Masyarakat Kelas Atas Beli BBM Sesuaikan Harga Pasar, Benahi Tata Kelola MBG
Banner Bawah

Masyarakat Kelas Atas Beli BBM Sesuaikan Harga Pasar, Benahi Tata Kelola MBG

Admin 2 - atnews

2026-06-15
Bagikan :
Dokumentasi dari - Masyarakat Kelas Atas Beli BBM Sesuaikan Harga Pasar, Benahi Tata Kelola MBG
Prof. Dr. I Gede Sutarya, SST.Par., M.Ag (ist/atnews)
Denpasar (Atnews) - Akademisi Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Prof. Dr. I Gede Sutarya, SST.Par., M.Ag., menilai harga BBM Pertamax (RON 92) naik, hal wajar sesuai kenaikan harga minyak dunia. 

Harga BBM Pertamax (RON 92) resmi naik menjadi Rp16.250 per liter yang berlaku sejak Rabu, 10 Juni 2026. 

Harga itu mengalami lonjakan sebesar Rp3.950 per liter dari harga sebelumnya yaitu Rp12.300 per liter. Penyesuaian ini dilakukan PT Pertamina untuk menyesuaikan harga minyak mentah dunia

"Ya Pertamax naik itu wajar sesuai kenaikan harga minyak dunia. Pertamax juga tak termasuk minyak yang disubsidi karena untuk masyarakat kelas atas," kata Prof. Sutarya di Denpasar, Senin (15/6).

Maka penyesuaian BBM non-subsidi per Juni 2026 yakni Pertamax (RON 92): Rp16.250 per liter (dari Rp12.300), Pertamax Green 95: Rp17.000 per liter (dari Rp12.900), Pertamax Turbo: Rp19.900 per liter.

Dengan demikian, masyarakat kelas atas agat membeli BBM sesuai dengan harga pasar.

"Jadi minyak untuk kelas atas biar sesuai pasar, sedangkan yang untuk rakyat seperti pertalite ya masih disubsidi pemerintah karena untuk masyarakat ekonomi mememgah ke bawah dan untuk kepentingan umum," ungkapnya.

Selain itu, Prof. Sutarya juga menyoroti polemik program unggulan Presiden Prabowo Makan Siang Bergizi (MBG) pasca Kejagung melakukan proses hukum terhadap mantan Kepala BGN.

DIharapkan, tata kelola MBG agar diperbaiki agar tetap sasaran bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

"Khusus MBG, masyarakat dalam kalangan tertentu memerlukan MBG karena itu pengelolaannya yang perlu diperbaiki," ujarnya.

Jangan sampai MBG masuk juga di sekolah-sekolah berstandar internasional, itu tentu mubazir bagi mereka. 

MBG harus diperuntukkan dengan prioritas di daerah-daerah yang penghasilan orang-orang tua muridnya menengah ke bawah. 

Pemerintah pasti dengan mudah memetakan itu sehingga MBG menjadi bermanfaat. (GAB/002)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Selain Pariwisata, Pertanian dan Industri Kreatif Ikut Tumbuhkan Ekonomi Bali

Terpopuler

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Pimpinan DPRD Badung Ucapkan Galungan dan Kuningan

Pimpinan DPRD Badung Ucapkan Galungan dan Kuningan

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia

Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia