Doa Perdamaian Presiden Prabowo "Om Shanti" Menggema di Sidang Umum PBB ke 80, Mempersyaratkan Keadilan Sosial
Admin - atnews
2025-09-25
Bagikan :
Presiden Prabowo (ist/Atnews)
Oleh Jro Gde Sudibya Menarik menyimak Presiden Prabowo dalam Sidang Umum PBB menutup pidato pertamanya di hadapan badan diplomatik "Om Shanti, Shanti, Shanti, Om" yang mengekspresikan makna doa dari umat Hindu untuk perdamaian dan kedamaian di hati.
Seruan berbahasa Sanskerta, "Om Shanti, Shanti, Shanti, Om." Frasa tersebut, yang berarti seruan perdamaian, menggema di aula-aula PBB, menarik perhatian dunia.
Penggunaan ungkapan penutup yang multikultural dan multiagama oleh Presiden Prabowo yang juga mencakup "Shalom" dan "Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," disampaikan sebagai pesan urgensi modern untuk persatuan dan perdamaian global.
Bagian penutup pidato Presiden Prabowo, mengingatkan akan uncaran doa permohonan keselamatan Umat Hindu bagi Alam Raya beserta seluruh penghuninya.
Om dyauh shanti antariksam shanti prthivi shanti, apah shanti oshadhayah shanti Vanaspatayah shanti visvedevah shanti sarvam shanti, shantireva shanti. Uncaran doa Perdamaian dan kedamaian terhadap seluruh partikel Alam Raya.
Uncaran doa ini, mengingatkan pemikiran Mahatma Gandhi yang sering dirujuk banyak orang : "Pray Change Things", doa mampu merubah banyak hal. Dalam jejak keteladanan kehidupan Gandhiji, doa dengan "limtless power"ini hanya mungkin terjadi oleh insan manusia yang menjalankan Karma Yoga, pribadi tangguh Stitha Prajna.
Mampu mengembangkan kecerdasan kuat dan seimbang dalam laku hidup tanpa pamrih, bebas dari keterikatan(vairagya), menuju pendakian rokhani, Moksha, bebas secara spiritual. Yang oleh Gandhiji disebut spiritual freedom.
Merujuk pemikiran intelektual ternama Sarvelli Radhakrishnan dalam bukunya yang melegenda "Indian Philosophi", kedamaian di hati mempersyaratkan perdamaian antar manusia. Perdamaian antar manusia mempersyaratkan stabilitas sosial. Sedangkan stabilitas sosial mempersyaratkan Keadilan Sosial. Keadilan Sosial merupakan focal point, inti, dari terciptanya masyarakat yang damai (internal peace society).
Dalam bingkai pemikiran seperti ini, pidato Presiden Prabowo dengan ucapan penutup "Om Shanti, Shanti, Shanti, Om" menyampaikan pesan kemanusiaan di tingkat global yang bermakna dalam dengan perspektif masa depan.