Banner Bawah

Duet Maut Sakuni - Duryodana

Admin 2 - atnews

2026-03-15
Bagikan :
Dokumentasi dari - Duet Maut Sakuni - Duryodana
Dr Wayan Sayoga (ist/atnews)

Oleh Dr Wayan Sayoga

Untuk menghancurkan sebuah negara atau wilayah seperti provinsi sebetulnya tidak membutuhkan banyak orang. Cukup ada satu Sakuni maka sebuah negara besar bisa berakhir berkeping keping. Astina Pura (India lima ribu tahun lalu), adalah contoh nyata. Perang dalam epik Mahabharata adalah fakta sejarah. Bukti buktinya masih ada. Banyak ahli telah meneliti dampak radiasi akibat perang tersebut. Semua itu terjadi terutama berkat polah duet Sakuni - Duryodana.

Karakter manusia semacam Sakuni sangat lihai dan licik. Lidahnya beracun dan bisa dilipat kesana kemari untuk melancarkan berbagai muslihat dan pembenaran. Dia memiliki sifat dengan daya rusak luar biasa. Karena memiliki kemampuan politik maka dia dengan mudah membius pikiran orang lain. Namun demikian Sakuni tetaplah Sakuni. 

Banyak orang tidak menyukai dia karena kelicikan dan sifat jahat lainnya. Namun dipihak lain tidak sedikit pula yang mendukung dia secara terang terangan. 

Satu lagi dan terpenting adalah, ada kelompok lain yang tanpa menyadari bahwa diri mereka sesungguhnya telah memberikan "dukungan" pada Sakuni. 

Kelompok terakhir ini justru yang sangat membahayakan eksistensi sebuah wilayah.

Kelompok ini sebetulnya didalam hatinya menentang segala sepak terjang Sakuni cs, namun memilih diam saja. Kelompok yang sebagian besar intelektual mediocre ini hidupnya penuh keraguan dan kekhawatiran. Sebaliknya, para begundal yang meski memiliki otak dan skill pas pasan, namun memiliki kepercayaan diri, nekat dan bersuara lantang tanpa jeda. 

Sakuni memandu Duryodana dalam setiap langkahnya. Mereka sangat klop terutama untuk tujuan keuntungan dirinya. Seperti dua sisi mata uang. Sisi yang satu tidak akan bernilai tanpa sisi yang lain. Demikian kelengketan mereka berdua. 

Sakuni jagoan dalam politik, tentu politik jorok dan busuk. Sementara Duryodana pandai dagang. Dia hanya memiliki kalkulasi untung rugi. Tidak lebih dari itu. Karna pun akhirnya tidak berdaya dengan 
"jerat" dagang yang dipasang Duryodana.

Sakuni dan Duryodana memperoleh support energy dari barisan intelektual yang diam saja. Mereka takut sekadar berpendapat karena gaji bulanan sudah terlanjur masuk ke dalam perut.

Ada pula kelompok Brahmana yang masih meminta daksina seperti Kripa dan Guru Drona. Ada khsatrya tiada tanding sperti Bhisma, namun sudah kebanyakan mengeluh dan akhirnya menyerah. Karna yang hebat, namun pikirannya penuh kebingungan. Sepanjang hidupnya terobsesi oleh penghargaan dan kehormatan. 

Demikianlah pergaulan yang tidak menunjang kesadaran yang telah membelenggu mereka semua. Seluruh dirinya seakan terjebak ke dalam sarang laba laba. Sangat susah keluar dari sengkarut ikatan sarang tersebut. 

Akhirnya perang Bharatayuda meletus. Kehancuran luar biasa terjadi di planet bumi. Selama delapan belas hari berbagai jenis senjata canggih beradu. Konon senjata nuklir pun sudah diledakkan. Sesuai temuan para ahli, bekas radiasi nuklir masih terdeteksi di seputar Kurukshetra. 

Barangkali Bharatayuda lima ribu tahun lalu tidak terjadi seandainya Bhisma, Drona dan Karna berpikir jernih dan berani bersikap tegas. Dan memutuskan tidak memberikan dukungan pada Duryodana- Sakuni. Saya hanya berkhayal hehehe. 

Pelajaran yang bisa dipetik adalah, berhati hatilah memberikan dukungan, dalam bentuk apapun dukungan tersebut, terlebih kepada orang yang akan mengambil peran besar di dalam menentukan kebijakan suatu negara atau wilayah. Always be aware... 

Adakah Sakuni Duryodana ditengah kita? (*)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Sertijab, Kabasarnas Launching Buku  "Bekerja dengan Hati"

Terpopuler

15 Batal Terbang Rute Internasional Bandara Ngurah Rai, Dampak Perang Israel - Iran

15 Batal Terbang Rute Internasional Bandara Ngurah Rai, Dampak Perang Israel - Iran

Rakor Percepatan Penanganan Sampah, ​Carut-Marut TPA Suwung Diusut Bareskrim

Rakor Percepatan Penanganan Sampah, ​Carut-Marut TPA Suwung Diusut Bareskrim

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Perang Meletus, Tantangan Ekonomi Pemerintahan Presiden Prabowo

Perang Meletus, Tantangan Ekonomi Pemerintahan Presiden Prabowo

Faisol Nurofiq Ungkap TPA Suwung Overloaded dan Tengah Penyidikan Kementerian LH

Faisol Nurofiq Ungkap TPA Suwung Overloaded dan Tengah Penyidikan Kementerian LH

Gubernur Koster Tegaskan Kemasan Produk Arak Bali harus Tertib Gunakan Aksara Bali

Gubernur Koster Tegaskan Kemasan Produk Arak Bali harus Tertib Gunakan Aksara Bali