Sambut Bali Tourism Run 2026, Pengelola Jatiluwih Terapkan Aturan Ketat untuk Pelari
Banner Bawah

Sambut Bali Tourism Run 2026, Pengelola Jatiluwih Terapkan Aturan Ketat untuk Pelari

Admin 2 - atnews

2026-06-01
Bagikan :
Dokumentasi dari - Sambut Bali Tourism Run 2026, Pengelola Jatiluwih Terapkan Aturan Ketat untuk Pelari
John Ketut Purna selaku Kepala Pengelola DTW Jatiluwih (ist/atnews)
Badung (Atnews) – Menyambut perayaan seabad pariwisata Bali, Bali Tourism Run siap digelar di Daerah Tujuan Wisata (DTW) Jatiluwih, Desa Penebel, Kabupaten Tabanan, pada Minggu, 21 Juni 2026 mendatang.

Event lari sejauh 5 kilometer (5K) yang diinisiasi oleh Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali ini diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal di Kawasan Jatiluwih.

Hal tersebut diungkapkan John Ketut Purna selaku Kepala Pengelola DTW Jatiluwih, di sela-sela pembukaan Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 di Nusa Dua, Badung, Sabtu (30/5). Jhon mengungkapkan bahwa ajang ini menjadi momentum penting untuk memulihkan sektor pariwisata daerah di tengah tantangan global.

Konflik geopolitik yang meluas di kawasan Teluk dan Selat Hormuz diakui mulai berdampak pada tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali. John memprediksi, pada 2026 ini, tingkat kunjungan turis asing ke Jatiluwih berpotensi mengalami penurunan sekitar 10 hingga 15 persen akibat pembatalan dari sejumlah wisatawan.

"Pertama kali di tahun 2026 ini kita mengadakan Jatiluwih Run atau Bali Tourism Run. Kami berharap lebih dari 2.000 pelari akan datang, sehingga membawa dampak luar biasa bagi perkembangan pariwisata dan perekonomian masyarakat Jatiluwih," ujar John Ketut Purna. 

Kendati menargetkan partisipasi masif, pihak pengelola menegaskan tidak akan mengorbankan kelestarian alam Jatiluwih yang telah diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Pengelola telah menyiapkan aturan ketat bagi para peserta. Aturan ini akan disosialisasikan secara langsung saat pengambilan race pack.

John memastikan kegiatan lari ini tidak akan merusak kawasan maupun mengganggu aktivitas petani lokal.

"Saya tahu carrying capacity DTW Jatiluwih mampu mengakomodasi hingga 5.000 orang, sementara target peserta dibatasi hanya 2.000 orang. Selain itu, jalur yang dilalui cukup luas sehingga penumpukan pelari di satu titik dapat dihindari," ungkapnya. 

Meski demikian, pihaknya memberikan peringatan keras terkait hal-hal yang dilarang selama kegiatan berlangsung. Peserta dilarang keras berjalan berkerumun di atas pematang sawah karena dapat merusak struktur tanah. Pelari juga dilarang memetik bulir padi. Kebetulan, pada saat pelaksanaan tanggal 21 Juni nanti, kondisi padi di Jatiluwih sedang menguning sempurna.

"Kondisi padi sangat menguning sempurna, suasananya akan sangat bagus. Kami mengingatkan kepada para peserta untuk tidak memetik padi agar tidak merugikan petani dan merusak lingkungan," tegasnya.

Adapun rute Run 5K ini akan mengambil titik start di Monumen UNESCO, menuju kawasan Pura Besi Kalung, dan kembali finish di Monumen UNESCO.

Selain fokus pada kelestarian alam, ajang ini juga menjadi panggung pemberdayaan ekonomi warga. Sedikitnya ada 40 UMKM lokal Jatiluwih yang dilibatkan untuk memfasilitasi para pelari yang ingin menukarkan kupon belanja senilai Rp25.000.

Di sisi lain, momentum kedatangan ribuan peserta ini juga diharapkan menjadi pemantik perhatian bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan untuk meningkatkan infrastruktur di DTW Jatiluwih.

John berharap Pemkab Tabanan dapat memberikan dukungan berkelanjutan, terutama terkait pelebaran jalan akses utama dan penyediaan fasilitas parkir yang saat ini kapasitasnya masih sangat terbatas.

"Hingga saat ini, bus dengan kapasitas 35 hingga 40 seats (kursi) belum bisa masuk ke kawasan Jatiluwih karena terkendala akses jalan. Kami berharap Pemkab membantu infrastruktur berupa pelebaran jalan dan juga penataan sektor parkir," pungkasnya. (SUK/002)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Sm@rtDesa Solusi Digitalisasi Pedesaan

Terpopuler

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

ITDC Gandeng Masyarakat Benoa Kelola Sampah Organik Jadi Eco Enzyme untuk Pariwisata Berkelanjutan

ITDC Gandeng Masyarakat Benoa Kelola Sampah Organik Jadi Eco Enzyme untuk Pariwisata Berkelanjutan

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

KSE Universitas Udayana Tanam 200 Bibit Mangrove di Nusa Dua, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan

KSE Universitas Udayana Tanam 200 Bibit Mangrove di Nusa Dua, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan

Inovasi Anggaran Ringankan APBD Buleleng, Penataan Titik Nol Singaraja Siap Jadi Ikon Baru Kota Bersejarah (Heritage)

Inovasi Anggaran Ringankan APBD Buleleng, Penataan Titik Nol Singaraja Siap Jadi Ikon Baru Kota Bersejarah (Heritage)

Pimpin Apel Hari Lahir Pancasila, Wabup Diar Ajak Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Penangkal Hoaks

Pimpin Apel Hari Lahir Pancasila, Wabup Diar Ajak Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Penangkal Hoaks