Bangsal Badung (Atnews) - Perpustakaan Monumen Perjuangan Bangsa mengucapkan Selamat Hari Buku Sedunia yang diperingati setiap 23 April. Momentum yang ditetapkan UNESCO ini menjadi pengingat akan kekuatan buku dalam meningkatkan literasi, imajinasi, dan pengetahuan bangsa.
Tanggal 23 April dipilih karena bertepatan dengan wafatnya penulis-penulis besar dunia seperti William Shakespeare dan Miguel de Cervantes. “Hari Buku bukan sekadar seremoni. Ini ajakan untuk kembali ke buku, menemukan gaya baca sendiri, dan menjadikan membaca sebagai laku hidup,” kata Kepala Perpustakaan Brahmadewi, Monumen Perjuangan Bangsal, Rabu.22/4
Berbenah dan Buka Donasi
Menyambut Hari Buku Sedunia, Perpustakaan Brahmadewi saat ini tengah berbenah dalam penataan koleksi buku. “Kami tata ulang rak, klasifikasi, dan ruang baca agar pengunjung lebih nyaman. Buku sejarah perjuangan, biografi tokoh JSN ’45, sampai naskah kebangsaan kami prioritaskan,” jelas Kepala Perpustakaan Brahmadewi.
Bersamaan dengan itu, perpustakaan juga membuka pintu selebar-lebarnya untuk menerima sumbangan buku dari berbagai pihak. “Kami terima buku sejarah, sastra, biografi, buku anak, selama layak baca. Dari veteran, pelajar, komunitas, penerbit, atau masyarakat umum. Satu buku Anda, satu jendela untuk generasi,” tambahnya.
Tema “Read Your Way” Jadi Sorotan UNESCO pada periode 2025/2026 mengangkat tema “Read Your Way”. Tema ini menekankan perluasan akses buku melalui teknologi digital tanpa meninggalkan buku cetak. “Anak muda sekarang bisa baca lewat gawai. Yang penting membaca. Mau digital, mau kertas, esensinya sama: memperkaya wawasan,” ujar Kepala Perpustakaan Brahmadewi.
Koleksi digital Perpustakaan Brahmadewi juga mulai disiapkan agar sejarah perjuangan mudah diakses generasi muda. “Literasi sejarah penting. Kalau tidak kenal sejarah bangsanya, bagaimana mau jaga NKRI?” tegasnya.
Tiga Tujuan Utama Hari Buku
Kepala Perpustakaan Brahmadewi menyebut ada tiga tujuan utama Hari Buku Sedunia:
1. Mempromosikan kegemaran membaca sejak dini hingga usia lanjut.
2. Mendukung industri penerbitan buku, terutama penulis dan penerbit lokal.
3. Melindungi hak cipta agar kreator tetap semangat berkarya.
Aksi Nyata: Datang, Baca, Bagikan
“Hari ini waktu yang tepat untuk berbagi buku, mengunjungi perpustakaan, atau memulai satu buku baru. Bisa juga sumbangkan buku ke kami,” pesannya. Perpustakaan Brahmadewi di Kawasan Monumen Perjuangan Bangsa terbuka untuk umum setiap hari kerja, dengan program bedah buku rutin bersama veteran, akademisi, dan DHD Angkatan 45 Prov Bali.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang membaca. Dari buku, lahir imajinasi. Dari imajinasi, lahir perlawanan. Dari perlawanan, lahir kemerdekaan,” tutup Kepala Perpustakaan Brahmadewi.
Selamat Hari Buku Sedunia, 23 April. Baca Bukumu, Jaga Indonesiamu. DHD Angkatan 45 Prov. Bali Berbagi (KRS/002)