Banner Bawah

Jatah” 100 kali untuk Sisupala

Admin 2 - atnews

2026-02-07
Bagikan :
Dokumentasi dari - Jatah” 100 kali untuk Sisupala
Ketut Budiasa (ist/Atnews)

Oleh Ketut Budiasa

Sisupala adalah putra mahkota Kerajaan Chedi. Ayahnya bernama Damagosa, ibunya permaisuri Srutasrawa. Keluarga kerajaan ini masih terikat kekerabatan dengan Vasudewa Krisna.

Karena adanya sabda langit yang meramalkan kematian Sisupala, kedua orang tuanya memohon kepada Vasudewa Krisna agar berjanji mengampuni kesalahan yang diperbuat Sisupala apabila anak tersebut sudah dewasa. 

Demi kebahagiaan dan ketenangan kedua orang tua Sisupala, Vasudewa Krisna berjanji bahwa ia akan menahan kemarahannya, namun ia juga memberi ruang pagi perwujudan karma: ia memberi batas apabila Sisupala sudah menghinanya lebih dari 100 kali, dan penghinaan itu dilakukan di hadapan orang banyak, maka Vasudewa Krisna dibebaskan dari janjinya untuk memaafkan Sisupala.

Demikianlah, di dunia ini tak ada yang tanpa batas. Bahkan yang paling kuatpun akan dipralina. Hanya batasnya yang berbeda-beda sesuai tabungan karma masing-masing.

Pohon beringin bisa mengalami pralina setelah ratusan tahun, sementara nyamuk dipralina beberapa minggu setelah kelahirannya.

“Jatah pengampunan” juga berbeda-beda, sesuai jumlah tabungan karmanya. Ada yang baru mencuri pertama kali langsung tertangkap, ada yang diberi privilege 100 kali seperti Sisupala.

Di zaman modern ini, kisah-kisah seperti itu kerap terulang. PHDI misalnya, kini memasuki hitungan digugat untuk yang ke 11 kalinya. Praktis tanpa perlawanan karena tidak pernah menggugat balik.

Ada yang bertanya: apa sih yang dicari? Ya tidak tau, silakan tanya mereka yang menggugat.

Ada pula statement yang lebih menyakitkan “ape sih perebutine?” — seolah-olah kami berebut. Bagi saya sama sekali tidak. Saya ada di pisisi ini semata-mata karena dipilih di forum Mahasabha dan harus mempertanggungjawabkannya pada forum yang sama.

Kalau jabatan ini seperti properti pribadi, sudah lama saya berikan kepada yang menginginkan. Ngga perlu menggugat sampai 11 kali. 

Karena ketidaknyamanan atas kondisi tersebut, saya sudah berkomitmen pada diri sendiri dan berjanji pada keluarga, setelah ini saya tidak bersedia lagi menjadi pengurus.

Tapi terlepas dari sikap dan pilihan pribadi tersebut, saya meyakini semesta memiliki “pembukuan” yang paripurna. Ia menghitung dengan presisi “jatah” kita masing-masing. Kita tidak pernah tau, jatah kita habis di hitungan ke 11 atau ke 100.

Tapi sesungguhnya, hanya orang-orang seperti Sisupalalah yang perlu khawatir dengan sisa jatahnya.(*)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Lusia Ineke: Perjuangkan Perempuan dan Anak demi Masa Depan

Terpopuler

BPOLBF Gandeng Investor Kembangkan Wellness dan Agrowisata Berkelanjutan di Parapuar Labuan Bajo

BPOLBF Gandeng Investor Kembangkan Wellness dan Agrowisata Berkelanjutan di Parapuar Labuan Bajo

GPS Minta Cabut Status Tersangka Kepala BPN Bali, Tim Hukum Soroti Asas Legalitas

GPS Minta Cabut Status Tersangka Kepala BPN Bali, Tim Hukum Soroti Asas Legalitas

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Konsumsi Listrik Nasional Terus Meningkat, Penjualan PLN Capai 317,69 TWh Sepanjang 2025

Konsumsi Listrik Nasional Terus Meningkat, Penjualan PLN Capai 317,69 TWh Sepanjang 2025

Pasca Presiden Prabowo Tegur Gubernur - Bupati se-Bali, Ajus Linggih Minta PWA Untuk Satgas Sampah

Pasca Presiden Prabowo Tegur Gubernur - Bupati se-Bali, Ajus Linggih Minta PWA Untuk Satgas Sampah

Menteri Pariwisata Perkuat Sinergi dengan Industri Dorong Daya Saing Pariwisata Nasional

Menteri Pariwisata Perkuat Sinergi dengan Industri Dorong Daya Saing Pariwisata Nasional