Banner Bawah

Bidik Emas Lebih Banyak Pada Porprov, KONI Buleleng Gelar Pelatihan Pelatih Fisik Level 2 Nasional

Admin 2 - atnews

2026-04-16
Bagikan :
Dokumentasi dari - Bidik Emas Lebih Banyak Pada Porprov, KONI Buleleng Gelar Pelatihan Pelatih Fisik Level 2 Nasional
KONI Buleleng Gelar Pelatihan Pelatih Fisik Level 2 Nasional (ist/atnews)

Buleleng (Atnews) - Guna meraih medali emas lebih banyak pada Pekan Olahraga Provinsi(PORPROV) Bali yang digelar September 2027 mendatang, KONI Buleleng bekerja sama dengan LP2O Lankor menggelar Pelatihan Pelatih Fisik Level 2 Nasional, di KONI di pusat kegiatan olahraga Bhuwana Patra Singaraja, Kamis (16/4/2026). 

Pelatihan digelar selama enam hari, mulai Kamis (16/4) hingga Selasa (21/4), dengan menghadirkan dua orang pemateri, yakni, Prof Dr Ria Lumintuarso, dan Prof Dr Devi Tirtawirya. 

Wakil Ketua II KONI Buleleng,  I Ketut Iwan Swadesi mengatakan, pelatihan ini merupakan kelanjutan dari program peningkatan kapasitas pelatih yang sebelumnya telah mengikuti level 1. Pada level 2, pelatih difokuskan pada peningkatan kemampuan menyusun program latihan berstandar performa tinggi, khususnya untuk atlet elite.

“Di Porprov  sebelumnya, banyak atlet kita berhasil masuk final, namun belum maksimal meraih medali emas. Melalui pelatihan ini, kami dorong pelatih meningkatkan kualitas program latihan agar perak bisa dikonversi menjadi emas di 2027,” ujarnya.

Melalui pelstihan ini, KONI Bulekeng optimustis kualutad pelatih akan semskin meningkat dan berdampak langsung pada prestasi atlet. Bahkan program ini juga menjadi bagianbdaribtarget jangka panjang untuk mendorong pelatih Buleleng naik ke level Internasional dalam dua tahun kedepan.

"Kami ingin tidak hanya sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga sukses prestasi. Harapannya, raihan medali emas Buleleng bisa meningkat signifikan di Porprov Bali 2027," pungkas Iwan.

Pelatihan digelar dalam dua gelombang dengan total 60 pelatih dari 48 cabang olahraga. Para peserta merupakan pelatih yang telah lulus level 1 dan menangani atlet-atlet berprestasi, baik peraih medali emas, perak, maupun perunggu pada Porprov Bali 2022 lalu.

Ketua Indonesian Conditioning Coaches Association (ICCA), Prof Dr Devi Tirtawirya menjelaskan, pelatihan level 2 menitikberatkan pada kemampuan pelatih dalam menyusun program latihan secara terstruktur mulai dari fase umum, khusus, pra kompetisi hingga kompetisi.

“Fokus utama level dua ini adalah pemrograman latihan. Pelatih harus paham kapan memberikan latihan, bagaimana dosisnya, serta bagaimana mengatur recovery atlet,” jelasnya.

Ia menyoroti salah satu faktor yang kerap memengaruhi penurunan performa atlet, yakni kesalahan dalam fase tapering. Menurutnya, banyak pelatih justru memberikan porsi latihan berat saat mendekati kompetisi, sehingga kondisi atlet kurang optimal saat bertanding.

“Akibatnya atlet memang bisa masuk final. Saat puncak pertandingan performanya menurun karena recovery tidak maksimal. Ini yang harus dibenahi,” tegasnya.

Selain itu, pelatih juga dituntut mampu melakukan evaluasi mandiri melalui tes fisik secara berkala, tidak hanya bergantung pada pengujian dari KONI. Hal ini penting untuk menyesuaikan dosis latihan dengan perkembangan kondisi atlet. (WAN/002)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Bulan Bahasa Bali Diawali Festival Nyurat Lontar dengan Seribu Peserta

Terpopuler

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Carut-Marut Sampah

Carut-Marut Sampah

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Carut - Marut Kelola Sampah, Pemerintah dapat Digugat Citizen Lawsuit

Carut - Marut Kelola Sampah, Pemerintah dapat Digugat Citizen Lawsuit

Kemenpar Perkuat Tata Kelola Akomodasi Bali, Dorong Pariwisata Lebih Tertib dan Berkelanjutan

Kemenpar Perkuat Tata Kelola Akomodasi Bali, Dorong Pariwisata Lebih Tertib dan Berkelanjutan

Hadiri Puncak Pujawali Pura Luhur Batulumbung, Gubernur Koster Serahkan Punia Rp 25 Juta

Hadiri Puncak Pujawali Pura Luhur Batulumbung, Gubernur Koster Serahkan Punia Rp 25 Juta