Bali Kembangkan Pisang Kunjungi Perusahaan Pertanian Mendunia GGF Lampung
Banner Bawah

Bali Kembangkan Pisang Kunjungi Perusahaan Pertanian Mendunia GGF Lampung

Artaya - atnews

2019-11-20
Bagikan :
Dokumentasi dari - Bali Kembangkan Pisang Kunjungi Perusahaan Pertanian Mendunia GGF Lampung
Slider 1
Lampung, 20/11 (Atnews) - Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Pemprov Bali, Drs . I Wayan Suarjana, MT mengunjungi perusahaan Great Giant Food (GGF) Lampung untuk mendalami pengembangan pertaniannya.
"Upaya untuk menindaklanjuti kerjasama mengembangkan pertanian pisang dan nanas dengan Pemerintah Bali dengan luas lahan 114 hektare Pekutatan Negara," kata Suarjana di Lampung, Rabu (20/11).
Untuk mengawali kerjasama itu dimulai dari
50 hektare yang ditanami pohon pisang yang nantinya Alan memberdayakan petani lokal.
Hal itu yang sudah dilakukan dalam perusahaan GGF selain memiliki pekerja sendiri tetapi juga melibatkan petani setempat termasuk lahannya. 
Bahkan petani Lampung sendiri banyak berminat untuk kerjasama dengan perusahaan, karena optimalisasi lahan lebih maksimal dan pendapatan meningkat. 
Sementara itu, Operational Managing Director GGF I Wayan Ardana menambahkan, mengembangkan usaha industri makanan dan minuman secara terintegrasi yang menerapkan konsep pertanian dan peternakan berkesinambungan.
Penerapan "Sustainable Farming, Good Farming Practise), Animal Welfare, Good Manufacturing Practise, Food Safety, Halal, Tracebility". 
GGF juga mengembangkan  pendekatan CSV (Corporate Shared Value ) dalam pengembangkan masyarakat di sekitar tempat kerja kami sebagai bentuk pertanggung jawaban sosial sebagai masyarakat (responsible citizen) .
Produk – produk yang menjadi basis pengembangan GGF antara lain buah – buahan, daging sapi, daging ayam, dan susu segar. 
Produk nanas olahan (nanas kaleng dan juice concentrate) yang diproduksi dari sekitar 34.000 hektare perkebunan nanas di Lampung tersebar empat kabupaten dengan pekerja 24.000 orang, telah mendunia dan diekspor lebih dari 60 negara dan merupakan terbesar nomor 1 di dunia.
Salah satu produk unggulan dari GGF yang telah merambah ke taraf internasional adalah produk nanas dimana GGF merupakan produsen nanas terbesar ketiga di dunia dengan mengolah lahan sebesar 32,000 ha di Lampung dimana 19,000 ha nya merupakan lahan yang didedikasikan untuk menanam Nanas Cayenne. 
Setiap tahun, GGF memproduksi lebih dari 650.000 ton nanas dan mengekspor 13.000 kontainer kaleng nanas ke lebih dari 56 negara.
Selain buah olahan, GGF juga memiliki produk buah segar premium dengan merek Sunpride. Sunpride diproduksi secara lokal dengan kualitas tinggi dan telah diakui secara internasional.
Mayoritas produk Sunpride adalah buah-buahan tropis seperti Nanas, Jambu, Pisang, Pepaya, Jeruk, dan Melon.
GGF telah memiliki jaringan distribusi – pemasok – pengecer yang terpercaya di seluruh nusantara. 
Distribusi ini telah mencapai sekitar 10 kota besar dan 120 kabupaten kota melalui 8 kantor cabang dan 63 Sub-Distributor. 
Hasil Produksi buah – buahan secara lokal ini telah tersebar di beberapa negara seperti Jepang, Timur Tengah, Korea Selatan dan China dengan merek seperti Sunpride, Bali Fresh dan Oriji. (ART/02)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Gerakan Petani Milineal Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045

Terpopuler

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Atlet Woodball Buleleng Raih Emas di Jatim Open 2026, Danang Dibidik Perkuat Indonesia

Atlet Woodball Buleleng Raih Emas di Jatim Open 2026, Danang Dibidik Perkuat Indonesia

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Langkah Strategis 2026: Kementerian Pariwisata Siapkan 38 Provinsi, Keselamatan Wisata Jadi Prioritas

Langkah Strategis 2026: Kementerian Pariwisata Siapkan 38 Provinsi, Keselamatan Wisata Jadi Prioritas

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove