Jakarta (Atnews) - Tokoh pemuda Buddha Indonesia, Ravindra, menyampaikan apresiasi terhadap langkah tegas TNI menyikapi kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, yang melibatkan oknum prajurit BAIS.
Ravindra menilai keputusan Kepala BAIS TNI Letjen Yudi Abrimantyo yang mundur dari jabatannya merupakan bentuk tanggung jawab moral dan institusional yang patut dihormati.
"Langkah ini mencerminkan sikap ksatria dalam kepemimpinan. Keberanian untuk bertanggung jawab adalah nilai penting dalam menjaga kehormatan institusi negara," ujar Ravindra dalam keterangannya, Kamis (26/3).
Ia juga mengapresiasi komitmen TNI yang menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap setiap pelanggaran hukum yang dilakukan oleh prajurit, serta memastikan proses penegakan hukum berjalan tegas dan transparan.
Menurutnya, penegakan disiplin dan integritas di tubuh TNI merupakan fondasi penting dalam memperkuat kepercayaan publik, sekaligus menjaga marwah institusi di tengah dinamika demokrasi.
"Kami dari kalangan pemuda berharap momentum ini menjadi bagian dari penguatan reformasi internal, sehingga TNI semakin profesional, berintegritas, dan menjadi teladan dalam menjunjung tinggi hukum dan nilai-nilai kebangsaan," lanjutnya.
Ravindra juga menegaskan dukungan generasi muda terhadap upaya pembenahan internal yang tengah dilakukan TNI bersama Kementerian Pertahanan, sebagai bagian dari komitmen memperkuat supremasi hukum sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia berharap langkah-langkah tersebut dapat terus dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan demi menjaga stabilitas serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi pertahanan negara. (Z/002)