Denpasar (Atnews) - Anggota DPRD Bali Anak Agung Istri Paramita Dewi (APD) yang dikenal Gung Mita turut mengucapkan Hari Kartini sebagai tanda perjuangan emansipasi wanita.
Hari Kartini identik dengan menggunakan kebaya. Sedangkan perayaan Hari Kartini di Bali memiliki ciri khas yang beda dari Jawa karena dipadukan sama budaya lokal.
Dengan busana Kebaya Bali dan Kamen Endek. Perempuan di Bali lebih sering pakai kebaya Bali yang bahannya lebih tipis, dipadukan sama kain endek atau songket Bali.
Busana ikut mengangkat busana kearifan lokal. Begitu juga sanggul Bali, sanggulnya lebih simpel, dihias bunga kamboja putih/kuning di telinga. Ditambah perhiasan emas Bali: Subeng besar, gelang kana, dan bros tradisional.
Kegiatan 21 April, biasanya sekolah dan perkantoran wajib pakai baju adat Bali. Ada lomba busana adat, baca puisi, dan fashion show kebaya.
Sementara tingkat desa adat, veberapa banjar menggelar acara khusus perempuan, seperti demo masak jaje Bali atau mejejahitan.
Nuansa upacara, dekorasinya sering pakai janur kuning, gebogan buah, dan penjor mini.
"Menghargai perjuangan R.A. Kartini soal pendidikan & emansipasi perempuan. Tapi ekspresinya lewat identitas perempuan Bali yang kuat, mandiri, dan lekat dengan adat," pungkas Gung Mita di Denpasar, Selasa (21/4). (Z/ART)