Buleleng (Atnews) - Ratusan siswa penuh antosias menyambut kedatangan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, yang dilaksanakan di Taman Kota Singaraja, Jumat (13/2/2026) pagi.
Dalam Kunjungan kerja Menteri Dikdasmen ke Buleleng, Bali ini, diterina Sekda Buleleng Gede Suyasa mewakili Bupati, disambut penuh meriah dan tampak anak-anak TK penuh semangat dan antusiasme para pelajar ini dalam menyambut kunjungan menteri.
Acara diawali dengan pelaksanaan Senam Anak Indonesia Hebat yang diikuti seluruh siswa secara kompak dan energik. Gerakan yang penuh semangat tersebut mencerminkan karakter pelajar yang sehat, aktif, dan dsisiplin.
Kegiatan dilanjutkan dengan Senam 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang menanamkan nilai-nilai positif. Hal itu seperti rajin belajar, berakhlak mulia, bertanggung jawab dan memiliki semangat kebersamaan.
Kepada awak media, usai kegiatan senam, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed selaku Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas semangat dan partisipasi aktif siswa. Dia menekankan pentingnya membangun generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan akhlak yang baik.
"Anak Indonesia Hebat adalah anak yang bersemangat belajar, menghormati guru dan orang tua, serta menjaga persatuan,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kegembiraan. Kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah diharapkan mampu memberikan motivasi tambahan bagi para siswa untuk terus berprestasi serta menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
"Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyoroti masalah pemerataan tenaga pendidik di berbagai daerah. Menurutnya, secara nasional rasio guru dan murid sebenarnya sudah mencukupi, namun distribusinya belum merata.
Secara nasional rasio guru dan murid kita sebenarnya sudah cukup. Problem kita adalah distribusi guru," kata Abdul Mu'ti.
Menurut Abdul Mu'ti, Kemendikdasmen sedang berkoordinasi dengan berbagai kementerian terkait untuk mengatasi persoalan distribusi guru. Kementerian yang terlibat antara lain Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PAN RB, Kementerian Agama, hingga Kementerian Keuangan.
"Ada daerah yang kelebihan guru, ada daerah yang kekurangan. Bahkan dalam satu daerah, ada sekolah yang kelebihan guru dan ada yang kekurangan," kata Abdul Mu'ti.
Pemerintah berencana menyusun skema penataan distribusi guru berbasis data. Pendataan ulang kebutuhan guru ini diharapkan dapat mengoptimalkan layanan pendidikan di seluruh Indonesia. Abdul Mu'ti juga menyempatkan diri meninjau TK Aisyiyah Bustanul Athfah di Buleleng. Dalam kunjungannya itu, menteri meresmikan bantuan revitalisasi puluhan satuan pendidikan yang dipusatkan di SMKN 3 Singaraja. (WAN/002)