Ngiring Sesainin Mebakti
Banner Bawah

Ngiring Sesainin Mebakti

Admin 2 - atnews

2026-06-13
Bagikan :
Dokumentasi dari - Ngiring Sesainin Mebakti
IK Budiasa, Sekum PHDI (ist/atnews)
Oleh IK Budiasa

Pesilat legendaris, Bruce Lee, pernah berkata bahwa ia lebih takut pada orang yang berlatih satu jurus sebanyak 1.000 kali, daripada orang yang berlatih 1.000 jurus hanya satu kali. Rasanya semua hal yang dapat kita amati di dunia ini berjalan dengan cara yang sama: practice makes perfect. Tidak ada orang yang langsung bisa. Bahkan untuk bisa berjalan kita mulai dari merangkak, jatuh, bangun dan berulang berkali - kali saat masih anak-anak. 

Ahli apa saja pasti dimulai dari latihan yang terus menerus secara konsisten. Makin lama makin ahli. Makin sering makin cepat.

Bila di dunia material yang dapat kita amati dan dapat kita ukur berlaku rumus seperti itu, maka cukup masuk akal bila kita mengasumsikan dan meyakini bahwa rumus yang sama berlaku di dunia spiritual. Bahwa “satu jurus” yang dilakukan 1000 kali secara konsisten jauh lebih bermakna dibanding 1000 jurus yang dilakukan sekali.

“Mebakti” dengan sekuntum bunga, sebatang dupa dan segelas air suci (tirta) yang dilakukan rutin setiap pagi, lebih memberi manfaat spiritual dibanding maturan banten besar tapi hanya saat pujawali (piodalan) dan galungan/kuningan. 

“Mebakti” dengan sekuntum bunga itu akan lebih kuat lagi memberi asupan spiritual bila dilakukan dengan penuh kekhusukan, dengan dengung suara OM yang menggetarkan setiap pori-pori tubuh, dan meditasi yang menenggelamkan kesadaran ke dalam keheningan diri.

Bila praktek ini dilakukan konsisten dan persisten, satu jam setiap pagi, selama setahun, 2 tahun, 5 tahun, maka hidup tiba-tiba berubah. Tidak harus makin kaya atau makin tinggi jabatan, tetapi yang pasti semakin mampu memberi jarak antara rangsangan dan respon. 

Semakin tidak terombang ambing judgement. Semakin luas area “acceptance” atau keberterimaan. Semakin positif dalam tri kaya parisudha. Semakin jernih melihat segala sesuatu.

Apa manfaat dari semua hal “semakin” tersebut dalam hidup? Tentu saja bathin yang lebih tenang, jiwa yang lebih sejuk, dan pandangan yang lebih bersih. Hal-hal ini kemudian secara simultan akan membawa dampak pada seluruh aspek kehidupan. Tiba-tiba rejeki lebih lancar, keluarga lebih rukun, lebih intim dengan pasangan, lebih bounding dengan anak. 

Karena didukung keluarga yang utuh dan bahagia, maka dapat lebih fokus bekerja, mengejar karir hingga mencapai posisi sesuai potensi terbaik.

Maka, sering-sering dan rutinlah berdoa. Gunakan sekuntum bunga, sehelai daun, sebatang dupa, dan segelas air tirta. Rajin-rajinlah mengetuk pintu semesta dengan niat yang suci. Bangkitkan frekuensi positif dalam diri sehingga hanya hal-ha positif dalam semesta yang beresonansi dan memberi efek pada diri. 

Luruhkan segala ego dan klesa dengan getaran suara OM dari ujung rambut hingga ujung kaki.

Praktek ini murah dan tidak menimbulkan masalah sampah, tapi manfaatnya luar biasa bagi perkembangan jiwa. Bila Bruce Lee menyebut angka 1000, kita bisa menyebut angka 10 kali lipatnya. Bila kita lakukan sekali sehari pada hari2 biasa dan 2-3 kali sehari pada hari raya, setahun kita akan melakukan 400an kali. Bila kita mulai di usia 50 tahun dan meninggal di usia 75 tahun, kita telah melatih 1 jurus itu 10.000an kali. Dalam perspektif hukum karma, tidak ada usaha yang sia-sia, apalagi yang dilakukan konsisten sepuluh ribu kali.

Maka, mari rutinkan dan sering-sering berdoa dan meditasi. Ngiring sesainin mebakti.

*) IK Budiasa, Sekum PHDI

Baca Artikel Menarik Lainnya : Manfaatkan Tol Laut, Pastikan Stabilitas Harga Bahan Pokok

Terpopuler

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

BALI TOURISM RUN 2026 – THE JOURNEY BEGIN FROM JATILUWIH

BALI TOURISM RUN 2026 – THE JOURNEY BEGIN FROM JATILUWIH

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia

Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia