Bangli (Atnews) - I Nyoman Sender memasuki usia 74 tahun secara resmi meraih gelar Doktor Ilmu Agama setelah mengikuti rangkaian Wisuda XII Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar yang dilaksanakan di Kampus Pusat Jln Nusantara, Kubu, Bangli, Jumat 13 Maret 2026.
Gelar Doktor ke-161 itu diraih setelah menempuh pendidikan Program Studi Ilmu Agama Program Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa.
Sender telah melakukan Ujian Terbuka Doktor dengan Disertasi "Pemertahanan Perkawinan Endogami di Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Desa Tenganan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem" di UHN I Gusti Bagus Sugriwa, Selasa (15/7/2025).
Ia mengaku spesial dalam hidupnya, karena bisa wisuda bisa duduk bareng dengan Doktor Made Mangku Pastika kini berusia 75 tahun yang juga Gubernur Bali dua periode 2008-2018.
Ia kini memiliki nama lengkap Dr. I Nyoman Sender, S.E,S.H, MM. pun dinobatkan sebagai Mahasiswa Senior dan Berpengalaman. Penghargaan itu diperolah ketika Kegiatan Pelepasan XII Calon Wisudawan Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dilaksanakan pada 7 Maret 2026.
Sedangkan, Mahasiswa Terbaik Peraih Penghargaan yakni I Gusti Ngurah Agung Panji Tresna (Mahasiswa Terbaik di Program Doktor (S3), Putu Ayu Puri Sintya Dewi (Mahasiswa Terbaik di Program Magister (S2), Made Mangku Pastika sebagai Mahasiswa Teladan dan Berprestasi.
"Disebelah Pak Mangku Pastika adalah diriku (I Nyoman Sender-red) yang baju endek merah sebagai Mahasiswa Senior dan Berpengalaman," ujar Sender ceritakan pengalamannya.
Pada kesempatan itu juga, Direktur Program Pasca UHN IGB SUGRIWA, Prof. DR. Dra Relin DA, M.Ag memberikan penghargaan dan apresiasi kepada promovendus I Nyoman Sender.
Walaupun sudah berusia di atas 65 tahun dan pensiun dari BNI 1946 sejak 2007, masih punya semangat tinggi untuk tetap belajar.
Sender berpengslaman lebih dari 30 tahun dalam dunia perbankan nasional dan mencapai puncak karier sebagai Deputi Bidang Restrukturisasi Unit Perbankan pada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dengan tugas utama menyehatkan bank-bank nasional yang mengalami kebangkrutan saat krisis ekonomi moneter tahun 1998.
Selain itu, bertugas lebih dari separuh karirnya di cabang-cabng BNI 1946 di luar negeri, seperti Singapore, New York, Tokyo, London dan terakhir sebagai General Manager BNI 1946 Hong Kong Branch dari 1994 s/d 1998.
"Atas sermangat belajar tersebut Direktur Pasca UHN IGB Sugriwa memberikan penghargaan sebagai mahasiswa program Doktor dengan predikat Mahasiswa Senior dan Berpengalaman.
Disamping itu, Sender aktif dibeberapa Ormas seperti KADIN, HKTI dan terakhir masih aktif sebagai Komisaris di dua BPR yakni BPR Penebel dan BPR Kertiawan.
Sender tidak lupa berpesan kepada pemerintah dan pemangku kepentingan agar fokus membenahi dalam negeri dan daerah Bali sebagai pintu gerbang masuk wisatawan ke Indonesia.
Hal itu ditekankan, karena tanah air menghadapi tekanan geopolitik, khususnya dampak perang Israel/AS dengan Iran sejak 28 Februari 2026
"Kita ikuti saja dulu. Berpengaruh (perang Timteng-red) pasti ada sekecil apapun. Kita fokus dengan urusan dalam negeri saja. Banyak yang masih harus dibereskan," bebernya.
Ia mengungkap soal sampah, macet, alih fungsi lahan pertanian produktif, eksodus milenial Bali dan masuknya krama tamiu yang berakibat struktur demografi ke depan Bali. (Z/002)