Banner Bawah

Pelantikan Pengurus NCPI Bali, Gubernur Koster; Lahan Bali Berkurang, Jumlah Sawah Menyusut

Admin - atnews

2026-02-18
Bagikan :
Dokumentasi dari - Pelantikan Pengurus NCPI Bali, Gubernur Koster; Lahan Bali Berkurang, Jumlah Sawah Menyusut
Gubernur Bali Wayan Koster (ist/Atnews)

Denpasar (Atnews) - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) resmi melantik pengurus NCPI Provinsi Bali masa bakti 2026-2031 di Bali International Hospital, kawasan KEK Sanur, Rabu (18/2).

Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan Seminar Nasional Bali Economic Investment Forum (BEIF) 2026 yang mengusung tema "Green Investment sebagai Penggerak Utama Menuju Indonesia Emas 2045".

Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan ini, termasuk Gubernur Bali dua periode 2008-2018 Made Mangku Pastika serta Ketua BPD PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Seminar dimoderatori akademisi pariwisata I Nyoman Sunarta dengan menghadirkan narasumber dari pemerintah, perbankan hingga investor.

Gubernur Bali Wayan Koster membuka sekaligus meresmikan BEIF 2026. 

Bahkan, Gubernur Koster menegaskan Bali memiliki kekhasan budaya dengan lebih dari 1.500 desa adat, namun menghadapi tantangan penyusutan lahan dan alih fungsi sawah.

"Tadinya, luas Bali 5.640 kilometer persegi, sekarang jumlah lahan Bali berkurang, bahkan jumlah sawah juga menyusut," kata Gubernur Koster.

Meski wilayah dan jumlah penduduk relatif kecil, ekonomi Bali tumbuh 5,82 persen dan berada di peringkat lima nasional, terutama ditopang sektor pariwisata.

"Bali itu tidak sepi. Saya terus pantau jumlah wisatawan ke Bali wisatawan datang berapa dan pergi berapa melalui Bandara Ngurah Rai. Itu 7,05 juta adalah angka capaian tertinggi selama wisatawan asing berada di Bali. Jadi, tiap hari saya pantau dengan GM Angkasa Pura. Kecil pulaunya, sedikit penduduknya, tapi khasiatnya besar," kata Gubernur Koster.

Namun, Gubernur Koster menilai pembangunan infrastruktur nasional belum sepenuhnya mempertimbangkan kebutuhan spesifik Bali.

"Selama di Banggar DPR RI tiga periode belum pernah ada rumusan memperhatikan kebutuhan daerah secara spesifik sesuai dengan karakteristik daerah. Jadi, kita tidak bisa membangun insfrastruktur sekala besar hanya dari APBD Bali," kata Gubernur Koster.

Gubernur Koster juga menyoroti alih fungsi lahan 600-700 hektare per tahun, ancaman pangan, keterbatasan air bersih, kemacetan hingga kesenjangan ekonomi wilayah.

"Saya tidak ingin Bali terlalu banyak tergantung sumber pangannya dari luar. Itu sangat membahayakan. Kebutuhan dasar Bali, seperti pangan, air dan energi itu harus bisa dimulai dari Bali," terangnya.

Gubernur Koster meminta dukungan penuh APBN untuk infrastruktur agar daya saing pariwisata tidak menurun.

"Itu bisa membuat daya saing pariwisata Bali bisa menurun, kemudian ekonomi Bali akan mengalami ancaman. Ini harus menjadi pemahaman kita semua," kata Gubernur Koster.

Sementara, Ketua Umum DPP NCPI Gusti Kade Sutawa menegaskan pengurus baru harus mendukung kebijakan pemerintah daerah.

"Dengan dilantiknya pengurus NCPI Bali, kami harapkan segera bisa bekerja untuk mendukung semua program-program apa yang pak Gubernur Bali sudah canangkan. Jadi, NCPI Bali harus mendukung semua kebijakan pak Gubernur Bali," kata Gusti Kade Sutawa.

Sedangkan, Ketua DPW NCPI Bali Agus Maha Usadha menilai BEIF menjadi ruang koordinasi strategis investasi berkelanjutan sekaligus mencari solusi persoalan pariwisata, terutama infrastruktur dan pengelolaan sampah.

"Kunci Bali semuanya itu di insfratruktur. Kalau kita bicara jumlah kunjungan wisatawan ke Bali 7,05 juta kemarin itu sebenarnya masih bisa dikembangkan," kata Agus Maha Usadha.

Ia juga menyinggung persaingan regional dengan destinasi seperti Bangkok, Singapura, Myanmar, dan Kamboja yang berkembang pesat sebagai hub distribusi wisata.

Sementara itu, Dinas Pariwisata Provinsi Bali melalui I Ketut Yadnya Winarta berharap BEIF menghasilkan rekomendasi nyata bagi pemerintah.

"Mudah-mudahan, hal ini ada hasil dan output yang bisa menjadi masukan pemerintah, sehingga pemerintah bisa mengambil sebuah kebijakan yang bisa bermanfaat untuk semua, baik buat masyarakat maupun bermanfaat buat kemajuan pariwisata Bali," kata Yadnya Winarta.

Forum ini menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan pariwisata Bali menuju visi Indonesia Emas 2045. (WIG/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Pengetasan Kemiskinan Berbasis Pembangunan Desa di Sumsel

Terpopuler

Nilai Tukar Petani (NTP) Menaik: Indikasi Perwujudan Ekonomi Kerthi Bali

Nilai Tukar Petani (NTP) Menaik: Indikasi Perwujudan Ekonomi Kerthi Bali

BPOLBF Gandeng Investor Kembangkan Wellness dan Agrowisata Berkelanjutan di Parapuar Labuan Bajo

BPOLBF Gandeng Investor Kembangkan Wellness dan Agrowisata Berkelanjutan di Parapuar Labuan Bajo

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Perpaduan Budaya di Tepi Pantai: Kecak dan Barongsai Meriahkan Imlek di The Nusa Dua

Perpaduan Budaya di Tepi Pantai: Kecak dan Barongsai Meriahkan Imlek di The Nusa Dua

GPS Minta Cabut Status Tersangka Kepala BPN Bali, Tim Hukum Soroti Asas Legalitas

GPS Minta Cabut Status Tersangka Kepala BPN Bali, Tim Hukum Soroti Asas Legalitas

Tandatangani Traktat Keamanan Bersama, Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Australia

Tandatangani Traktat Keamanan Bersama, Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Australia