Banner Bawah

Unud Paparkan Hasil Analisis Mangrove Mati di Bali Selatan, Minta Periksa Pipa Bawah Laut dan Daerah Pesisir hingga Penegakan Hukum

Admin 2 - atnews

2026-02-28
Bagikan :
Dokumentasi dari - Unud Paparkan Hasil Analisis Mangrove Mati di Bali Selatan, Minta Periksa Pipa Bawah Laut dan Daerah Pesisir hingga Penegakan Hukum
Hutan Mangrove (ist/atnews)

Denpasar (Atnews) - Koordiantor Tim Rumah Sakit Pertanian Universitas Udayana (Unud) Dr. Dewa Gede Wiryangga Selangga, S.P., M.Si. memaparkan hasil analisis Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) sampel sidemen dan air di daerah Rhizosfer Tanaman Mangrove Milik KSOP Pelindo.

Tahap Pengujian pada Rabu-Kamis, 25-26 Februari 2026 yang disusun Oleh Tim Rumah Sakit Pertanian Universitas Udayana yakni 1) Dr. Dewa Gede Wiryangga Selangga, S.P., M.Si.; 2) Dr. Listihani, S.P., M.Si.; 3) Ni Nyoman Sista Jayasanti, S.P., M. Biotech; 4) Restiana Maulinda, S.P., M.Si.; 5) Wafa' Nur Hanifah, S.P., M.Si; 6) Yuli Evrianti Br. Raja Gukguk, A.Md.

Menurutnya, kematian massal tanaman mangrove di wilayah Hutan Mangrove milik KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) dan Pelindo (PT Pelabuhan Indonesia), merupakan dampak cemaran hidrokarbon, sehingga menyebabkan penyakit abiotik pada individu tanaman. 

Gejala penyakit abiotik pada mangrove adalah diawali dengan daun klorosis (daun menguning), daun nekrosis (daun kecoklatan), kulit batang mengelupas, pertumbuhan kerdil, busuk akar/hitam, dan penebalan daun (sukulensi).

Selain itu, pola kematian tanaman yang tidak sporadis serta cenderung pada populasi blok yang sama dan tidak menyebar, merupakan ciri khas penyakit abiotik pada tanaman.

Hipotesis awal tim peneliti Rumah Sakit Pertanian Universitas Udayana dengan koordinator Dr. Dewa Gede Wiryangga Selangga, , menyebutkan bahwa kontaminasi hidrokarbon di dalam ekosistem mangrove biasanya masih ada di dalam tanah (sedimen). 

Minyak yang masuk ke dalam pori tanah akan menutupi akar mangrove dan bersifat beracun. Senyawa aromatik yang ada dalam bahan bakar minyak bisa merusak membran sel tanaman, mengganggu cara tanaman menyerap nutrisi, dan menyebabkan kematian pohon dalam beberapa minggu setelah terpapar. 

Untuk memastikan kandungan senyawa hidrokarbon yang terakumulasi pada area rhizosfer tanaman mangrove, tim peneliti sudah melakukan analisis GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometry) yang akan dijelaskan pada kajian ini.

Metode analisis yang digunakan dalam identifikasi adalah Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) GC-MS merupakan metode analisis untuk mengidentifikasi dan menentukan komposisi senyawa kimia dalam sampel terutama senyawa volatil atau semi-volatil. 

GC-MS sering digunakan untuk mengidentifikasi senyawa hidrokarbon (minyak bumi), analisis pencemaran lingkungan, analisis obat dan bahan kimia. Pengujian GC-MS telah dilakukan pada tanggal 24-26 Februari 2026 dan telah diperoleh hasilnya.

Berdasarkan pengamatan visual yang telah dilakukan gejala yang teridentifikasi yaitu klorosis (daun menguning), daun nekrosis (daun kecoklatan), kulit batang yang mengelupas, pertumbuhan kerdil, busuk akar/hitam dan penebalan daun (sukulensi).

Hasil dari analisis GC-MS pada sampel air, hanya ditemukan 1 senyawa yang terdeteksi dari golongan hidrokarbon, yaitu squalene. Senyawa ini termasuk dalam senyawa organik yang umumnya ditemukan pada hati ikan hiu, beberapa alga, dan mikroorganisme (Escherichia coli). Sehingga tidak ditemukan senyawa pencemar hidrokarbon pada sampel air yang diuji.

Berdasarkan hasil analisis GC-MS pada sampel tanah, ditemukan 45 senyawa volatil. Dari 45 senyawa, 41 diantaranya merupakan senyawa hidrokarbon. Senyawa hidrokarbon yang terdeteksi sebagian besar ditemukan pada bahan bakar, seperti gasoline (bensin), kerosene (minyak tanah), dan diesel (solar). Senyawa yang banyak terdeteksi dengan nilai persentase diatas 5% yaitu n-Hexadecane (5.799%), n-Heptadecane (7.651%), Pentadecane, 2,6,10-trimethyl (7.277%), Pentadecane, 2,6,10,14-tetramethyl (8.677)%, dan n-Eicosane (5.421%). 

