Pada 20 Februari 2026 saya dan istri merencanakan untuk Umroh sesudah Iedul Fitri, dan 27 Februari saya langsung membayar biayanya. Tentu saya tidak tahu bahwa 28 Februari 2026, hanya sehari sesudah saya membayar maka Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran dan masih terjadi perang sampai hari ini. Kalau tahu akan ada perang maka mungkin saya akan pikir ulang untuk berangkat Umroh sekarang.
Walau tadinya agar ragu tapi 25 Maret pagi kami berangkat juga, dan pesawatnya adalah Oman Air, Jakarta ke Muscat (ibukota Oman), menginap semalam, dan dilanjutkan ke Jeddah. Kita tahu bahwa Oman memang tidak terdampak langsung perang ini, dan bahkan Oman beberapa kali menjadi penengah diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran sebelum perang berkecamuk.
Kita tahu bahwa pada 26 Februari 2026 maka berita media Internasional (a.l. "The Guardian") menyebutkan bahwa Oman menyatakan pembicara Amerika Serikat dan Iran mencapai kemajuan berarti, walaupun memang belum ada kesepakatan, judul berita "Oman says US-Iran talks end with ‘significant progress’ but no deal reached – as it happened". Sayangnya memang hanya 2 hari sesudah berita itu maka Amerika dan Israel menyerang Iran.
Alhamdulillah saya 25 Maret 2026 malam mendarat dengan baik di Muscat ibukota Oman. Suasana amat damai dan tenang, disambut hujan gerimis pula. Sama sekali tidak ada kesan sedang terjadi eskalasi perang di kawasan Teluk.
Yang menarik, di sebelah hotel saya menginap satu malam ini ternyata ada Supermarket Iran, yang saya berfoto ini. Di depan tokonya jelas tertulis Iranian Supermarket, yang kalau kita baca tulisan Arab dibawahnya kira-kita terbaca "subarmarkat Iran". Di bawahnya lagi tertulis menjual barang produksi Iran, Iranian Product, yang tulisan Arabnya terbaca "Muntajat Iran". Toko ini buka 24 jam.
Di sisi lain, di jalan dari bandara ke hotel maka saya melewati gerai McDonald yang besar, jelas berasal dari Amerika Serikat. Ke dua hal ini tentu tidak punya kaitan diplomatik apapun, hanya sedikit banyak boleh juga kita mengaitkan hubungan Oman yang baik dengan Iran dan baik juga dengan Amerika Serikat.
Kita semua berharap agar perang di kawasan Teluk ini dapat segera berakhir. Dalam keadaan seperti sekarang ini maka peran diplomasi jadi amat penting, dan kalau ada negara-negara (dari kawasan manapun) yang bisa menjembatani berbagai kepentingan yang ada maka mungkin menjadi salah satu kemungkinan jalan keluar.
*) Prof Tjandra Yoga Aditama Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University Dari Muscat , Oman