Banner Bawah

Gerhana Bulan di Stana Universal Dewata Nawa Sanga: Tradisi Memukul Kentongan untuk Mengiringi Fenomena Alam

Admin 2 - atnews

2026-03-04
Bagikan :
Dokumentasi dari - Gerhana Bulan di Stana Universal Dewata Nawa Sanga: Tradisi Memukul Kentongan untuk Mengiringi Fenomena Alam
Gerhana Bulan (krs/Atnews)

Oleh Krisna Andika

Semalam, komunitas keluarga dari Banyuwangi dan perwakilan Monumen Perjuangan Bangsal berkumpul di Stana Universal Dewata Nawa Sanga, Taman Shva Loka, untuk mengiringi gerhana bulan dengan tradisi memukul kentongan. Suara kentongan yang keras dan merdu menggantikan kesunyian malam, menciptakan suasana yang sakral dan meriah.

Gerhana bulan adalah fenomena alam yang selalu menarik perhatian masyarakat. Di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Bali dan Jawa, gerhana bulan dipercaya sebagai peristiwa yang sakral dan memerlukan tindakan khusus. Salah satu tradisi yang dilakukan adalah memukul kentongan atau alat musik lainnya untuk mengusir "Raya", makhluk mitologis yang dipercaya memakan bulan.

Masyarakat dari Banyuwangi dan perwakilan Monumen Perjuangan Bangsal melakukan tradisi ini dengan khusyuk dan gembira. Mereka memukul kentongan dan berdoa bersama untuk mengakhiri gerhana bulan. Suara kentongan yang keras dan merdu menggantikan kesunyian malam, menciptakan suasana yang sakral dan meriah.

"Gerhana bulan adalah kesempatan bagi kita untuk memperkuat ikatan sosial dan kebersamaan," kata Sitam salah satu peserta, "Dengan memukul kentongan, kita dapat menunjukkan rasa syukur dan hormat kepada alam semesta."

Tradisi memukul kentongan saat gerhana bulan adalah bagian dari budaya masyarakat Indonesia yang kaya dan beragam. Semoga tradisi ini dapat terus dilestarikan dan menjadi warisan budaya yang berharga bagi generasi mendatang.

*) Krisna Andika Mahasiswa S2 Kajian Budaya Universitas Udayana

Baca Artikel Menarik Lainnya : Gerakan Desa Damai

Terpopuler

15 Batal Terbang Rute Internasional Bandara Ngurah Rai, Dampak Perang Israel - Iran

15 Batal Terbang Rute Internasional Bandara Ngurah Rai, Dampak Perang Israel - Iran

DPRD Buleleng Sepakat Tiga Ranperda Inisiatif Dilanjutkan Ke Tahap Pembahasan Berikutnya

DPRD Buleleng Sepakat Tiga Ranperda Inisiatif Dilanjutkan Ke Tahap Pembahasan Berikutnya

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Perang Eksplosif AS, Israel - Iran, Risikonya untuk Industri Pariwisata Bali

Perang Eksplosif AS, Israel - Iran, Risikonya untuk Industri Pariwisata Bali

Tutup Bulan Bahasa Bali VIII, Gubernur Koster :Tahun Depan Harus Lebih Kaya Materi, Kreatif dan Inovatif

Tutup Bulan Bahasa Bali VIII, Gubernur Koster :Tahun Depan Harus Lebih Kaya Materi, Kreatif dan Inovatif

Resmi Terbentuk, FAJI Buleleng Jajal Tukad Banyumala

Resmi Terbentuk, FAJI Buleleng Jajal Tukad Banyumala