Banner Bawah

Bali Krisis Sampah, Usul Tiru Singapura Olah di Laut

Admin 2 - atnews

2026-04-23
Bagikan :
Dokumentasi dari - Bali Krisis Sampah, Usul Tiru Singapura Olah di Laut
krisis sampah di Bali (ist/atnews)

Badung (Atnews) - Tokoh pariwisata Bali, I Gede Wiratha yang juga Pemilik Kapal Bounty Cruise Gede Wirata turut merespon krisis sampah di Bali yang mampu merusak citra pariwisata.

Ia melontarkan dua pandangan sekaligus. Perlunya terobosan ekstrem seperti pengelolaan sampah di laut, serta kewaspadaan terhadap dinamika persaingan global yang berpotensi memengaruhi citra pariwisata Bali.

Gede Wirata yang juga Penasehat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali menilai, persoalan sampah di Bali tidak bisa dilihat semata sebagai masalah teknis, melainkan juga harus ditempatkan dalam konteks lebih luas, termasuk posisi Bali sebagai destinasi wisata dunia yang menjadi sorotan internasional. 

“Bali ini diincar. Banyak negara ingin seperti Bali,” ujarnya.

Dalam pandangannya, isu sampah yang mencuat juga tidak lepas dari besarnya perhatian dunia terhadap Bali. Ia bahkan menyinggung kemungkinan adanya pihak-pihak luar yang memiliki kepentingan terhadap citra pariwisata Bali, meski tidak menyebutkan secara spesifik. 

Meski demikian, ia tetap menegaskan bahwa persoalan sampah adalah nyata dan harus segera ditangani secara serius, tanpa terjebak pada perdebatan semata.

Sebagai bentuk solusi, Wiratha mengusulkan pendekatan yang terinspirasi dari Singapura, yakni pembangunan area khusus pengelolaan sampah di laut. “Kenapa kita tidak berpikir seperti Singapura? Membuat areal tersendiri di laut,” kata pengusaha ‘legend’ asal Jembrana ini.

Ia menjelaskan, lokasi yang dimaksud harus dipilih secara selektif, jauh dari kawasan suci dan tidak mengganggu kehidupan masyarakat maupun aktivitas pariwisata. Konsep ini dinilai bisa menjadi solusi jangka panjang di tengah keterbatasan lahan di Bali. “Harus di tempat yang tidak bersinggungan dengan kawasan suci dan tidak mengganggu masyarakat,” tegasnya.

Pandangan Wiratha tersebut mengemuka dalam sarasehan bertajuk ‘Pengelolaan Sampah: Antara Solusi dan Polusi’ yang digelar Nawacita Pariwisata Indonesia (NCPI) Bali bersama PHRI Badung yang digelar di Hotel Ramada Sunset Road , Senin (20/4). 

Acara Sarasehan itu menghadirkan sejumlah Narasumber berkompeten meliputi Komisaris Jendral Polisi (Purn) Dr. Drs. Made Mangku Pastika MM. yang juga Mantan Anggota DPD RI Dapil Bali, Filolog, Pembaca, Peneliti dan Budayawan, Sugi Lanus, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, Dr. Ir. I Made Agus Aryawan, S.T., M.T., yang diwakili Sekretaris Warastuti,  Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi  Bali, I Made Dwi Arbani, S.TP., M.Si.

Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Region Bali Nusra, Ni Nyoman Santi, ST., M.Sc., Ketua Bali Sustainable Development Foundation, Dr. Drs. I KG. Dharma Putra, M.Sc., dan  Dr. Ida Bagus Putu Astina, S.H., M.H., MBA, CLA., Prof. Dr. Ir. I Gusti Bagus Wijaya Kusuma serta Prof. Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA., MA., MOS., CIRR.

Dalam forum itu, berbagai pemangku kepentingan hadir untuk mencari solusi atas krisis sampah Bali, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga pelaku usaha pariwisata.

Gede Wiratha menyoroti pertumbuhan pariwisata yang terus meningkat, Bali akan menghadapi lonjakan volume sampah yang semakin besar di masa depan. Tanpa terobosan besar, persoalan ini dikhawatirkan akan terus berulang. Ia juga mengingatkan bahwa keberadaan wisatawan menjadi faktor utama meningkatnya produksi sampah di Bali.

 “Kalau tidak ada wisatawan, tidak akan sebesar ini sampah kita,” ujarnya.

Namun demikian, ia menilai hal tersebut sebagai konsekuensi dari pertumbuhan ekonomi yang justru harus dikelola dengan bijak, bukan dihindari.

Gagasan pembangunan area sampah di laut ini, diakuinya, masih sebatas ide awal dan membutuhkan kajian mendalam, terutama terkait regulasi di Indonesia serta dampak lingkungannya. “Saya belum tahu regulasinya seperti apa, ini harus dicek dulu,” imbuh Gede Wiratha. (Z/002) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : Bali Meningkatkan Produktivitas Pertanian 

Terpopuler

Makan Siang, De Gadjah - Koster Bahas Sampah, PSEL hingga Sekolah Rakyat

Makan Siang, De Gadjah - Koster Bahas Sampah, PSEL hingga Sekolah Rakyat

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Penutupan Festasada 2026, Tunjukkan Kolaborasi Seni Budaya Kearifan Lokal

Penutupan Festasada 2026, Tunjukkan Kolaborasi Seni Budaya Kearifan Lokal

Dharma Santi Nasional 2026; Hindu Indonesia Gaungkan 'Vasudhaiva Kutumbakam', Perkuat Harmoni Bangsa dan Umat Manusia

Dharma Santi Nasional 2026; Hindu Indonesia Gaungkan 'Vasudhaiva Kutumbakam', Perkuat Harmoni Bangsa dan Umat Manusia

Pasca Kasus Dugaan Kekerasan Anak Panti Asuhan Ganesha Sevanam, Pemkab Buleleng Akan Merelokasi Anak Panti

Pasca Kasus Dugaan Kekerasan Anak Panti Asuhan Ganesha Sevanam, Pemkab Buleleng Akan Merelokasi Anak Panti