Buleleng (Atnews) - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Hita Kabupaten Buleleng bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak banjir bandang di Desa/Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali. Sebanyak 11 unit mobil tangki air bersih diterjunkan guna memenuhi kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah yang terdampak bencana.
Hal itu disampaikan Direktur Utama(Dirut) Perumda Tirta Hita Buleleng, Made Lestariana, saat Jumpa Pers dan ramah tamah jelang Hari Raya Nyepi tahun Baru Caka 1948 dan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H, di Ruang Smart Room, jalan melati No.10 Singaraja, Buleleng, Bali,Senen(9/3/2026).
Dihadapan awak media, baik cetak, elektronik dan media online, Lestariana mengatakan total armada yang dikerahkan, meliputi empat unit mobil tangki berasal dari Kantor Pusat dan tujuh unit lainnya dari Kantor Cabang Seririt. Distribusi air bersih difokuskan ke sejumlah titik yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air setelah banjir bandang melanda kawasan tersebut.
Menurutnya, dalam penanganan kebencanaan selama dua hari terakhir, distribusi air bersih tidak hanya dilakukan oleh Perumda Tirta Hita. Namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng dan Palang Merah Indonesia (PMI) juga turut mengambil suplai air dari kantor Perumda Tirta Hita di Seririt untuk membantu masyarakat terdampak.
“Selain melalui 11 mobil tangki milik Perumda Tirta Hita, BPBD dan PMI juga mengambil suplai air dari kantor kami di Cabang Seririt dengan total kurang lebih 25 tangki air untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat yang terdampak banjir bandang di Kecamatan Banjar,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, banjir bandang sempat mempengaruhi kondisi sumber air di wilayah Padangbulia, Kecamatan Sukasada. Air menjadi keruh akibat material yang terbawa arus banjir. Begitu juga di dua Reservoar yang ada di Bantangbanua dan Sambangan sempat keruh airnya. Meski demikian, secara fungsi utilitas sumber air tersebut masih dapat beroperasi.
Selain menyalurkan bantuan air bersih, Perumda Tirta Hita juga melakukan sejumlah langkah teknis untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga. Salah satunya dengan melakukan perbaikan terhadap pipa distribusi yang sempat putus di wilayah Banjar akibat terjangan banjir.
“Perbaikan pipa distribusi sudah dilakukan sehingga saat ini layanan air bersih telah kembali berjalan normal. Kami juga melakukan pengurasan reservoir agar kualitas air kembali jernih dan layak digunakan oleh masyarakat,” jelasnya.
Sampai saat ini, Perumda Turta Hita Buleleng memiliki kapasitas produksi mencapai 876 liter/detik, berasal dari 17 mata air, 44 tutik sumur dalam, dan 2 dumber air permukaan dari Distem Pentediaab Air Minum(SPAM) Burana debgannkapasiras ptoduksi mebcapsi 143 liter/detik.
Jumlah pelanggan Perumda Tirta Hita Buleleng mencapai 68.693 tersebar diwilayah Kantor Pusat, 5 Kantor Cabang dan 2 Kantor Unit. Pelanggan air minum tersebut sebagian besar yakni 85% merupakan pelanggan rumah tangga.
"Cakupan pelayanan air bersih di Kabupaten Buleleng saat ini mencapai sekitar 27 persen dari jumlah penduduk, dengan cakupan pelayanan teknis sebesar 48 persen yang menjangkau 71 desa dan kelurahan dari 148 Desa yang ada di Buleleng," tandasnya. (WAN/002)