Oleh Made Dharma Putra
Pasar Kumbasari, yang dulunya dikenal sebagai Peken Payuk atau Pasar Priyuk, merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali, khususnya di Denpasar. Dengan sejarah panjang sejak tahun 1930-an, pasar ini telah berkembang dari tempat menjual alat rumah tangga menjadi pasar tradisional modern yang menjual berbagai keperluan sehari-hari.
Bencana Banjir Menghantam
Namun, Pasar Kumbasari kini dihadapkan pada tantangan besar, yaitu bencana banjir yang menyebabkan duka mendalam bagi masyarakat sekitar. Bencana ini tidak hanya berdampak pada kegiatan ekonomi pasar, tetapi juga pada kehidupan sehari-hari masyarakat yang bergantung pada pasar ini.
Kunjungan Presiden dan Wakil Presiden
Dalam rangka memastikan penanganan bencana berjalan efektif, Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan ke lokasi banjir di Denpasar, Bali. Gibran mengunjungi posko pengungsi dan kawasan pasar yang terendam banjir, sementara Presiden Prabowo meninjau korban bencana dan menginstruksikan BNPB untuk turun cepat membantu penanganan bencana.
Upaya Pemulihan
Pemerintah pusat dan daerah bekerja sama untuk mempercepat proses penanganan pascabanjir, termasuk perbaikan fasilitas umum yang terdampak. BNPB bersama Pemprov Bali menetapkan status tanggap darurat bencana selama sepekan dan menyalurkan bantuan darurat kepada masyarakat terdampak.
Dengan mengenang sejarah dan menghadapi tantangan, Pasar Kumbasari akan terus menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Bali, dan kita berharap pasar ini dapat pulih dan kembali menjadi tempat berbelanja yang nyaman dan ramah bagi masyarakat.
*) Made Dharma Putra, Ketua GNPP Bali yang juga Wakil Ketua DHD Angkatan 45 Provinsi Bali