Buleleng (Atnews) - Perjalanan suci para Bhikkhu dalam rangka Indonesia Walk For Peace(IWFP) tahun 2026, yang diterima di Pelataran Candi Panca Bala Vihara Brahmavihara Arama di Desa Banjar Tegeha, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Sabtu(9/5) mendapat sambutan dan apresiasi dari jajaran pemerintah pusat dan daerah dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.
Indonesia Walk For Peace(IWFP) adalah gerakan berjalan lintas daerah yang membawa pesan perdamaian, persaudaraan dan harmoni dalam keberagaman bangsa Indonesia, dan dilakukan dalam rangka memperingati Hari Waisak. Perjalanan yang dilakukan para Bhikkhu ini, diikuti 50 orang, beradal dari Thailand (43), Malaysia(4) dan dari Laos(3).
Perjalanan di Indonesia mulai tanggal 9 hingga 28 Mei, melewati Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan berakhir di Candi Borobudur Yogyakarta. Kabupaten Buleleng menjadi salah satu titik kunjungan dari peserta IWFP, dimana para Bhikkhu singgah dan bermalam di Brahmavihara Arama di Kecamatan Banjar ini.
Wakil Menteri Agama Republik Indonesia Muhammad Syafi’i dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan IWFP sebagai wujud nyata nilai toleransi yang telah tumbuh di tengah masyarakat Indonesia sejak lama melalui ajaran agama masing-masing.
“Semua ajaran agama mengajarkan bagaimana manusia mampu mengendalikan hawa nafsu, menebarkan kedamaian, serta membangun kehidupan yang harmonis. Nilai-nilai tersebut sebenarnya sudah hidup di Nusantara sejak ratusan tahun lalu,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kerukunan umat beragama yang terbangun saat ini lahir dari pelaksanaan ajaran agama yang dijalankan dengan baik oleh masyarakat. Pemerintah, lanjutnya, hadir untuk memperkuat dan menjaga toleransi tersebut agar tetap terpelihara di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kami melihat perjalanan ini mendapat dukungan dari kepala daerah dengan latar belakang agama yang berbeda-beda. Hal itu menjadi bukti bahwa seluruh agama mengajarkan kedamaian, persaudaraan, dan kasih sayang,” tambah Muhammad Syafi'i
Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan, IWFP tidak hanya bermakna sebagai ritual keagamaan, tetapi juga menjadi simbol perdamaian yang dipancarkan dari Bali kepada masyarakat luas, termasuk dunia internasional.
“Kegiatan ini tidak semata-mata merupakan kegiatan fisik maupun kegiatan keagamaan yang sakral, tetapi juga membawa pesan perdamaian yang dipancarkan dari Bali dan akan melintasi empat provinsi. Kami yakin kegiatan ini akan menjadi perhatian masyarakat dunia,” ujar Wayan Koster.
Menurutnya, semangat perjalanan damai tersebut sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang menitikberatkan pada upaya menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta seluruh isinya. Nilai toleransi dan kedamaian dinilai menjadi pondasi penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat.
“Semoga kegiatan yang dijalankan dengan niat mulia dan suci ini benar-benar menjadi sumber inspirasi bagi kita semua untuk hidup dalam toleransi dan kedamaian,” imbuhnya.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Gede Supriatna turut melepas perjalanan suci para Bhikkhu dalam rangka Indonesia Walk For Peace (IWFP) Tahun 2026 di Wihara Brahmavihara Arama, Kecamatan Banjar. Juga tampak hadir, Anggota Forkopimda Buleleng, Dirjen Bimas Buddha, Kakanwil Kemenag Provinsi Bali,Kepala Kantor Kemenag Buleleng, serta Ketua dan anggota Forum Kerukunan Umat Beragama(FKUB) Buleleng.
Pada kegiatan itu, Wakil Menteri Agama menyerahkan bantuan dana untuk rumah Ibadah Agama Buddha, disaksikan Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati dan Wakil Bupati Buleleng, Dirjen Bimas Buddha Supriyadi. Sedangkan Wakil Menteri Agama juga melakukan penandatanganan prasasti Shmadana Giri Pralaya Brahmavihara Arama, sebagai tanda pelepasan peserta IWFP 2026. (WAN/002)