oleh Ashwini Guru Ji
Asana bukanlah sekadar latihan fisik. Asana adalah proses evolusi bertahap dalam tubuh yang terjadi di bawah sanidhya (kehadiran spiritual) seorang Guru. Asana dilakukan dengan lembut dan kesadaran internal. Mantra adalah bentuk energi yang telah dikodifikasi dalam wujud suara dan harus disalurkan oleh siddha (manusia yang telah menguasai) mantra tersebut untuk memperluas kesadaran. Melalui peningkatan kesadaran dan kewaspadaan yang dicapai melalui asana dan mantra, tubuh menjadi sehat. Ketika tubuh sehat, seseorang dapat memiliki pengalaman di dunia yang lebih halus dan berada dalam kebahagiaan batin sepanjang waktu.
Dalam seri ini kita telah membahas asana dan mantra beej untuk berbagai cakra, serta bagaimana cara mengaktifkannya dan memperkuat bagian tubuh yang terkait dengannya. Pada sesi sebelumnya, kita telah membahas Cakra Swadhishthan yang terletak sekitar dua inci (sekitar 5 cm) di atas Mooladhar. Kini kita beralih ke Cakra Manipoorak.
Manipoorak (Cakra Pusar):
Cakra ini terletak di area pusar dan mengendalikan usus kecil dan besar, hati, limpa, serta pankreas. Cakra ini berperan penting untuk kekuatan pencernaan. Pada tingkat pranik, Manipoorak merupakan pusat kekuatan dalam diri manusia. Dari sinilah tubuh menarik prana ketika terjadi kekurangan energi, dan di sini juga tubuh menyimpan prana ketika terjadi kelebihan energi. Unsur dasarnya adalah api. Mantra beej untuk cakra ini adalah RAM.
Mempertahankan kesadaran pada Cakra Manipoorak dimulai dengan melantunkan mantra RAM. Lantunkan secara perlahan dan mendalam. Lanjutkan lantunan mantra saat kita beranjak ke rangkaian asana untuk cakra Manipoorak.
Dhanur Asan (Postur Busur):
“Dhanur” berarti “busur”, dan asana ini menyerupai busur pemanah ketika seseorang berada dalam posisi ini.
- Secara perlahan, sambil mempertahankan napas ujjai, berbaring tengkurap. Tekuk kedua lutut dan pegang pergelangan kaki Anda.
- Saat menarik napas, tarik kedua kaki dan paha ke atas dengan kedua tangan, sementara tubuh bagian atas juga diangkat sehingga membentuk lengkungan seperti busur.
- Arahkan dagu sedikit ke luar, lalu lihat ke atas. Pertahankan postur ini selama yang Anda mampu, sambil melantunkan mantra beej.
- Saat menghembuskan napas, turunkan tubuh secara perlahan dan kembali berbaring tengkurap dengan kedua tangan di samping tubuh.
Asana ini tidak boleh dipraktikkan oleh orang yang menderita tukak lambung, hernia, atau gangguan kelenjar tiroid maupun gangguan sistem endokrin.
Vyaghra Asan (Postur Harimau):
Vyaghra dilakukan dengan bertumpu pada kedua tangan dan kedua kaki.
- Saat menghembuskan napas, turunkan kepala dan leher ke arah dada sehingga tulang belakang membentuk lengkungan ke atas. Secara bersamaan, kaki kanan bergerak ke dalam hingga lutut menyentuh hidung.
- Saat menarik napas, angkat kepala dan leher ke atas sehingga tulang belakang membentuk lengkungan ke bawah. Secara bersamaan, kaki kanan bergerak ke atas membentuk lengkungan ke bawah, dengan telapak kaki menghadap ke arah langit.
- Rangkain gerakan tersebut dihitung sebagai satu set. Ulangi sebanyak tujuh kali. Setelah selesai, lakukan gerakan yang sama dengan kaki kiri.
Saat melakukan asana ini, pertahankan kesadaran pada cakra Manipoorak dan lantunkan mantra RAM.
Ushtra Asan (Postur Unta):
“Ushtra” berarti “unta”. Ketika asana ini dilakukan posturnya menyerupai lengkungan leher seekor unta.
- Duduklah dalam posisi vajrasana. Secara perlahan angkat bokong dari lantai dan berdiri pada kedua lutut. Sambil menarik napas, dengan lembut condongkan tubuh ke belakang, raih tumit kanan dengan tangan kanan, kemudian tumit kiri dengan tangan kiri. JANGAN MEMAKSAKAN DIRI.
- Dorong perut ke arah luar, jaga agar paha tetap tegak lurus, dan lengkungkan kepala serta tulang belakang ke belakang. Pertahankan pernapasan ujjai dan tahan postur ini selama selama yang Anda bisa sambil melantunkan mantra RAM, kemudian perlahan kembalilah ke posisi awal.
