Denpasar (Atnews) - Pemerintah Kota Denpasar terus bergerak dalam optimalisasi penanganan sampah di berbagai sektor. Kali ini, melalui Dinas Pariwisata, turut mengumpulkan pengusaha di sektor Hotel, Restoran, Kafe/Katering (Horeka) dan Daerah Tujuan Wisata (DTW) untuk mendukung optimalisasi pengolahan sampah berbasis sumber di Dharma Negara Alaya, Jumat (8/5). Dalam kesempatan tersebut, pengusaha sektor Horeka dan DTW siap berkomitmen dalam mewujudkan pengolahan sampah berbasis sumber untuk pariwisata berkelanjutan.
Hadir langsung dalam kesempatan tersebut Gubernur Bali, Wayan Koster, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Kepala Pusdal LH Bali Nusra, Ni Nyoman Santi, Kasubdit Penegakan Peraturan LH, Kementerian LH, Antonius Sarjanto, Pimpinan OPD, Stakeholder serta undangan lainya.
General Manager Prama Sanur Beach Hotel, IGB Surya Candra Sasmita dalam sambutanya menekankan bahwa Sektor Horeka dan DTW memikiki komitmen dalam penanganan sampah. Terlebih, sebagai elemen penting pariwisata, sektor Horeka dan DTW rata-rata telah memiliki standarisasi pengolahan limbah, meski harus terus dioptimalkan.
Gung Surya mengatakan bahwa, sektor Horeka dan DTW memiliki standarisasi yang baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya sertifkkasi ISO dan penghargaan Tri Hita Karana Award yang keduanya berdasar pada isu lingkungan, termasuk pengolahan sampah.
"Tentunya kami siap berkomitmen untuk pengolahan sampah berbasis sumber, dan kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, atas dukungan dan komitmen dalam mendukung penanganan persampahan untuk pariwisata berkelanjutan," ujarnya.
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih atas dukungan pengusaha atau pimpinan sektor Horeka dan DTW dalam penanganan persampahan. Hal ini tentu menjadi bukti sinergitas dan komitmen kerja bersama dalam mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan.
Lebih lanjut dijelaskan, saat ini sektor Horeka dan DTW menjadi salah satu penyokong perekonomian Denpasar. Karenanya, penting untuk mendukung terciptanya iklim pariwisata yang berkelanjutan serta ramah terhadap lingkungan, khususnya persampahan.
Jaya Negara menambahkan, saat ini Pemkot Denpasar terus menggenjot pengolahan sampah berbasis sumber dengan menyasar berbagai sektor. Karenannya, usaha ini memerlukan komitmen serta dukungan bersama agar pelaksanaannya dapat berlangsung optimal.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama pimpinan di sektor Horeka dan DTW, kedepan kami di Pemerintah Kota Denpasar akan melaksanakan audit pengolahan limbah dengan sekama seperti CHSE, dan semoga upaya ini dapat mendukung terwujudnya pengolahan sampah berbasis sumber yang berkelanjutan," ujarnya.
Sementara, Gubernur Bali, Wayan Koster dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada para pelaku usaha hotel, restoran, dan kafe yang hadir mengikuti sosialisasi tersebut. la menegaskan bahwa persoalan sampah di Bali saat ini menjadi isu serius yang harus ditangani bersama, terutama karena sekitar 41 persen persoalan sampah bersumber dari sektor pariwisata Horeka.
Menurutnya, langkah dan pemetaan yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Badung dalam pengelolaan sampah sudah sangat lengkap, mulai dari identifikasi sumber masalah, pola penanganan, hingga strategi jangka pendek, menengah, dan panjang. la mengaku terus memantau secara ketat perkembangan pengelolaan sampah di Bali, khususnya di wilayah Kota Denpasar.
"Sudah ada kemajuan signifikan sejak dilakukan pengendalian sangat ketat pasca penutupan TPA Suwung. Ini harus terus ditingkatkan karena Bali yang bersih merupakan kebutuhan lingkungan kita agar masyarakat hidup sehat, dan kami juga memberikan apresiasi atas capaian pemilahan sampah di Kota Denpasar yang sudah diatas 80 persen," ujarnya.
Gubernur Koster menekankan bahwa Kota Denpasar memiliki tanggung jawab besar lantaran menjadi ibukota Provinsi Bali dengan sektor hotel dan restoran masih menjadi tulang punggung perekonomian. la juga menyoroti kondisi TPA Suwung yang sudah mengalami overload dan menimbulkan polusi lingkungan sehingga pola lama pengelolaan sampah harus segera diakhiri.
"Kebiasaan nyaman harus kita akhiri. Kita harus mengubah perilaku. Saya sudah tidak takut, saya harus berani. Kalau pariwisata Bali mau dijaga berkelanjutan, maka persoalan sampah harus diselesaikan," tegasnya.
Karena itu, Gubernur Koster meminta seluruh pelaku usaha pariwisata mulai membangun kesadaran bersama untuk mengelola sampah secara mandiri di lingkungan usahanya masing-masing. la menegaskan bahwa pengelolaan sampah di hotel tidak boleh hanya mengandalkan dana CSR, melainkan harus menjadi bagian dari anggaran operasional usaha.
Usai memberikan arahan kepada pelaku sektor Horeka dan DTW, Gubernur Wayan Koster yang didampingi Walikota Jaya Negara beserta Wakil Walikota Arya Wibawa turut meninjau stand inovasi dan kreatovitas siswa di Kota Denpasar yang mengikuti kegiatan Denpasar Education Festival (DEF) Tahun 2026. (*IBM/002).