Pesan Kepemimpinan Sutasoma tentang Kasih Sayang Bergema, Pansus TRAP DPRD Bali Terima For HATI Bali
Banner Bawah

Pesan Kepemimpinan Sutasoma tentang Kasih Sayang Bergema, Pansus TRAP DPRD Bali Terima For HATI Bali

Admin 2 - atnews

2026-06-05
Bagikan :
Dokumentasi dari - Pesan Kepemimpinan Sutasoma tentang Kasih Sayang Bergema, Pansus TRAP DPRD Bali Terima For HATI Bali
Jro Gde Sudibya (ist/atnews)
Oleh Jro Gde Sudibya

Karya Sutasoma oleh Mpu Tantular di abad ke-14 di era kejayaan Majapahit. 

Mpu Tantular beragama Buddha dalam agama resmi kerajaan Majapahit yang Ciwa Buddha. 

Di era kejayaan Majapahit, toleransi kehidupan beragama tidak saja dihargai tetapi dimuliakan.

Kakawin yang dilantunkan di acara penyampaian Pokok-Pokok Pemikiran dari Forum Pemerhati Pembangunan Bali, For HATI Bali, di Wantilan Gedung DPRD Bali, Rabu, 3 Juni 2026, bertepatan dengan Raina Buda Manis Julungwangi, 14 hari menuju Galungan, bermakna ekspresi insan manusia untuk mencapai Nirwana. 

Dalam ungkapan Mpu Tantular, nirsraya, insan-insan manusia rokhani yang menempuh perjalanan menuju Nirwana. Karya sastra Sutasoma yang sangat terkenal itu, menggugah seorang budayawan putra Minang yang sangat mencintai budaya Nusantara, Muhammad Yamin, mengutip satu bait Karya sastra Sutasoma "Bhineka Tunggal Ika,Tan Hana Dharma Mangruwa", walaupun berbeda, tetapi kebenaran itu satu jua". 

Usulan putra Minang ini diterima dalam Sidang PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang sekarang menjadi Sesanti Negara.

Kidung yang dikembangkan di Wantilan DPRD Bali di atas, sebut saja satu "rumpun"  dengan uncaran "Bhineka Tunggal Ika", gambaran perjalanan rokhani manusia menuju Nirwana.

Karya sastra Sutasoma sangat digemari oleh para pengawi di Bali sampai hari ini. Gelising cerita Karya Sutasoma tidak terlalu banyak mengulas sastra rokhani, tetapi sebagian besar menggambarkan perjalanan Sang Mpu yang "memotret" kebesaran Majapahit. 

Tanah yang subur, hasil pertanian yang mengagumkan, pemandangan alam yang indah, istana yang megah, para kesatria yang gagah, putri dan para dayang yang nan cantik dan ceria, kehidupan masyarakat yang sejahtera. 

Sudah tentu, perjalanan kesatria yang gagah berani, rendah hati, dan memegang keyakinan/Sraddha, kepemimpinan merupakan kesempatan emas untuk mencapai Nirwana, dengan modal kuat KASIH SAYANG, Sang Sutasoma.

Pesan kepemimpinan Sutasoma yang sampai hari relevan buat Bali dan juga Indonesia.

*) Jro Gde Sudibya, penasehat For HATI Bali.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Biasakan Berkompetisi Gagasan

Terpopuler

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia

Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia

ITDC Gandeng Masyarakat Benoa Kelola Sampah Organik Jadi Eco Enzyme untuk Pariwisata Berkelanjutan

ITDC Gandeng Masyarakat Benoa Kelola Sampah Organik Jadi Eco Enzyme untuk Pariwisata Berkelanjutan