Tengger: Pujawali, Kasodo dan Tradisi Yang Terpatri Dalam Uger-Uger
Banner Bawah

Tengger: Pujawali, Kasodo dan Tradisi Yang Terpatri Dalam Uger-Uger

Admin 2 - atnews

2026-06-01
Bagikan :
Dokumentasi dari - Tengger: Pujawali, Kasodo dan Tradisi Yang Terpatri Dalam Uger-Uger
IK Budiasa (ist/atnews)
Oleh IK Budiasa

Berawal dari sebuah diskusi di Jakarta yang difasilitasi oleh Tim Integrasi dan Koordinasi Grand Design Hindu Dharma Indonesia (TIK GDHDI), kami 10 organisasi keagamaan Hindu tingkat nasional (PHDI, WHDI, Prajaniti, Peradah, KMHDI, ICHI, PSN, P3I, DHI dan Pandu Nusa) merasa perlu hadir ke Tengger untuk menunjukkan dukungan penuh atas hidup dan tumbuh mekarnya tradisi lokal Tengger di tengah berbagai dinamika menyangkut identitas, symbol dan ritualnya.

Kami percaya, memperkuat tradisi setempat adalah wujud nyata implementasi ajaran Hindu yang senantiasa memuliakan masyarakat pemilik tradisi dimanapun ajaran Hindu hadir, agar masyarakat tidak kehilangan identitas dan tercerabut dari akar budayanya.

Maka demikianlah, kami hadir mengikuti ritual Pujawali Pura Luhur Poten, Tengger, Minggu 31 Mei 2026 bertepatan dengan Purnama Sada, dan dilanjutnya Yadnya Kasodo keesokan harinya, Senin 1 Juni 2026.

Dalam kesempatan tersebut, PHDI yang diwakili oleh Sekretaris Umum menyampaikan bahwa sesuai hasil Pesamuhan Sabha Pandita Tahun 2017, PHDI tidak hanya membiarkan berjalannya praktek dan tradisi lokal, tetapi lebih dari itu, secara aktif mendorong dan memfasilitasi tumbuh dan berkembangnya setiap tradisi. 

Ini adalah pengejawantahan ajaran Weda yang universal tapi sekaligus memberi penghormatan kepada masyarakat lokal. Keagungan dan keanggunan ini adalah inti yang menjadi ciri khas ajaran Hindu. Hal yang sama kembali disampaikan dalam podcast Mandala Channel di lokasi yang sama.

Masyarakat Hindu Tengger harus bangga dengan tradisi mereka — pakaian hitam bagi pinandita, gelar “Romo Dukun” bagi Pandita, sesajen khas Tengger dan doa2 yang unik. Masyarakat Tengger berhak memiliki keduanya: Tradisi warisan leluhur mereka dan ajaran Hindu. Tidak ada pertentangan diantara keduanya, bahkan sebaliknya: yang satu memperindah, yang satu memperkaya dengan filsafat yang sublim. 

Kita semua, umat Hindu dari suku manapun, dari organisasi apapun, harusnya tidak memiliki alasan untuk mengubah, menyeragamkan atau mengintervensi lokalitas tersebut. Sungguh, mereka sudah sangat anggun, cantik dan mulia dengan tradisinPHD

Kemampuan kita untuk memberi ruang bahkan memfasilitasi tumbuh dan berkembangnya tradisi mereka adalah ujian seberapa kita mampu menurunkan ego menyeragamkan atas alasan apapun.

Terima kasih kepada umat Hindu Tengger yang terus menjaga tradisinya. Selamat kepada tokoh2 Hindu Tengger yang dengan tegas menuliskan dan mendeklarasikan Uger-Uger yang menjadi benteng pertahanan tradisi Tengger, khususnya Pura Luhur Poten. Tradisi Hindu Tengger adalah sumbangan luar biasa bagi keberagaman Hindu Nusantara. 

PHDI, sesuai hasil Pesamuhan Sabha Pandita, berkomitmen untuk terus menjaga, mempromosikan dan memfasilitasi bagi tumbuh dan berkembangnya budaya dan tradisi lokal untuk memperindah praktek ajaran Hindu dimanapun ajaran Dharma ini hadir.

Dari Bandara Juanda, Surabaya
Senin, 1 Juni 2026

*) IK Budiasa, Sekum PHDI

Baca Artikel Menarik Lainnya : UU Tak Nabrak UUD 1945

Terpopuler

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

ITDC Gandeng Masyarakat Benoa Kelola Sampah Organik Jadi Eco Enzyme untuk Pariwisata Berkelanjutan

ITDC Gandeng Masyarakat Benoa Kelola Sampah Organik Jadi Eco Enzyme untuk Pariwisata Berkelanjutan

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

KSE Universitas Udayana Tanam 200 Bibit Mangrove di Nusa Dua, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan

KSE Universitas Udayana Tanam 200 Bibit Mangrove di Nusa Dua, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan

Inovasi Anggaran Ringankan APBD Buleleng, Penataan Titik Nol Singaraja Siap Jadi Ikon Baru Kota Bersejarah (Heritage)

Inovasi Anggaran Ringankan APBD Buleleng, Penataan Titik Nol Singaraja Siap Jadi Ikon Baru Kota Bersejarah (Heritage)

Pimpin Apel Hari Lahir Pancasila, Wabup Diar Ajak Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Penangkal Hoaks

Pimpin Apel Hari Lahir Pancasila, Wabup Diar Ajak Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Penangkal Hoaks