Banner Bawah

Jawab Tantangan Pertanian, Akademisi Undiksha Ciptakan Pupuk L2Nano dan Pestisida Nabati Berbahan Lokal

Admin - atnews

2025-10-14
Bagikan :
Dokumentasi dari - Jawab Tantangan Pertanian, Akademisi Undiksha Ciptakan Pupuk L2Nano dan Pestisida Nabati Berbahan Lokal
Akademisi Undiksha Ciptakan pupuk L2Nano (ist/Atnews)

Buleleng (Atnews) - Dosen Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali menegaskan peran strategisnya dalam pengembangan pertanian berkelanjutan dengan menciptakan inovasi pupuk organik dan pestisida nabati berbasis bahan lokal. Inovasi ini hadir sebagai respons nyata terhadap tantangan besar yang dihadapi sektor pertanian, seperti ketergantungan pada pupuk anorganik, tingginya biaya produksi, serta kerusakan lahan akibat penggunaan bahan kimia secara berlebihan.

Inovasi ini kini dikembangkan dalam program Desa Binaan Undiksha di Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, oleh tim akademisi lintas bidang yang terdiri atas Prof. Dr. rer.nat. I Wayan Karyasa, M.Sc., Prof. I Wayan Mudianta, S.Pd., M.Phil., Ph.D., Dr. rer.nat. I Gusti Ngurah Agung Suryaputra, S.T., M.Sc., I Gede Putu Banu Astawa, S.T., M.Ak., dan Qonita Awliya Hanif, M.Si., serta melibatkan sejumlah mahasiswa.
Dari program ini, lahir pupuk organik inovatif bernama L2Nano, hasil riset berbasis arang sekam yang diformulasikan dengan teknologi nano. 

Pupuk ini dirancang untuk memperkuat batang tanaman, terutama padi, agar tidak mudah rebah saat musim hujan serta mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia yang mahal dan merusak tanah.
“L2Nano ini menggunakan prinsip pelepasan nutrisi secara lambat dan bertahap (slow release), sehingga nutrisi tidak langsung hilang, tapi terserap optimal oleh tanaman. Ini sangat penting untuk efisiensi pemupukan dan keberlanjutan lahan,” ujar ketua tim innovator, Prof. Dr. rer.nat. I Wayan Karyasa, M.Sc saat mendesiminasikan produk, Minggu (12/10/2025). 

Tak hanya pupuk, tim Undiksha juga mengembangkan pestisida nabati berbahan gulma yang umumnya dianggap sebagai hama pengganggu. Dengan pendekatan inovatif, gulma diolah menjadi pestisida ramah lingkungan yang dikombinasikan dengan biostimulan, mampu membasmi hama sekaligus memperkuat daya tahan tanaman.

“Kami mengubah masalah menjadi solusi. Gulma yang biasanya merusak kini justru menjadi pelindung tanaman. Ini contoh nyata pemanfaatan potensi lokal,” ungkapnya. 
Produk ini telah diuji coba langsung di lahan petani Jagaraga. Hasilnya sangat menggembirakan. Salah satu petani, Putu Widianya, mencatat peningkatan hasil panen hingga 25 persen.

“Pertumbuhannya bagus dan buahnya lebih lebat. Biaya produksi juga turun karena saya tidak perlu beli pupuk anorganik lagi. Sangat membantu kami para petani,” katanya.

Perbekel Jagaraga, Nyoman Parta, melihat potensi besar dari inovasi ini sebagai langkah peningkatan ekonomi desa. Pihaknya akan memperluas uji coba produk ini dan diharapkan dapat dikembangkan menjadi sumber ekonomi desa yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). “Bahan bakunya sangat melimpah di desa ini,” jelasnya.

Ke depan, program ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa dalam pengembangan teknologi tepat guna berbasis sumber daya lokal.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undiksha, Prof. Dr. I Gusti Agung Lanang Parwata, M.Kes., menyebut program ini sebagai implementasi nyata konsep Kampus Berdampak yang diusung Undiksha. 

“Undiksha milik masyarakat, dan inovasi seperti ini adalah bukti bagaimana ilmu pengetahuan bisa langsung menjawab persoalan petani. Inilah Diktisaintek Berdampak, riset yang menyentuh akar masalah,” ujarnya.

Dengan menggabungkan keilmuan, kearifan lokal, dan teknologi, inovasi L2Nano dan pestisida nabati dari Undiksha memberikan harapan baru bagi dunia pertanian desa yang lebih mandiri, efisien, dan berkelanjutan. (WAN)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Antiga Siapkan TOSS untuk Sampah Plastik

Terpopuler

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Tengah Tekanan Global, Kemenpar Siapkan Strategi Jaga Target Pariwisata 2026

Tengah Tekanan Global, Kemenpar Siapkan Strategi Jaga Target Pariwisata 2026

Ari Dwipayana Raih Penghargaan Tokoh Hindu Inspiratif

Ari Dwipayana Raih Penghargaan Tokoh Hindu Inspiratif