Senyawa hidrokarbon yang terdeteksi pada sampel tanah mangrove didominasi oleh senyawa hidrokarbon dengan rentang atom C15-C24 yang mengarah kuat ke kontaminasi diesel (solar). Sehingga, berdasarkan hasil analisis GC-MS dapat disimpulkan bahwa sampel tanah mangrove positif tercemar oleh limbah minyak bumi, terutama diesel (solar).

Pada sampel air tidak ditemukan senyawa hidrokarbon karena sudah dilakukan clean-up. sehingga kontaminasi minyak berpindah ke daerah laut. 

Sedangkan pada sampel minyak, sebagian besar senyawa terdeteksi merupakan senyawa hidrokarbon yang ditemukan pada bahan bakar. 

Senyawa ini mengendap dan terakumulasi di tanah sehingga tanaman mangrove kesulitan untuk menyerap air dan mineral lainnya. Akibatnya, lama-kelamaan minyak akan diserap oleh tanaman dan masuk ke jaringan kambium, sel tanaman menjadi rusak, daun menguning, gugur, tanaman menjadi kering dan mati.

Berdasarkan peninjauan menyeluruh terhadap data yang ada, penyebab utama matinya tanaman mangrove di daerah Bali Selatan adalah kontaminasi bahan bakar minyak (hidrokarbon). 

Ciri-ciri utama penyakit tumbuhan akibat faktor abiotik yang terlihat di lokasi sampel adalah pola kematian tanaman tidak sporadis dan cenderung pada populasi blok yang sama dan tidak menyebar.

Untuk menanggulangi permasalahan tersebut dan melakukan tindakan bioremediasi, maka dapat dilakukan beberapa tindakan sebagai berikut:

1) Pemantauan Kesehatan Mangrove: Tanaman Mangrove adalah aset berharga bagi Tahura Ngurah Rai, sehingga Kesehatan tanaman harus dipantau agar mendapatkan penanggulangan apabila terdapat kondisi tanaman yang kurang sehat, hal ini termasuk dalam perawatan tanaman mangrove.

2) Isolasi bakteri pendegradasi minyak bumi serta aplikasi bakteri pendegradasi minyak bumi sebagai agen bioremediasi untuk memulihkan tanah mangrove dari kontaminasi minyak

3) Audit Lingkungan Infrastruktur Energi: Melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap semua pipa bawah laut dan daerah pesisir yang dimiliki Pertamina di Bali Selatan, dengan tugas untuk mengganti pipa yang sudah melewati umur pakai teknis dan menginstal sistem sensor yang bisa mendeteksi kebocoran secara real-time.

4) Moratorium dan Penegakan Hukum: Melakukan pemantauan indikasi pencemaran lingkungan di daerah sensitif sampai dokumen AMDAL diperbarui sesuai dengan kondisi lingkungan terkini, serta memberikan sanksi hukum yang tegas bagi setiap pelanggaran terhadap prosedur perlindungan lingkungan.

5) Rehabilitasi Substrat: Sebelum penanaman ulang dilakukan, perlu dilakukan pembersihan terhadap lumpur yang sudah mengeras dan menghilangkan sisa minyak di tanah agar substrat dapat mendukung pertumbuhan biji baru. Selain itu, untuk penggantian kerusakan tanaman mangrove yang sudah mati dapat juga dilakukan dengan penanaman kembali pada lahan mangrove yang lain.

6) Pembersihan Status Lahan: Membatalkan sertifikat tanah yang tidak sah di area Tahura dan memastikan fungsi hutan lindung kembali sepenuhnya tanpa ada kompromi, agar tidak merugikan ekosistem karena kepentingan bisnis.

Tanpa adanya langkah-langkah drastis ini, ekosistem mangrove di Bali Selatan diperkirakan akan terus menghilang, yang pada akhirnya akan merugikan keberlanjutan pariwisata Bali sendiri karena hilangnya perlindungan terhadap bencana alam dan merusaknya citra Bali sebagai destinasi wisata yang berbasis lingkungan. Perlindungan hutan bakau bukan hanya soal isu lingkungan lokal, tetapi juga menjadi isu keamanan wilayah pesisir dan ketahanan bangsa dalam menghadapi ancaman perubahan iklim global.(Z/002) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : Gubernur Koster Lantik Suryawan Jadi Direktur Utama Perusda Bali 

Terpopuler

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Carut-Marut Sampah

Carut-Marut Sampah

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Wabup Buleleng Gede Supriatna Resmikan Kantor Perbekel Desa Alasangker, Tekankan Pelayanan Masyarakat Meningkat

Wabup Buleleng Gede Supriatna Resmikan Kantor Perbekel Desa Alasangker, Tekankan Pelayanan Masyarakat Meningkat

Dorong Sport Tourism, Melalui Fun Rally Jelajah Alam Buleleng, Diikuti 198 Peserta Se-Bali

Dorong Sport Tourism, Melalui Fun Rally Jelajah Alam Buleleng, Diikuti 198 Peserta Se-Bali