Banner Bawah

Refleksi Raina Saraswati,  Aliran Pengetahuan Abadi Membuat Manusia jadi Lebih Bijak

Admin 2 - atnews

2026-04-03
Bagikan :
Dokumentasi dari - Refleksi Raina Saraswati,  Aliran Pengetahuan Abadi Membuat Manusia jadi Lebih Bijak
Jro Gde Sudbya (ist/atnews)

Oleh Jro Gde Sudbya

Kehidupan di dunia yang maya (sementara) ini sarat dengan suka dan duka, dan kalau insan manusia tidak mewaspadai bisa ditimpa krisis dan bahkan krisis berkepanjangan.

Karena kegelapan Jiwa, "awan" keakuan menyelimuti Sang Diri, keutamaan manusia dengan mudah dirontokkan oleh keinginan, keinginan yang tidak terbatas dan bahkan keserakahan yang tidak terkendali. 

Akibatnya, manusia yang pada galibnya utama menjadi jatuh ke prilaku hina dina, karena kesombongan, iri hati dan dasa muka sikap "nyapa kadi aku". Sikap yang mau menang sendiri, merasa paling pintar, sok pintar, mengklaim kebenaran yang mudah melekat pada prilaku penguasa. 

Masyarakat, bahkan negara bangsa dibuat menderita oleh penguasa korup, yang pada akhirnya karena hukum karma, mereka akan memetik hasil dari karma buruknya, sesuai hukum waktu.

Raina Saraswati, Sabtu, 4 April 2026, yang semestinya dimaknai sebagai aliran pengetahuan rokhani yang abadi yang mampu diraih, "diraup" oleh insan manusia yang berupaya  menjadi Jagra (sadar diri) "melarapan antuk" berbekal: kejujuran, memegang teguh etika -manut ring sesana-, pengendalian diri -ngeret indria-, tidak sombong -nyapa kadi aku-,  berbagi kasih sayang -ngelimbang tresna asih-, melahirkan kecerdasan diri dan menstimulasi spirit untuk kemulyaan hidup sebagai manusia.

Pernik-pernik kemerahan upakara boleh-boleh saja sebagai ekspresi dari kebudayaan, tetapi substansi dari pengetahuan rohani Saraswati yang mentransformasi  pikiran, batin dan hati manusia menuju ketercerahan diri melawan "gelap pekatnya" kekuatan tarikan ke bawah Kali Yuga tetap menjadi fokus yang utama. Untuk melawan sebut saja "jebakan" zaman, upakara semarak dan meriah, tetapi kualitas rohani "stagnan" jalan di tempat.

Refleksi Raina Saraswati bermakna penting dalam meningkatkan kualitas rokhani dalam memaknai kehidupan.

Rahajeng nyanggra raina Saraswati.

*) Jro Gde Sudibya, intelektual Hindu, penulis buku Agama Hindu dan Kebudayaan Bali.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Mencari Pewaris Rindik

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng