Lentera Generasi Muda dengan Menanamkan Pancasila Melalui Aksi Nyata
Lentera Generasi Muda dengan Menanamkan Pancasila Melalui Aksi Nyata
Admin 2 -
atnews
2026-06-12
Bagikan :
dr. Mumtazah Mardliyah, S.Ked., MARS (Krs/Atnews)
Oleh dr. Mumtazah Mardliyah, S.Ked., MARS
Di tengah perubahan zaman yang berlangsung begitu cepat, bangsa Indonesia menghadapi tantangan yang tidak lagi berbentuk penjajahan fisik, melainkan tantangan ideologi, disintegrasi sosial, rendahnya kepedulian terhadap sesama, serta lunturnya semangat kebangsaan.
Arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital telah membuka ruang yang luas bagi generasi muda untuk berkembang, namun pada saat yang sama juga menghadirkan berbagai pengaruh yang dapat menggeser nilai-nilai luhur bangsa. Dalam situasi tersebut, Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai dasar negara, tetapi harus menjadi pedoman hidup yang diwujudkan melalui tindakan nyata.
Seiring berjalannya waktu, program tersebut berkembang menjadi gerakan pembinaan karakter yang telah menjangkau lebih dari 15.000 kader bela negara. Pembelajaran yang diberikan tidak berfokus pada aspek fisik semata, melainkan pada pembentukan karakter kebangsaan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Melalui berbagai kegiatan edukatif dan partisipatif, peserta diajak memahami pentingnya menghormati perbedaan, bekerja sama dalam keberagaman, serta menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Keberhasilan program ini mendapat perhatian dari berbagai pihak.
Kementerian Dalam Negeri menjadikan model Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) tersebut sebagai salah satu pilot project percontohan dalam penguatan wawasan kebangsaan di daerah. Dukungan juga datang dari berbagai tokoh nasional yang melihat pentingnya investasi karakter bagi generasi muda Indonesia.
Apresiasi diberikan oleh sejumlah pemimpin nasional, termasuk Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yang menilai bahwa pembinaan karakter sejak usia dini merupakan fondasi penting dalam menciptakan generasi yang tangguh dan berdaya saing.
Kekuatan utama dari gerakan ini terletak pada kolaborasi. Menwa Bali memperoleh dukungan penuh dari Gugus Kebangsaan Provinsi Bali, sebuah wadah yang menghimpun lebih dari 30 organisasi yang bergerak di bidang kemasyarakatan, kepemudaan, kewirausahaan, profesi, dan dunia usaha.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat tersebut menunjukkan bahwa penguatan nilai kebangsaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga pendidikan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa.
Gugus Kebangsaan Provinsi Bali sendiri lahir dari semangat panjang perjuangan para tokoh bangsa dan daerah yang berakar dari Monumen Perjuangan Bangsal, Dewan Harian Daerah 45 (DHD 45) Provinsi Bali, serta Gerakan Nasional Pembudayaan Pancasila (GNPP).
Dari tempat-tempat yang sarat nilai sejarah tersebut tumbuh keyakinan bahwa kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan pengorbanan besar harus dijaga melalui pembentukan generasi penerus yang memiliki karakter kebangsaan yang kuat.
Semangat tersebut semakin terasa pada masa pandemi COVID-19. Ketika bangsa Indonesia menghadapi salah satu krisis kesehatan terbesar dalam sejarah modern, nilai-nilai gotong royong dan pengabdian kepada negara memperoleh makna yang sangat nyata.
Di Bali, Korps Menwa Ugracena menghimpun hampir seribu relawan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk membantu percepatan program vaksinasi.
Ribuan dosis vaksin berhasil diberikan kepada masyarakat melalui ratusan titik pelayanan yang tersebar di berbagai wilayah. Keterlibatan para mahasiswa tersebut bukan hanya menjadi bentuk kontribusi terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga merupakan manifestasi nyata dari semangat bela negara.
Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa bela negara pada era modern tidak selalu diwujudkan melalui pengangkatan senjata. Bela negara dapat hadir dalam bentuk pengabdian sosial, pelayanan kesehatan, pendidikan, pelestarian lingkungan, inovasi teknologi, maupun kontribusi nyata lainnya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ketika mahasiswa rela meluangkan waktu untuk membantu vaksinasi, ketika pelajar menjaga persatuan di tengah keberagaman, dan ketika generasi muda memilih menyebarkan informasi yang benar dibandingkan hoaks, pada saat itulah nilai-nilai Pancasila sedang dijalankan.
Tantangan generasi muda saat ini memang berbeda dengan generasi pendahulu. Namun esensinya tetap sama, yaitu menjaga Indonesia agar tetap berdiri kokoh sebagai bangsa yang bersatu. Ancaman perpecahan akibat intoleransi, radikalisme, polarisasi sosial, hingga penyalahgunaan teknologi informasi memerlukan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan kuat secara karakter.
Pancasila memberikan jawaban atas tantangan tersebut. Nilai ketuhanan membentuk integritas. Nilai kemanusiaan melahirkan empati. Nilai persatuan memperkuat solidaritas nasional. Nilai kerakyatan mengajarkan musyawarah dan penghormatan terhadap perbedaan pendapat.
Sementara nilai keadilan sosial mendorong setiap warga negara untuk berkontribusi menciptakan kesejahteraan bersama. Kelima nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam membangun Indonesia yang maju tanpa kehilangan jati dirinya.
Generasi muda adalah lentera bangsa. Cahaya yang mereka pancarkan hari ini akan menentukan wajah Indonesia pada masa depan. Karena itu, penguatan karakter, pendidikan kebangsaan, dan pembudayaan Pancasila harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Tidak cukup hanya melalui ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata, keteladanan, pengabdian sosial, dan keterlibatan langsung dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.
Apabila ribuan bahkan jutaan generasi muda Indonesia mampu menyalakan lentera-lentera kecil pengabdian di lingkungan masing-masing, maka cahaya tersebut akan menjadi kekuatan besar yang menerangi perjalanan bangsa.
Dari Bali untuk Indonesia, semangat kebangsaan yang tumbuh melalui pendidikan bela negara membuktikan bahwa Pancasila bukan sekadar warisan sejarah, melainkan energi hidup yang terus menggerakkan generasi muda untuk berkarya, mengabdi, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
*) dr. Mumtazah Mardliyah, S.Ked., MARS (Kepala Staff Korps Menwa Ugracena Bali 2021-2025)