Banner Bawah

Hari Kesehatan Sedunia

Admin 2 - atnews

2026-04-07
Bagikan :
Dokumentasi dari - Hari Kesehatan Sedunia
Prof Tjandra Yoga Aditama (ist/atnews)

Oleh Prof Tjandra Yoga Aditama

Ditentukan setiap tahunnya bahwa 7 April (seperti hari ini) adalah Hari Kesehatan Sedunia, sesuai tanggal 7 April 1948 hari dibentuknya World Health Organization (WHO). Pada waktu saya masih menjadi WHO Staff  Member  dan Direktur WHO maka peringatan ini selalu menjadi agenda besar, dan pernah kami di WHO Asia Tenggara merencanakan untuk mengundang pemenang hadiah Nobel sebagai pembicaranya.

Untuk tahun ini tema yang dipilih adalah “Together for health. Stand with science”. Ada tiga hal penting sehubungan tema ini, yang harus kita lakukan juga demi kesehatan bangsa Indonesia.

Pertama, masyarakat dunia (dan juga tentu negara kita) harus selalu mengedepankan ilmu pengetahuan yang benar dalam kebijakan kesehatan di suatu negara. Dari kacamata orang per orang, marilah kita semua melihat dasar ilmiah yang benar dalam setiap informasi kesehatan. Berita dan anjuran kesehatan yang beredar dalam WA group misalnya, atau media sosial umum akan perlu selalu dikonfirmasi betul tidaknya secara ilmiah, jangan langsung terlalu cepat percaya saja tanpa dasar yang jelas.

Sebaiknya dikonfirmasi setidaknya ke tiga sumber, petugas kesehatan yang berwenang, informasi dari badan resmi seperti WHO, Kementerian Kesehatan dan Organisasi Profesi Kesehatan serta media massa resmi yang kompeten.

Saya kutipkan himbauan resmi WHO yang sangat menjunjung tinggi peran sains dan ilmu pengetahuan serta bukti ilmiah untuk kesehatan, " stand with science by engaging with evidence, facts, and science-based guidance to protect health".

Ke dua,  dengan tema  inn maka setidaknya sepanjang satu tahun ke depan maka akan dilakukan kampanye (harusnya juga di tingkat nasional kita) untuk menegaskan peran penting dari kerjasama saintifik ilmu pengetahuan untuk melindungi kesehatan manusia, hewan, tanaman dan lingkungan dalam kerangka konsep Satu Kesehatan  ("One Health").

Diperlukan tindakan nyata berdasar ilmu pengetahuan dan kerjasama multisektoral untuk mengimplementasikan konsep kebijakan kesehatan menjadi aksi nyata di masyarakat kita, melalui pendekatan Satu Kesehatan ("One Health"). 

Ke tiga, WHO menyampaikan dua kegiatan internasional. Ke satu adalah International One Health Summit (7 April), dengan tuan rumah Perancis dalam kerangka negara itu sebagai Presiden G7. Presidency. Ke dua, inaugurasi  "Global Forum of WHO Collaborating Centres (7–9 April)" yang diikuti hampir 800 organisasi saintifik dari sekitar 80 negara.

Dalam hal ini perlu disampaikan bahwa saya juga pernah berperan memfasilitasi peran penting Indonesia dalam kerangka One Heath di kawasan regional dan dunia. Saya menjadi koordinator dalam proses penyusunan Tjandra memfasilitasi penyusunan draf "ASEAN Leader's Declaration on One Health" untuk memperkuat arsitektur kesehatan kawasan. 

Deklarasi Para Pemimpin ASEAN tentang Inisiatif Satu Kesehatan (ASEAN Leaders Declaration on One Health Initiative) dihelat pada KTT ke-42 ASEAN di Labuan Bajo, 10 hingga 11 Mei 2023. Inisiatif ini berangkat dari perhatian Indonesia akan dampak multidimensi akibat pandemi COVID-19, serta kemungkinan penyakit menular lain yang muncul dan muncul kembali yang disebabkan oleh zoonosis, resistensi antimikroba, serta perubahan iklim.

Selain itu, saya juga memfasilitasi pembahasan G20 Lombok One Health Policy Brief dalam kerangka
One Health Presidensi G20 Indonesia dan G20 Health Minister meeting yang dilaksanakan di Lombok pada 8 Juni lalu.

Ada tujuh area yang dicakup dalam policy brief ini. Pertama, peningkatan pemahaman tentang One Health serta advokasi pada pemangku kepentingan. Kedua, strategi dan kapasitas One Health dalam Pandemic Preparedness, Prevention & Response (PPR).Ketiga, pengorganisasian multi sektor yang kompleks. Keempat, tentang aspek finansial. Kelima, implementasi lapangan dan kepemimpinan. Keenam, mengenai alih teknologi dan pertukaran pengalaman. Ketujuh, mencakup monitoring dan evaluasi. Termasuk, pemanfaatan Self Assesment Questionaire.

Selamat Hari Kesehatan Sedunia 2026, semoga dunia dan juga bangsa kita akan makin sehat di masa datang.

*) Prof Tjandra Yoga Aditama Direktur Pascasarjana Universitas YARSI   /  Adjunct Professor Griffith University Pegawai Kementerian Kesehatan RI 1980 sampai 2015 dengan jabatan terakhir sebagai Direktur Jenderal, dan WHO Staff Member 2015 sampai 2020 dengan jabatan terakhir sebagai Direktur WHO

Baca Artikel Menarik Lainnya : Perkuat Hubungan Indonesia Tiongkok

Terpopuler

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Carut-Marut Sampah

Carut-Marut Sampah

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Wabup Buleleng Gede Supriatna Resmikan Kantor Perbekel Desa Alasangker, Tekankan Pelayanan Masyarakat Meningkat

Wabup Buleleng Gede Supriatna Resmikan Kantor Perbekel Desa Alasangker, Tekankan Pelayanan Masyarakat Meningkat

Dorong Sport Tourism, Melalui Fun Rally Jelajah Alam Buleleng, Diikuti 198 Peserta Se-Bali

Dorong Sport Tourism, Melalui Fun Rally Jelajah Alam Buleleng, Diikuti 198 Peserta Se-Bali