Mangkrak 22 Tahun, Proyek India Cultural Centre Bali di Renon Kembali Disorot
Banner Bawah

Mangkrak 22 Tahun, Proyek India Cultural Centre Bali di Renon Kembali Disorot

Admin 2 - atnews

2026-06-14
Bagikan :
Dokumentasi dari - Mangkrak 22 Tahun, Proyek India Cultural Centre Bali di Renon Kembali Disorot
Direktur Eksekutif Paiketan Krama Bali, Dr. Ir. Nyoman Merta, M.I.Kom (ist/atnews)
​Denpasar (Atnews) – Keberadaan aset tanah milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali di Jalan Tantular, Renon, Denpasar, yang direncanakan sebagai lokasi pembangunan India Cultural Centre Bali (ICCB) atau Pusat Kebudayaan India, kembali menuai sorotan tajam dari publik. 

Pasalnya, proyek kerja sama internasional yang sempat diresmikan hampir seperempat abad lalu tersebut hingga kini mangkrak tanpa ada kejelasan progres pembangunan.

​Sorotan ini salah satunya datang dari Ketua DPP Yayasan Craddha sekaligus Direktur Eksekutif Paiketan Krama Bali, Dr. Ir. Nyoman Merta, M.I.Kom. Ia mendesak Pemprov Bali dan pihak terkait untuk segera merealisasikan proyek ICCB guna menjaga citra diplomasi kedua wilayah yang telah terikat hubungan historis berabad-abad.

​Padahal, rencana pembangunan Pusat Kebudayaan India ini sempat diresmikan secara seremonial oleh Gubernur Bali periode 1998–2008, Dewa Beratha, bersama Duta Besar India, Hemant Krishan Singh, dan DG ICCR, Rakesh Kumar. Papan nama proyek bahkan telah lama terpasang di lokasi, namun lahan tersebut kini dibiarkan kosong tanpa fasilitas publik yang semestinya bisa dimanfaatkan.

​Menurut Nyoman Merta, kelanjutan proyek ini sangat krusial. Selain menjadi simbol perekat hubungan emosional berbasis kebudayaan, kehadiran ICCB diproyeksikan mampu membuka peluang kerja sama yang lebih luas di sektor ekonomi dan pendidikan.

​"Hubungan antara Bali dan India kan sudah sejak berabad-abad yang lalu, jadi tidak ada alasan untuk Pemerintah Provinsi Bali membiarkan dan menelantarkan rencana proyek India Cultural Centre Bali itu," ujar Nyoman Merta.

​Ia menambahkan, penundaan yang berlarut-larut berisiko memberikan dampak negatif pada hubungan bilateral. "Kalau sudah hampir seperempat abad ini mangkrak, ini kan akan menimbulkan citra yang kurang baik bagi pemerintah India. Jadi jangan sampai dibiarkan terus berlalu begitu dan sampai lama tidak terealisasi."

​Realisasi pusat kebudayaan ini dinilai kian mendesak mengingat posisi geopolitik dan ekonomi India yang tumbuh sangat pesat. Berdasarkan estimasi PDB global tahun 2026, India saat ini menempati peringkat ke-6 sebagai salah satu ekonomi terbesar di dunia dengan nilai nominal PDB mencapai sekitar $4,15 triliun. Menariknya, India memimpin pertumbuhan ekonomi utama dunia dengan laju tercepat sebesar 6,48% pada tahun ini.

​Dengan latar belakang kekuatan ekonomi, pendidikan, serta akar budaya berbasis Sanatana Dharma yang searah dengan tradisi Bali, keberadaan ICCB di Denpasar dipandang akan menjadi keuntungan strategis bagi masyarakat lokal. (SUK/002)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Mendes PDTT Pastikan Gaji PLD 2019 Meningkat

Terpopuler

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia

Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia