu ambisius dan tanpa petencanaan yang matang. 

3. Kehadiran wakil pemerintah ke UGM tersebut  telah kembali membuka pintu dialog walau  kemasannya entertain Podcast. Tapi jelas ini memang program pemerintah, sementara saat mahasiswa berdemo di Jakarta malah tidak diberikan ruang yang bagus melampiaskan ekspresinya. Jadi kehadiran ke kampus semata-mata untuk memake up tampilan pemerintah yang sebelumnya terkesan malah mencuekkan aspiran mahasiswa. 

4. Saya melihat, jika Wamentan Sudaryono yang hadir menjelaskan program pertanian relatif berjalan dengan baik ke kampus kampus dalam berbagai pertemuan. Namun momentum di UGM kali ini berbeda, dengan mengajak Budiman Sujatmiko yang baru usai terlibat kericuhan dengan aktivis Mahasiswa di Semarang menjadi pemicu utama kekisruhan tersebut. Walau Budiman Sujatmiko dari UGM, namun sangat terlihat Budiman dianggap oleh para aktivis mahasiswa sebagai pengkhianat reformasi.

Terbukti kericuhan itu terjadi saat Budiman berbicara berapi-api dan menyinggung mantan ketua BEM UGM Tyo Ardianto. Apapun narasi yang diangkat tidak penting lagi karena masalah ada pada relasi yang tidak harmonis. Sementara posisi Nusron Wahid juga terkesan kurang soft dan terkesan menggurui.

5. Kita tidak menghakimi apa isi suara suara yang bermunculan dalam kekisruhan tersebut, karena sejatinya embrionya adalah distrust dan  pola komunikasi acara yang sudah diantipati oleh adik adik mahasiswa. Posisi Budiman Sujatmiko bukan lagi menjafi kartu Ace bagi pemerintahan Prabowo menghadapi mahasiswa generasi saat ini.

Budiman bukanlah seperti Hariman Siregar di era pemerintahan Soeharto dulu. Buriman dinilai mahasiswa sudah posisi berseberangan dengan mereka. Sehingga perlu formula baru untuk mendekati mahasiswa dalam pola dialog ke depannya.

6. Salah satu tuntutan mahasiswa adalah agar pemerintah mengaku telah melakukan Kesalahan. Dan hal ini belum juga dilakukan oleh pemerintahan Prabowo. Menurut saya akui saja memang Pemerintahan Prabowo telah melakukan kesalahan. Telah salah menganggarkan MBG terlalu besar tanpa perencanaan yang matang sehingga dikorupsi begitu nyata di depan rakyat.

Mengakui kalau KDMP banyak bangunannya bermasalah dan belum berjalan baik. Tentu pengakuan kesalahan itu dijelaskan berikut langkah perbaikan yang dilakukan. Tetapi jika tetap saja yang kritis dianggap nyinyir, dinilai antek asing ataupun dituduh tidak ingin Indonesia maju maka sampai kapanpun aksi ini akan terus membesar.

Jangan meminta gaya mahasiswa seperti berdialog dengan para guru besar. Karena gaya mahasiswa ya begitu sejak dulu. Ada akdi, ada orasi, ada agitasi, ada mobilisasi dan ada kreasi kreasi sesuai jamannya. 

*) Gede Pasek Suardika, Ketum PKN

Baca Artikel Menarik Lainnya : UU Tak Nabrak UUD 1945

Terpopuler

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

BALI TOURISM RUN 2026 – THE JOURNEY BEGIN FROM JATILUWIH

BALI TOURISM RUN 2026 – THE JOURNEY BEGIN FROM JATILUWIH

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia

Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia