Banner Bawah

Perang Iran vs AS dan Israel, BBM Naik Bertahap

Admin 2 - atnews

2026-04-18
Bagikan :
Dokumentasi dari - Perang Iran vs AS dan Israel, BBM Naik Bertahap
Gede Pasek Suardika (ist/atnews)

Oleh Gede Pasek Suardika

Energi, terutama BBM adalah wajah depan kondisi ekonomi sebuah negara. Perang Iran vs AS dan Israel telah menjadi ujian resmi ketangguhan ekonomi sebuah negara dengan permainan buka tutup Selat Hormutz didalamnya. 

Kali ini, Pertamina telah menaikkan BBM jenis Pertamax Turbo dari Rp 13.100 menjadi Rp 19.400, Pertamina Dex dari Rp 14.500 menjadi Rp 23.900, kemudian Dexlite Rp 14.200 menjadi Rp 23.600. Sementara yang lain, Pertalite, Pertamax, Pertamax Green masih tetap sama. 

Ada beberapa catatan dari kebijakan pemerintah Indonesia ini, bila dibandingkan negara lain. Pemerintah masih menjaga daya tahan ekonomi masyarakat untuk bisa tetap bergerak walau komponen sudah ada naik, seperti plastik yang naik 30 persen, beras juga sudah merangkak dan lainnya. 

Langkah ini cukup baik karena pemeritah melepaskan sepenuhnya beban BBM untuk konsumen papan atas sebagai konsumen utama Pertamax Turbo, Dexlite. Sebab jika semua naik maka bisa tidak terkendali kondisi energi di Indonesia dan langsung mengena ke seluruh nadi ekonomi. 

Di negara lain semua pengimpor BBM sudah menaikkan BBM di masing masing negaranya. Kita tentu berharap pemeritah mampu mempertahankan kondisi ini walau pesimis jika melihat postur APBN yang dari Januari terus defisit sampai Maret dalam jumlah yag memecahkan rekor sepanjang sejarah. 

Di sisi lain terjadi ketimpangan anggaran  belanja di pos tertentu yang realisasinya emuat sakit hati bayak eleen masyarakat, misalnya pengadaan 35 ribu mobil India oleh PT Agrinas untuk Koperasi Desa Merah Putih, pengadaan 25 ribu sepeda motor listrik, kaos kaki, Event Organizer oleh BGN dan lainnya. Wajah anggaran belanja terasa menyakitkan karena Anggaran Pendapatan mayoritas dari Pajak rakyat. 

Semua itu ditambah berbonus pertunjukan glamour dan mewah untuk perayaan ulang tahun Seskab Teddy yang dirayakan over dosis diluar negeri ataupun di dalam negeri. Secara simbolik, ini terasa anomali dengan kebijakan efisiensi yang dikumandangkan Presiden Prabowo. 

Kebijakan BBM menjadi kebijakan yang memiliki idaya dinamika ekonomi yang tinggi dan ketika dilaksanakan memerlukan juga kepekaan semua komponen pemerintah agar tampil bersahaja dan sederhana di depan publik. Sebab kontraksi ekonomi dirakyat urusan hidup mati, sementara di elit itu tidak berarti apa apa. Kepekaan inilah yang haru ditunjukkan.

Kita tunggu ke depan, apakah BBM lain akan menyusul naik atau tidak. Tetapi eit kekuasaan harus introspeksi diri agar bisa menjaga perasaan rakyat sebelum krisis ekonomi tiba ditanah air. Jika tidak, Saya khawatir krisis ekonomi akan menjadi krisis politik, jika tidak ada kepekaan elit didalamnya.

 *) Gede Pasek Suardika, Ketum PKN

Baca Artikel Menarik Lainnya : Koster Inginkan Pendapatan PHR Kabupaten/Kota Optimal

Terpopuler

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Carut-Marut Sampah

Carut-Marut Sampah

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Carut - Marut Kelola Sampah, Pemerintah dapat Digugat Citizen Lawsuit

Carut - Marut Kelola Sampah, Pemerintah dapat Digugat Citizen Lawsuit

Kemenpar Perkuat Tata Kelola Akomodasi Bali, Dorong Pariwisata Lebih Tertib dan Berkelanjutan

Kemenpar Perkuat Tata Kelola Akomodasi Bali, Dorong Pariwisata Lebih Tertib dan Berkelanjutan

Hadiri Puncak Pujawali Pura Luhur Batulumbung, Gubernur Koster Serahkan Punia Rp 25 Juta

Hadiri Puncak Pujawali Pura Luhur Batulumbung, Gubernur Koster Serahkan Punia Rp 25 Juta