Denpasar (Atnews) - Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali, dalam rangka merayakan Tahun Baru Imlek 2577 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-238 Kota Denpasar, menggelar kegiatan Senam Andrie Wongso – Sehat, Semangat, Senang (AW S3) dengan mengusung tema “Satu Langkah Banyak Warna Merajut Kebersamaan” di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Minggu (15/02).
Kegiatan senam bersama ini dibuka Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, yang hadir didampingi Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Suwandewi Eddy Prianta, Ketua PD INTI Bali Putu Agung Prianta, serta Ketua PHDI Kota Denpasar Made Arka. Acara turut dimeriahkan dengan pementasan Barong Sai serta kegiatan donor darah.
Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa memberikan apresiasi kepada INTI Bali atas inisiasi perayaan Imlek yang dirangkaikan dengan HUT ke-238 Kota Denpasar. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan semangat masyarakat Denpasar dalam merajut kebinekaan dan memperkuat toleransi.
“Kegiatan ini membuktikan bahwa Kota Denpasar mampu merawat keberagaman dalam kebersamaan. Selain menyehatkan melalui senam bersama, juga menghadirkan aksi sosial seperti donor darah, pemeriksaan kesehatan, serta pembagian sembako bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pembina INTI Bali sekaligus Ketua Umum IKBS Bali, Sudiarta Indrajaya, mengatakan bahwa dalam momentum Imlek 2577 ini, INTI Bali mendapat kesempatan dari Pemerintah Kota Denpasar untuk turut bersama-sama merayakan HUT ke-238 Kota Denpasar.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menggandeng Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) sebagai wujud nyata persatuan dalam keberagaman. “Inilah Indonesia, berbagai suku dan agama bersatu untuk kebajikan. Senam untuk sehat itu penting, karena dalam badan yang sehat kita dapat membangun negara yang kuat,” jelasnya.
Selain senam bersama dan pementasan Barong Sai, kegiatan juga diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan Pancasila sebagai bentuk penguatan semangat kebangsaan. Kegiatan sosial turut dilaksanakan melalui donor darah dari berbagai komponen masyarakat, pemeriksaan medis oleh Bakti Rahayu dan Kasih Ibu, termasuk layanan pengobatan tradisional dan herbal.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan sembako kepada para veteran, jero mangku, juru parkir, anak-anak autis, orang tua serta guru-guru Tionghoa senior yang telah lanjut usia. Panitia juga mengunjungi sejumlah lansia yang tidak memungkinkan hadir secara langsung dengan mendatangi mereka dari rumah ke rumah.
“Itu merupakan bentuk penghormatan dan pengabdian kami kepada orang tua, para pejuang, serta masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Lebih lanjut disampaikan harapan agar semangat merajut kebinekaan terus diperkuat. Perbedaan adalah keniscayaan, namun tidak boleh dijadikan pertentangan, melainkan menjadi kekuatan persatuan. Di tengah dinamika global dan derasnya arus media sosial yang kerap memicu perpecahan, Denpasar diharapkan tetap menjadi kota toleransi yang sejati.
"Dengan masyarakat yang santun, berbudaya, dan berbudi pekerti luhur, Kota Denpasar terus menjaga harmoni sesuai dengan motto Vasudewa Kutumbakam, yang bermakna kita semua bersaudara," ujarnya. (*IBM/002).