Bukan Sekadar Jargon, Jro Eka Ajak Generasi Muda Bali Kembalikan Masyarakat Lokal sebagai Pusat Perubahan
Banner Bawah

Bukan Sekadar Jargon, Jro Eka Ajak Generasi Muda Bali Kembalikan Masyarakat Lokal sebagai Pusat Perubahan

Admin 2 - atnews

2026-06-13
Bagikan :
Dokumentasi dari - Bukan Sekadar Jargon, Jro Eka Ajak Generasi Muda Bali Kembalikan Masyarakat Lokal sebagai Pusat Perubahan
Direktur Mahardhika Institute, I Putu Eka Mahardhika, S.IP., M.AP (ist/atnews)
​Denpasar(Atnews) – Di tengah derasnya arus modernisasi dan tekanan ekologis yang dihadapi Pulau Dewata, sebuah gerakan kultural baru berbasis pelestarian lingkungan mulai disuarakan. 

Direktur Mahardhika Institute, I Putu Eka Mahardhika, S.IP., M.AP., atau yang akrab disapa Jro Eka, menawarkan gagasan bertajuk “Ngempu Bali” sebagai kritik terhadap cara pandang yang kerap memperlakukan Bali sekadar sebagai komoditas pariwisata.

​Secara kultural, istilah “ngempu” memiliki arti mendalam yang melampaui kata menjaga, yakni mengasuh, memelihara, menuntun, dan merawat sesuatu yang bernilai agar tetap hidup dan tumbuh. Gagasan ini mencuat sebagai respons atas beban ekologis Bali yang kian berat.

Berdasarkan data, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali sepanjang 2025 hampir menyentuh angka 6,95 juta kunjungan, sementara timbulan sampah pada 2024 lalu diperkirakan mencapai 1,2 juta ton.

Pengamat Media Sosial, Anugrah Arifanto, menilai bahwa Bali saat ini tidak cukup jika hanya dikelola dengan logika pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pulau dengan geografis terbatas ini harus dirawat dengan etika keberlanjutan yang kuat.

​"Gagasan 'Ngempu Bali' perlu dipahami sebagai upaya mengembalikan masyarakat lokal ke pusat perubahan. Dalam konteks pesisir, nelayan bukan hanya objek program lingkungan, mereka adalah penjaga pertama ekosistem laut," ujar Anugrah Arifanto dalam keterangan tertulisnya.

​Anugrah menambahkan bahwa keterlibatan krama (masyarakat adat) sangat krusial karena mereka adalah pemilik pengetahuan lokal tentang ruang, sumber air, hutan, dan tata hidup yang telah teruji selama berabad-abad.

Melalui Mahardhika Institute, gerakan ini mulai diterjemahkan ke dalam aksi konkret di kawasan pesisir Jimbaran dan Tanjung Benoa, seperti konservasi mangrove dan pendampingan komunitas nelayan.

​Selain isu pesisir, Jro Eka juga kerap menyoroti kebijakan strategis daerah. Salah satunya adalah terkait penataan Kawasan Pura Agung Besakih. Meski mendukung pembenahan infrastruktur kawasan suci tersebut, ia tetap menekankan pentingnya evaluasi manajemen pelayanan di lapangan.

​"Model kritik semacam ini jarang terlihat di ruang publik digital hari ini. Terlalu banyak orang memilih dua kutub ekstrem: memuja tanpa catatan atau menyerang tanpa solusi. Jro Eka mencoba mengambil posisi yang lebih produktif: mendukung hal yang benar, mengingatkan hal yang kurang, dan menawarkan jalan perbaikan," lanjut Anugrah.

​Dengan latar belakang akademik di bidang ilmu sosial-politik dan administrasi publik, serta rekam jejaknya di Peradah Bali, Jro Eka dinilai merepresentasikan jenis aktivisme baru. Ia berada di antara dunia kebijakan formal dan akar rumput. Kendati demikian, tantangan besar tetap menanti.

Gerakan "Ngempu Bali" dituntut untuk tidak berhenti sebagai slogan manis di ruang publik, melainkan harus turun menjadi metode kerja modern yang terukur, transparan, dan partisipatif.
Masa depan Bali kini berada di tangan generasi mudanya yang sedang bertarung di antara tekanan ekonomi pariwisata dan tanggung jawab merawat tanah leluhur. Gerakan ini diharapkan menjadi panggilan moral agar anak muda Bali tidak pernah tercerabut dari akarnya. (Z/002) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : Mahasiswa UMY Berkunjung ke Monumen Perjuangan Bangsal

Terpopuler

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

BALI TOURISM RUN 2026 – THE JOURNEY BEGIN FROM JATILUWIH

BALI TOURISM RUN 2026 – THE JOURNEY BEGIN FROM JATILUWIH

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia

Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia