Banner Bawah

Krisis dan Perang Timur Tengah 

Admin 2 - atnews

2026-03-01
Bagikan :
Dokumentasi dari - Krisis dan Perang Timur Tengah 
Dampak Perang Timur Tengah ancaman krisis ekonomi (ist/atnews)

Oleh Gede Pasek Suardika

Beberapa waktu lalu saya menulis jika posisi Indonesia berada dalam ancaman krisis ekonomi dengan beberapa indikasi lemahnya rupiah terhadap banyak mata uang asing, burda saham alami konstraksi dan kaburnya pemegang saham asing dari bursa saham Indonesia, kebijakan ekonomi makro dan mikro Indonesia yang tidak banyak memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi, misalnya membeli 105 ribu  kendaraan dari India yang membuat sedikitnya Rp 24,6 triliun harus keluar negara untuk koperasi merah putih, menu MBG yang banyak menggunakan roti karena paket MBG selama bulan puasa dubawa pulang yang membuat impor gandum makin meningkat, dan lainnya. Namun saat itu Saya katakan Bali akan lebih belakangan alami krisis karena spend money uang berlibur makin murah bagi wisatawan asing akibat melemahnya rupiah.

Tetapi jika perang Timur Tengah berlangsung cukup lama maka kondisi kebalikannya akan terjadi. Justru Bali yang akan mengalami kontraksi lebih awal. Apa penyebabnya? Mayoritas penerbangan dari Eropa dan Amerika melewati Timur Tengah sebelum ke Indonesia. Bagaimana Abu Dhabi, Dubai dan Doha adalah bandara transit selain Istanbul Turki. Di negara itu juga ada pangkalan militer AS yang diserang Iran sebagai serangan balasan. Jika sampai itu terjadi maka pesawat Emirates, Qatar Airways, Etihad akan sulit ke Indonesia khususnya Bali. Ini tentu akan mengkoreksi jumlah wisatawan yang datang.  Jika penerbangan tidak ada maka tentu tidak akan ada wisatawan datang. Sebab dominasi wisatawan terbanyak masih melewati bandara bandara di negara tersebut. 

Kita masih sedikit harapan untuk aman jika jalur Singapura, Cina, dan mungkin Uzbekistan masih bisa sebagai bandara transit sebelum ke atau dari Bali atau Jakarta. Walau itu juga masih kecil melayani jalur wisatawan yang ke Bali. Bali akan megap megap jika penerbangan tutup akibat perang. Semoga saja tidak terjadi 

Jadi warga Bali harus mencermati dinamika tersebut. Karena suka tidak suka memberikan dampak kepada Bali. Di sisi lain juga harga minyak pasti akan naik dengan ditutupnya Selat Hormutz oleh Iran. 

Kita lihat ke depannya...semoga baik baik saja...jika perang berlanjut maka implikasi ekonomi akan ikut mengguncang Indonesia dan tentunya juga Bali. 

Efek domino bisa terjadi sehingga kita semua harus cermat menganalisa fenomena yang terjadi untuk memperkuat basis ekonomi bangsa. (*) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : Bukan Monoton Operasi Gaktib & Yustisi TNI

Terpopuler

15 Batal Terbang Rute Internasional Bandara Ngurah Rai, Dampak Perang Israel - Iran

15 Batal Terbang Rute Internasional Bandara Ngurah Rai, Dampak Perang Israel - Iran

Krisis dan Perang Timur Tengah 

Krisis dan Perang Timur Tengah 

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Tutup Bulan Bahasa Bali VIII, Gubernur Koster :Tahun Depan Harus Lebih Kaya Materi, Kreatif dan Inovatif

Tutup Bulan Bahasa Bali VIII, Gubernur Koster :Tahun Depan Harus Lebih Kaya Materi, Kreatif dan Inovatif

Gubernur Koster Pimpin Gerakan Bersih Sampah, Total 27.500 Warga se-Bali Turun ke Lokasi

Gubernur Koster Pimpin Gerakan Bersih Sampah, Total 27.500 Warga se-Bali Turun ke Lokasi

Pulihkan Mandalika Pascabanjir, ITDC Fokus Bantuan Sosial dan Pemulihan Psikologis Anak

Pulihkan Mandalika Pascabanjir, ITDC Fokus Bantuan Sosial dan Pemulihan Psikologis Anak