Tabanan (Atnews) - Perkembangan fisik dan psikologis anak-anak yang tinggal di panti asuhan memerlukan perhatian khusus, baik dari segi pemenuhan gizi yang optimal maupun perlindungan sosial di era digital.
Menjawab tantangan tersebut, tim dosen dari Universitas Warmadewa (Unwar) melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Panti Asuhan SOS Children Village, Tabanan, Bali pada Januari lalu.
Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh dr. Putu Austin Widyasari Wijaya, M.Biomed., dengan anggota dr. Ni Putu Indah Kusumadewi Riandra, Sp.A., dan I Putu Arwan Puspa Resmawan, S.H., M.Kn., serta dibantu oleh dua orang mahasiswa dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK).
SOS Children Village Tabanan memiliki keunikan karena mengusung konsep pedesaan yang terstruktur untuk membangun keluarga kecil bagi anak-anak yang kurang beruntung. Di sana terdapat sekitar 10 hingga 11 rumah asuh, di mana setiap rumah dikelola oleh seorang ibu asuh yang merawat lima hingga delapan anak, mulai dari usia bayi hingga remaja.
Kehidupan di rumah asuh ini berjalan selayaknya sebuah keluarga pada umumnya, meliputi aktivitas makan, belajar, dan bermain. Namun, beragamnya karakteristik dan usia anak-anak memberikan tantangan tersendiri bagi para ibu asuh, khususnya dalam penyediaan variasi makanan bergizi dan pengawasan penggunaan internet yang aman.
Melihat situasi ini, tim PKM Universitas Warmadewa merancang dua solusi utama, yaitu penyuluhan di bidang kesehatan dan sosialisasi di bidang hukum serta teknologi informasi. Pada aspek kesehatan, kegiatan difokuskan pada pemenuhan gizi seimbang. Para ibu asuh dan belasan anak usia sekolah dasar hingga remaja diberikan pemahaman mengenai jenis makanan yang kaya nutrisi serta pentingnya pedoman "Isi Piringku". Tidak hanya berfokus pada nutrisi dasar, pemahaman mengenai ragam variasi makanan juga sangat ditekankan agar kebutuhan gizi anak-anak dapat terpenuhi dengan baik dan disajikan dengan menarik. Sesi edukasi kesehatan ini diselingi dengan diskusi interaktif dan pembagian buku panduan gizi.
Selain isu kesehatan, tim pengabdi juga menyoroti fenomena meningkatnya penggunaan ponsel pintar dan internet di lingkungan panti asuhan, baik oleh jajaran pengurus maupun anak-anak remaja. Penggunaan internet membawa banyak manfaat positif, tetapi di sisi lain juga membuka celah bagi ancaman berita bohong (hoaks) dan penipuan daring (scamming).
Oleh karena itu, materi kedua berfokus pada sosialisasi tanda-tanda bahaya dan langkah pencegahan scamming di media sosial. Pengurus dan anak-anak diajarkan cara mengenali modus-modus penipuan terkini dan bagaimana merespons pesan yang mencurigakan, guna melindungi privasi serta keamanan mereka di dunia maya.
Guna memastikan materi yang disampaikan dapat diterapkan secara nyata, kegiatan ini tidak sekadar berhenti pada pemberian teori. Tim Universitas Warmadewa juga menyerahkan sejumlah hibah fasilitas pendukung kepada pihak SOS Children Village, yang diwakili oleh pengurus. Hibah tersebut meliputi alat masak non-toxic (bebas bahan beracun), kotak penyimpanan makanan berbahan kaca untuk meminimalisasi penggunaan plastik, serta perlengkapan kesehatan seperti kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Kepada para peserta juga dibagikan pamflet informatif yang dirancang khusus sebagai panduan visual sehari-hari.
Pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat ini mendapat respons yang sangat positif. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan melalui metode wawancara lisan pada tahap pre-test dan post-test, terdapat peningkatan pemahaman yang signifikan dari para peserta mengenai pemenuhan gizi seimbang dan literasi digital anti-scamming. Selama sesi berlangsung, antusiasme peserta terlihat jelas dari keaktifan mereka dalam berdiskusi dan membagikan pengalaman keseharian.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga sosial, diharapkan para ibu asuh dapat semakin berdaya dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak secara optimal. Generasi muda di SOS Children Village Tabanan juga diharapkan tumbuh menjadi individu yang sehat secara nutrisi, serta memiliki kewaspadaan yang tinggi dalam memanfaatkan teknologi internet. (Z/001)