Buleleng (Atnews) - Menyambut Dies Natalis pertama, Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan(IAHN-MK) Singaraja, Buleleng, Bali, menggelar berbagai bentuk kegiatan dilaksanakan Civitas Akademika, baik yang bernuansa seni, budaya, sosial maupun olahraga.
Kepada wartawan, pada acara Media Gathering Kehumasan, di kampus setempat, Selasa (4/5/2026), Rektor Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, Prof.Dr. I Made Suwindia,S.Ag, M.A, menjelaskan Dies Natalis pertama, dilakukan secara sederhana dan lebih banyak bersifat internal, namun tidak mengurangi arti dan makna peringatan.
Kegiatan yang mewarnai Dies Natalis pertama ini, meliputi bhakti sosial, berupa penyerahan bingkisan/sembako kepada warga yang tidak mampu, jalan santai, pertandingan futsal, catur hingga membudayakan kegiatan mebat/masak, dilaksanakan sejak pekan lalu.
"Tidak mengurangi semangat dan makna peringatan 1 tahun berdirinya Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan yang memiliki visi "Unggul, Bermartabat dan Barkarakter Tri Kaya Parisudha".
Rangkaian peringatan dies natalis pertama, IAHN Mpu Kuturan sudah kami laksanakan bersama segenap civitas akademika sejak pekan lalu ”tandas Rektor IAHN Mpu Kuturan Singaraja, Prof. Suwindia
Pada acara Media Gathering Kehumasan itu, Rektor IMK Singaraja Prof.Dr.I Gede Suwindia,S.AG M.A, didampingi Wakil Rektor (Warek) I, Dr. Putu Sanjaya, S.Ag.,M.Pd.H., Dr. Ida Bagus Wika Krishna, S.Ag.,M.Si., selaku Warek II dan Dr. I Nyoman Miarta Putra, S.Ag.,M.Ag., selaku Warek III, menandaskan nuansa sederhana peringatan dies natalis dilakukan sesuai arahan pemerintah pusat dan kementeraian agama terkait efisiensi anggaran
"Namun demikian, sesuai tagline kita "Green, Art dan Smart" tetap kita implementasikan antara lain berupa kegiatan penghijauan pada asset, lahan milik IMK di Desa Patas Kecamatan Gerokgak," ujarnya.
"Penerimaan mahasiswa baru tahun ini diplot sebanyak 800 hingga 850 orang dan pelaksanaan wisuda hanya sekali setahun pada Bulan Oktober, sebelumnya dua kali dalam setahun, ini terkait efesiensi," kata Rektor Suwindia.
Sebagai lembaga pendidikan keagamaan, Rektor Suwindia mengaku optimis IAHN-MP yang akrab disapa Institut Mpu Kuturan (IMK) bertransformasi tidak hanya sebagai lembaga pendidikan berbasis keagamaan tapi juga menjadi pusat layanan keagamaan multifungsi, garda terdepan dalam mencetak generasi Hindu yang unggul, moderat dan mandiri secara ekonimo di masa depan.
"Dengan segmen program pendidikan yang beda dengan perguruan tinggi lainnya serta amanat PMA tentang penetapan SPP oleh Kementerian Agama yang berada jauh dibawah Unud maupun Undiksha, kita optimis dapat memberikan layanan pendidikan sesuai dengan prodi yang kita miliki dan market yang ada,” jelasnya.
Dengan penguatan sistem LNS yang diijinkan Menristek, IAHN Mpu Kuturan juga melaksanakan sistem pembelajaran daring yang dapat diakses darimanapun oleh mahasiswa.
“Ini juga merupakan PR dari Pak Dirjen dan bagian dari tagline IMK, yakni Green, Art dan Smart. LNS merupakan implementasi dari Smart, pengembangan teknologi dalam mendukung pembelajaran kolaborasi during maupun luring,” ungkapnya.
"Saat ini belum semua Program Studi(Prodi) yang ada di IAHN-MK unggul, namun pihaknya optimis akhir tahun 2026 ini, semua Prodi yang dimiliki menjadi unggul," tandas Rektor Prof. Suwindia. (WAN/002)