Hilirisasi Budidaya Bandeng laut di Grokgak Dukung Terwujudnya Kedaulatan Pangan Bali
Admin 2 - atnews
2026-03-05
Bagikan :
Prof. Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc.MMA (ist/atnews)
Buleleng (Atnews) - Bali selain dikenal sebagai daerah tujuan wisata, ternyata telah menyimpan potensi sumber daya alam yang sangat tinggi dalam mendukung terwujudnya kedaulatan pangan dan perekonomian daerah. Potensi tersebut bersumber dari sumber daya laut dan pantai yang mengelilingi Pulau Bali yang dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi, menciptakan nilai tambah ekonomi secara berkelanjutan.
Salah satu potensi sumber daya laut dan pantai yang sedang dibangun dan ditumbuhkembangkan adalah di Kawasan Kecamatan Grokgak Kabupaten Buleleng. Pemanfaatan sumber daya alam tersebut diwujudkan seperti dalam pengembangan budidaya ikan bandeng laut oleh masyarakat lokal yang bekerjasama dengan pengusaha dan difasilitasi oleh pemerintah, yaitu Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali dan didukung oleh pemerintah Kabupaten Buleleng.
Pengembangan ikan bandeng laut yang dilakukan oleh masyarakat adalah melalui budidaya ikan bandeng di laut melalui Keramba Jaring Apung (KJA) yang sekaligus sebagai suatu inovasi baru yang diinisiasi oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali. Dalam kurun waktu selama 6 bulan sejak awal budidaya telah dapat dilakukan panen, sebagai panen perdana pada hari Rabu, 4 Maret 2026.
Panen perdana tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati Buleleng I Gede Supriatna, SH. beserta jajarannya, dan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali serta Tim Percepatan Daulat Pangan Provinsi Bali (Prof. Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc.MMA dan Dr. Ir. I Ketut Sudiarta, M.Si.).
Seperti diketahui bahwa Buleleng merupakan pusat produksi benih nener (bandeng) unggulan di Bali, terutama di Kecamatan Gerokgak, yang telah aktif sejak tahun 1990-an. Bahkan produksi nener mencapai hampir 15 miliar ekor per tahun yang dapat memenuhi kebutuhan domestik hingga ekspor ke berbagai negara seperti Filipina, Taiwan, Singapura, Thailand, Srilanka, dan Malaysia. Desa Patas di Kecamatan Grokgak merupakan pusat atau sentra utama produksi benih nener dan memiliki kualitas tinggi dan adaptif. Potensi ini menjadikan Buleleng sebagai salah satu pemasok utama benih bandeng di Indonesia. Oleh karena itu, pengembangan benih nener menjadi andalan ekonomi perikanan daerah dengan produktivitas tinggi.
Pengembangan budidaya ikan bandeng di Buleleng saat ini difokuskan pada hilirisasi, mengubah fokus dari sekadar penghasil benih (nener) menjadi pembesaran ikan konsumsi berkualitas premium. Inisiatif ini berpusat di Gerokgak (Desa Patas dan Sumberklampok) melalui keramba tancap laut dan KJA, menghasilkan bandeng lebih gurih dan tanpa bau lumpur, memiliki tekstur padat, dan memiliki gizi tinggi seperti protein, kaya asam lemak Omega-3. Kelebihan karakter ikan bandeng dalam KJA ini memiliki daya saing yang tinggi di pasar global dan memberikan nilai ekonomis yang tinggi.
Oleh karena itu, pendekatan hulu-hilir telah terwujud secara baik melalui pengembangan ikan bandeng laut melalui KJA, yang dimulai dari penyediaan induk, benih (nener), pembesaran ikan, dan bahkan pengolah ikan bandeng.
Berdasarkan pada perhitungan manual, telah dihasilkan panen seberat 3 ton per KJA yang memiliki ukuran diameter 10 meter dan kedalaman 5 meter. Kondisi ini menunjukkan bahwa perairan Buleleng, khususnya di Kecamatan Grokgak tidak lagi memberikan janji tetapi telah membuktikan bahwa dengan inovasi budidaya ikan keramba dalam KJA memberikan hasil yang memuaskan. Ini berarti bahwa Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali senantiasa mendorong dan meningkatkan pemanfaatan potensi laut Pantai untuk memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat dan daerah.
Upaya yang dilakukan merupakan bagian dari blue economy yang merupakan konsep pembangunan ekonomi berkelanjutan yang berbasis pada pemanfaatan sumber daya laut dan pantai secara bijaksana, bertanggung jawab dan berkelanjutan dengan prinsip keharmonisan atau keseimbangan.
Konsep blue economy yang diterapkan yang menitikberatkan pada prinsip keharmonisan ini adalah implementasi dari Visi Pembangunan Bali yaitu nangun Sat Kerthi Loka Bali. Pengembangan budidaya ikan bandeng dalam KJA ditekankan pada nilai keselarasan hubungan antara manusia, ekosistem laut, kegiatan berpoduksi, kegiatan ekonomis guna menjamin keberlanjutan sebagai bagian dari sustainable development. (Z/002)