Jurnalistik di Era Digital: Menyiapkan Wartawan Masa Depan
Admin 2 - atnews
2026-02-09
Bagikan :
Krisna Andika (ist/Atnews)
Oleh Krisna Andika
Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat menuntut dunia jurnalistik untuk terus beradaptasi. Momentum ini sejalan dengan semangat Hari Pers Nasional (HPN) yang diperingati setiap 9 Februari, sebagai refleksi atas peran pers dalam menjaga kualitas informasi dan demokrasi di era digital.
Isu adaptasi jurnalistik di tengah transformasi digital tersebut menjadi salah satu fokus pemaparan materi jurnalistik dalam kegiatan Diklatsar Menwa Angkatan 40. Pendidikan jurnalistik dinilai perlu menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri media yang kian dinamis, tanpa meninggalkan prinsip dasar jurnalistik.
Pemimpin Redaksi AT News sekaligus Ketua PWI Bali periode 2009–2014, Bagus Ngurah Rai, menekankan pentingnya penguasaan teknologi digital bagi calon wartawan masa depan. Menurutnya, mahasiswa dan generasi muda harus mampu memanfaatkan teknologi digital dalam seluruh proses jurnalistik, mulai dari pencarian informasi, verifikasi data, hingga penyajian berita.
“Mahasiswa harus memahami bagaimana menggunakan teknologi digital untuk mencari, memverifikasi, dan menyajikan informasi,” ujar Bagus Ngurah Rai yang juga ketua DHD Angkatan 45 Provinsi Bali saat memaparkan materi kepada para peserta.
Ia menambahkan, jurnalistik di era digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang. Wartawan dituntut untuk mampu beradaptasi dengan cepat, namun tetap menjunjung tinggi kualitas, etika, dan integritas pemberitaan. Hal tersebut sejalan dengan nilai-nilai yang diusung dalam peringatan Hari Pers Nasional.
“Jurnalistik di era digital memerlukan kemampuan beradaptasi serta komitmen menghasilkan konten yang berkualitas dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Sementara itu, wartawan AT News Krisna Andika menyampaikan materi terkait teknik pengambilan video yang efektif sebagai bagian dari jurnalistik multimedia. Ia menekankan pentingnya pemahaman dasar produksi visual, seperti angle pengambilan gambar, pencahayaan, serta kualitas suara.
“Pastikan memahami konsep dasar pengambilan video agar informasi dapat tersampaikan dengan jelas dan menarik,” jelasnya.
Selain teknik dokumentasi, peserta juga ditekankan pentingnya memahami dasar-dasar jurnalistik dalam penulisan berita, mulai dari akurasi, keberimbangan, hingga tanggung jawab moral kepada publik nilai yang menjadi ruh peringatan Hari Pers Nasional.
Berita yang baik adalah berita yang disajikan secara aktual, faktual, dan objektif, menggunakan bahasa yang jelas, lengkap, serta tepat waktu. Selain harus benar, berita juga perlu memiliki manfaat dan relevansi bagi pembaca agar dapat membantu memahami suatu peristiwa.
Untuk mewujudkan hal tersebut, penulisan berita harus mengikuti struktur dan kaidah jurnalistik yang benar, mulai dari judul dan lead yang menarik, penyusunan isi yang sistematis, penggunaan fakta dan kutipan yang akurat, hingga proses penyuntingan yang cermat, sehingga berita menjadi kredibel, mudah dipahami, dan layak dibaca oleh masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dipantau oleh Wakil Komandan Batalyon Menwa Ugrasena 901 MJ Universitas Udayana, Putu Desta, yang hadir langsung menyaksikan jalannya pemaparan materi.
Melalui materi jurnalistik ini, peserta Diklatsar Menwa Angkatan 40 diharapkan memperoleh pemahaman mengenai peran strategis pers di era digital serta mampu menjadi wartawan muda yang profesional, adaptif, dan berintegritas, sejalan dengan semangat Hari Pers Nasional.
*) Krisna Andika Mahasiswa S2 Kajian Budaya Universitas Udayana