Denpasar (Atnews) - Ketua Umum Dewan Harian Nasional (DHN) Angkatan 45 Pusat menegaskan bahwa Jiwa, Semangat, dan Nilai-nilai Juang 45 (JSN 45) harus diwujudkan dalam aksi nyata, bukan sekadar dikenang.
Amanat tersebut dibacakan Wakil Ketua III DHD 45 Provinsi Bali, Drs. Nengah Sukarta, pada puncak peringatan HUT ke-66 Badan Pembina Keluarga Besar Angkatan 45 (BPK 45) Provinsi Bali di Gedung Merdeka, Markas Daerah LVRI Bali, Selasa (22/4/2026).
“Warisan 45 bukan untuk dikenang, tapi untuk diperjuangkan. JSN 45 harus kita wujudkan dalam aksi nyata: menjaga kedaulatan pangan, memperkuat ekonomi kerakyatan, dan merawat kerukunan,” tegas Drs. Nengah Sukarta mengutip amanat Ketum DHN 45 Pusat.
Dalam amanatnya, Ketum DHN 45 Pusat menyampaikan tiga instruksi strategis kepada seluruh Keluarga Besar Angkatan 45:
Pertama, konsolidasi tiada henti dari pusat hingga cabang untuk memastikan obor kejuangan tidak pernah padam.
Kedua, aktualisasi JSN 45 dalam program konkret yang menjawab tantangan zaman.
Ketiga, menjadikan Angkatan 45 sebagai benteng ideologi Pancasila sekaligus benteng kesejahteraan rakyat di tengah disrupsi global.
“Dari rumah besar BPK 45 ini, api kejuangan harus terus menyala untuk menjaga NKRI,” lanjut Nengah Sukarta.
Rangkaian HUT ke-66 BPK 45 Bali diisi dengan pelantikan 9 Dewan Harian Cabang (DHC) Angkatan 45 se-Bali masa bakti 2026–2031, Rapat Kerja Daerah DHD 45 Bali, dan penganugerahan Sertifikat Penghargaan kepada 10 tokoh dari organisasi Keluarga Besar Angkatan 45.
Acara dihadiri para veteran pejuang kemerdekaan, jajaran pengurus DHD 45 Provinsi Bali, pengurus DHC kabupaten/kota se-Bali, perwakilan Korps Menwa Indonesia Bali, dan Direktur AT News.
Puncak acara ditandai pemotongan tumpeng oleh Ketua DHD Angkatan 45 Provinsi Bali, Bagus Ngurah Rai sebagai wujud syukur 66 tahun pengabdian BPK 45 di Pulau Dewata.
Usai potong tumpeng, Drs. Nengah Sukarta menegaskan kepada pers bahwa DHD 45 Bali siap menjalankan amanat pusat.
“Hasil Rakerda tadi sudah sepakat untuk menerjemahkan JSN 45 ke program konkret yang menyentuh rakyat. Ini bentuk kejuangan kita hari ini. Sekali Berjuang, Tetap Berjuang,” ujar Nengah Sukarta.
Rakerda DHD 45 Bali yang diikuti 50 peserta dari DHD dan DHC se-Bali juga merekomendasikan pembentukan Tim Digitalisasi Sejarah Perjuangan 45 di Bali.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah seluruh Keluarga Besar Angkatan 45 dengan semangat “Damai di hati. Rukun di bumi. Cinta kasih untuk semua.” (KRS/002)