Indonesia–Malaysia Satu Keluarga, Persaudaraan Harus Dijaga; Apresiasi Setinggi-tingginya atas Bantuan Malaysia untuk Aceh
Admin 2 - atnews
2025-12-20
Bagikan :
Kumar Abhishek (ist/Atnews)
Denpasar (Atnews) - Ketua Umum Nasional Saya Indonesia, Kumar Abhishek, menegaskan bahwa hubungan antara Indonesia dan Malaysia merupakan hubungan persaudaraan yang bersifat kekeluargaan dan harus terus dijaga, diperkuat, serta diarahkan pada nilai-nilai kemanusiaan.
Pernyataan tersebut disampaikan Kumar Abhishek dalam keterangan pers yang digelar di Bali, sekaligus sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Malaysia dan seluruh rakyat Malaysia atas bantuan kemanusiaan yang diberikan kepada masyarakat Aceh yang terdampak bencana.
“Indonesia dan Malaysia bukan hanya negara bertetangga. Kita adalah satu keluarga, satu saudara. Dalam ikatan persaudaraan ini, sudah menjadi kewajiban moral kita untuk saling membantu, terlebih saat saudara kita tertimpa musibah,” ujar Kumar Abhishek di Denpasar, Sabtu (20/12).
Ia menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan yang mendalam atas kepedulian, solidaritas, serta respons cepat Pemerintah dan rakyat Malaysia dalam membantu korban bencana di Aceh. Menurutnya, bantuan tersebut merupakan wujud nyata dari nilai kemanusiaan dan persaudaraan antarbangsa yang sesungguhnya.
“Atas nama Saya Indonesia dan masyarakat Indonesia, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Malaysia dan seluruh rakyat Malaysia. Bantuan ini sangat berarti, tidak hanya meringankan beban para korban, tetapi juga memperkuat ikatan persaudaraan antara kedua bangsa,” tegasnya.
Terkait sejumlah isu dan pernyataan yang sempat mencuat di ruang publik, termasuk pernyataan dari oknum pejabat Indonesia, Kumar Abhishek menilai hal tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Ia menegaskan bahwa hal itu dapat dipahami sebagai keseleo lidah (slip of the tongue) dan tidak mencerminkan sikap bangsa Indonesia secara keseluruhan.
“Hal-hal di luar kemanusiaan tidak perlu kita perdebatkan. Fokus kita harus tetap pada kemanusiaan dan persaudaraan. Hubungan Indonesia dan Malaysia tetap berjalan dengan baik dan tidak terganggu oleh hal-hal yang tidak substansial,” katanya.
Lebih lanjut, Kumar Abhishek berharap agar hubungan persahabatan dan kerja sama antara Indonesia dan Malaysia ke depan terus bergerak maju, semakin matang, dan semakin kuat, dengan kemanusiaan sebagai fondasi utamanya.
“Semoga persahabatan Indonesia dan Malaysia terus berlanjut, saling menguatkan, dan membawa manfaat nyata bagi kedua bangsa. Kita jaga hubungan ini sebagai satu keluarga, satu persaudaraan, untuk masa depan yang lebih baik,” tutupnya.
Pernyataan ini menegaskan komitmen Saya Indonesia untuk terus mendorong narasi persatuan, solidaritas, dan kemanusiaan sebagai dasar utama hubungan Indonesia–Malaysia. (Z/002)