Badung (Atnews) - Pemasangan tembok batas yang dilakukan oleh Garuda Wisnu Kencana (GWK) suatu hal yang berani saya katakan di luar batas kemanusiaan.
Hal ini dikatakan Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung I Gusti Lanang Umbara ketika mengadakan kunjungan bersama rombongan DPRD Badung ke GWK Ungasan Kuta Selatan, Jumat (26/9).
"Banyak sekali kami menemukan hal yang bisa dikatakan di luar batas kemanusiaan," ucap Lanang.
Dicontohkannya, area publik seperti jalan yang sudah ada dari sejak dahulu saat ini ditutup.
Sehingga hampir semua warga Banjar adat Giri Dharma tidak lagi memiliki akses untuk keluar masuk rumah lewat pintu gerbang rumahnya.
Karena semuanya telah ditutup total dengan tembok beton.
Termasuk juga ada beberapa aset yang menjadi menjadi kewenangan milik Pemkab Badung juga ditembok beton yang sebenarnya bukan aset mereka.
"Pokoknya dari kunjungan lapangan yang kita lakukan banyak sekali hal yang kita temui di luar batas kemanusiaan," tegas Lanang Umbara lagi.
Sehingga dengan ditutupnya akses keluar masuk ini, semua aktifitas masyarakat pun terganggu.
Oleh karena itu terkait dengan hasil temuan ini serta hasil diskusi dengan beberapa anggota DPRD Badung yang ikut dalam kunjungan lapangan itu pihaknya pun segera akan menyusun jadwal pemanggilan terhadap management GWK.
""Kit segera akan jadwalkan pemanggilan terhadap management GWK termasuk tokoh masyarakat setempat," demikian Lanang Umbara. (MUR/001)