Bagi yang merasa kesulitan melakukan postur ini, dapat memulai dengan Ardha Ushtra Asan (Postur Setengah Unta).
- Saat melakukan asana ini, duduklah dalam posisi vajrasana. Secara perlahan angkat bokong dari lantai dan berdiri pada kedua lutut.
- Putar tubuh ke arah kanan dan dengan telapak tangan kanan raih tumit kanan. Secara bersamaan, angkat lengan kiri ke depan melewati kepala sehingga tangan berada setinggi dahi.
- Pertahankan pernapasan ujjai dan lantunkan mantra RAM, tahan selama yang Anda bisa di posisi ini, kemudian kembalilah ke posisi awal. Ulangi pada sisi yang satunya.
Asana ini tidak boleh dipraktikkan oleh orang-orang yang memiliki gangguan punggung berat. Penderita pembesaran kelenjar tiroid juga harus berhati-hati.
Pada artikel berikutnya, kita akan membahas karakteristik asana-asana dan mantra-mantra untuk cakra Anahad dan cakra Vishuddhi. Disarankan untuk mengunjungi pusat Dhyan Foundation terdekat guna mempelajari cara yang benar dalam mempraktikkan asana. Manfaat semua asana ini akan optimal jika dipraktikkan di bawah bimbingan Guru yang menyalurkan energi ke dalam setiap asana.
Ashwini Guruji adalah Cahaya Penuntun Dhyan Foundation dan pakar ilmu-ilmu Weda. Bukunya, 'Sanatan Kriya, The Ageless Dimension' adalah sebuah karya tentang anti-penuaan yang telah diakui secara luas. Kunjungi www.dhyanfoundation.com atau kirim email ke dhyan@dhyanfoundation.com untuk informasi lebih lanjut.
*) Ashwini Guruji dari Dhyan Ashram merupakan sosok yang langka di zaman sekarang ini. Beliau adalah energi dan inspirasi di balik berbagai inisiatif Dhyan Foundation. Beliau meyakini pentingnya tindakan nyata dan pengalaman langsung, dan ia telah membimbing ribuan orang di seluruh dunia untuk menapaki jalan pengabdian kepada sesama, dengan memimpin melalui teladan pribadinya. Dengan latar belakang gelar Sarjana Ekonomi dan Magister Manajemen, serta puluhan tahun menghabiskan waktu bersama para Resi Himalaya untuk menyerap ilmu-ilmu Weda kuno dan seni penyembuhan esoterik, beliau merupakan perpaduan yang sempurna antara kuno dan modern.
Beliau merupakan pakar ilmu-ilmu Weda kuno seperti Yoga, Ayurveda, mantra, seni bela diri Weda, penyembuhan spiritual, dan yajna. Para dokter terkemuka memberikan kesaksian atas kemampuannya serta efektivitas Sanatan Kriya yang diajarkannya. Beliau barangkali satu-satunya guru yoga yang secara meyakinkan membuktikan ilmu kewaskitaan di hadapan penonton langsung yang terdiri dari 200 dokter anggota IMA, dan menerima sertifikat atas hal tersebut. Pelafalan mantra Veda oleh dia dikatakan mampu mengubah suasana secara menyeluruh; para sadhak melaporkan bahwa matahari muncul secara tiba-tiba dan hujan berhenti atas perintahnya. Menteri AYUSH (Ayurveda, Yoga dan naturopati, Unani, Siddha, dan Homeopati) saat itu, Shri Sripad Naik, mengatakan bahwa ia belum pernah mendengar pelafalan mantra seperti itu di tempat lain.
Jurnalis terkemuka, birokrat, menteri, dokter, akademisi, dan seniman telah hadir di platform “Gyan Ganga” untuk mencari jawaban atas berbagai pertanyaan mereka darinya. Beliau juga telah mengungkap rahasia-rahasia terdalam mengenai Weda beserta bukti ilmiahnya melalui serial daring “Itehaas ke Panne”.
Guru Ji percaya bahwa, “Dharma setiap manusia adalah melindungi dan membantu mereka yang lebih lemah.” Pemikiran dan inspirasi dari Ashwini Guru Ji inilah yang mewujudkan pendirian lebih dari 45 tempat penampungan, pemberdayaan lebih dari 2.000 perempuan, penyediaan pendidikan gratis bagi anak-anak kurang mampu, dukungan berbagai pembangunan wilayah pedesaan dan praktik-praktik keberlanjutan, penyelamatan serta perawatan lebih dari 70.000 hewan tak berdaya, serta pelaksanaan program distribusi makanan gratis bagi mereka yang kelaparan di berbagai penjuru dunia. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi www.dhyanfoundation.com