Ketua DPRD Ngurah Arya : Diusinya ke 422 Kota Singaraja, Pemkab Berupaya Membangun Kearah Kemajuan Daerah dan Masyarakatnya
Admin 2 - atnews
2026-03-26
Bagikan :
Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya (ist/atnews)
Buleleng (Atnews) - Kota Singaraja kini memasuki usia ke-422. Sebuah usia yang lahir dari sejarah panjang di belahan utara Pulau Bali. Singaraja tumbuh dengan jati diri yang kuat, berakar pada tradisi, namun tetap bergerak mengikuti zaman.
"Keberagaman menjadi kekuatan, kebersamaan menjadi pegangan, dan harmoni menjadi jalan dalam menjaga kedamaian serta kesejahteraan bersama, sesuai thema HUT Kota Singaraja yakni "Bhineka Shanti Jagadhita", kita punya keyakinan pembangunan di Buleleng akan membawa kearah kemajuan, kearah yang yang lebih baik, ujar Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya, saat ditemui Atnews, usai Musrenbang Kabupaten Buleleng di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Kamis(26/3/2026).
Menurut Ngurah Arya, Buleleng yang memiliki nilai budaya, kearifan lokal, dan semangat gotong royong yang terus hidup, akan selalu mengiringi langkah Singaraja menuju masa depan yang lebih baik.
Mewakili Lembaga Legislatif Buleleng, Ngurah Arya menyatakan puas atas kinerja, program, maupun kebijakan Pemkab dalam membangun Buleleng dibawah duet kepemimpinan Bupati Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna. Ini terbukti dalam tahun 2025 ini Pemerintah Kabupaten Buleleng berhasil meraih sejumlah prestasi maupun penghargaan yang cukup membanggakan.
Penghargaan yang diraih itu, diantaranya menerima penghargaan Top Pembina BUMD, 0pini Wajar Tanpa Pengecualian atas Laporan Keuangan dari BPK RI, penghargaan Indeks Harmoni Indonesia dari Dirjen Polpum Kemendagri, terbaik I Nasional kategori program unggulan dalam sistem Pemerintahan berbasis elektronik dari Menko Perekonomian RI, serta capaian terbaik dalam program pariwara antikorupsi oleh KPK RI.
Terlepas dari capaian yang diperoleh pemkab Buleleng itu kata Ngurah Arya, pihaknya akan terus mendorong pemerintah yang lebih baik lagi. Karena untuk memuaskan masyarakat Buleleng yang jumlahnya mencapai 830 ribu, tentu tidaklah mudah.
"Ada riak dan berteriak menyoroti terkait kebijakan pembangunan infrastruktur jalan, ini diera demokrasi sesuatu hal yang biasa. Ini dikarenakan keterbatasan dana yang dimiliki daerah. Pemerintah sebenarnya sudah mengantisipasi, namun PAD kita kecil, sehingga pembangunan infrastruktur dilakukan bertahap dengan segala prioritas,"ungkap Ngurah Arya.
"Hal yang perlu mendapat perhatian khusus, melalui Musrenbang Kabupaten ini, kita mendorong, bahwa program pengentasan kemiskinan merupakan hal yang paling utama dilakukan. Ini tentunya dengan target yang nyata dan aksi yang menyeluruh," tandasnya.
Ketua DPRD asal Kecamatan Grokgak ini juga menekankan, bahwa dalam menangani kemiskinan ini, perlu dibarengi dengan data yang lengkap, guna mengetahui mereka yang terdata miskin, riil adanya.
"Mari jadikan perayaan hari jadi Kota Singaraja tanggal 30 Maret 2026 ini sebagai momen refleksi, mempererat persatuan dan menumbuhkan harapan untuk terus melangkah maju bersama dalam damai dan sejahtera," tutupnya. (WAN/ADV)