Banner Bawah

Hari Kemerdekaan India ke-79, Refleksikan Nilai Perjuangan Perkuat Hubungan India Indonesia

Admin - atnews

2025-09-05
Bagikan :
Dokumentasi dari - Hari Kemerdekaan India ke-79, Refleksikan Nilai Perjuangan Perkuat Hubungan India Indonesia
Dubes Sandeep ketika Hari Kemerdekaan India ke-79 (ist/Atnews)

Jakarta (Atnews) - Kedutaan Besar India di Jakarta menggelar Upacara Pengibaran Bendera dalam rangka Hari Kemerdekaan India ke-79 di India House, Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta, Jumat (15/8/2025). 
            
Acara itu dihadiri diaspora dan sahabat India berkumpul untuk Upacara Pengibaran Bendera. Mereka juga menikmati pertunjukan memukau oleh para siswa dari Gandhi Memorial Intercontinental School, membawakan lagu patriotik dan pertunjukan tari. 

Selain itu, para tamu yang hadir ke India House juga disuguhkan dengan hidangan khas India. Aneka hidangan dan camilan autentik, mulai dari Vada Pav, Samosa, Naan, hingga manisan tradisional seperti Jalebi, menggugah selera dan mengundang nostalgia bagi warga diaspora, sekaligus memperkenalkan cita rasa India kepada para sahabat Indonesia. Aroma rempah-rempah yang khas berpadu dengan kehangatan interaksi antar tamu, menjadikan momen ini tidak hanya sebagai perayaan kenegaraan, tetapi juga ajang silaturahmi dan pertukaran budaya yang hangat.

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan, Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia Shri Sandeep Chakravorty juga melakukan upacara penghormatan kepada para pahlawan India maupun Indonesia yang gugur dalam perjuangan kemerdekaan, maupun masa pendudukan Jepang dan Perang Dunia II di Taman Makam Pahlawan Menteng Pulo, Jakarta. Dalam kunjungan tersebut, pihaknya melakukan tabur bunga dan penghormatan sakral kepada jasa-jasa mereka.

Dalam kesempatan luhur ini, Kedutaan Besar India di Jakarta mengajak seluruh diaspora, sahabat Indonesia, serta publik luas untuk merefleksikan nilai-nilai perjuangan, keberanian, dan solidaritas—nilai-nilai yang terus menjadi pilar dalam hubungan bilateral yang kokoh antara India dan Indonesia. 

Acara ini sekaligus menjadi simbol komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang serta menjaga ingatan terhadap jasa para pahlawan kedua negara.

Dalam perayaan tahun ini, Dubes Sandeep menyampaikan pesan nasional yang disampaikan oleh Presiden India, Droupadi Murmu, kepada seluruh tamu yang hadir di India House. 

Dalam pesannya, Presiden Murmu menegaskan bahwa “Hari Kemerdekaan adalah saat untuk menghormati para pejuang kemerdekaan dan meneguhkan kembali komitmen kita terhadap nilai-nilai demokrasi, yakni keadilan, kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan”.

Ia juga mengajak seluruh warga negara untuk terus berkontribusi membangun India menuju Viksit Bharat—India yang maju dan sejahtera—pada tahun 2047.

Dubes India Sandeep Chakravorty mengatakan, suatu kebanggaan bagi semua bahwa Hari Kemerdekaan dan Hari Republik dirayakan oleh setiap warga India dengan penuh semangat dan antusiasme. 

"Hari-hari inilah yang khususnya mengingatkan kita akan kebanggaan kita sebagai orang India. Tanggal 15 Agustus adalah tanggal yang terukir dalam ingatan kolektif kita," ungkapnya.

Selama bertahun-tahun penjajahan, generasi demi generasi bangsa India memimpikan Hari Kemerdekaan. Pria dan wanita, tua dan muda, dari seluruh penjuru negeri, mendambakan untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan asing. 

Perjuangan mereka ditandai dengan optimisme yang kuat, yang terus mendorong kemajuan sejak Kemerdekaan. 

"Saat kita memberi hormat kepada tiga warna besok, kita juga akan memberikan penghormatan kepada semua pejuang kemerdekaan yang pengorbanannya memenangkan Kemerdekaan India pada tanggal 15 Agustus, 78 tahun yang lalu," ungkapnya.

Setelah meraih kembali kebebasan, menjadi negara demokrasi dengan hak pilih universal bagi orang dewasa. Dengan kata lain, rakyat India, menyerahkan kekuasaan untuk membentuk nasib kepada kita masing-masing, tanpa batasan gender, agama, dan faktor-faktor lain yang selama ini menghalangi banyak orang untuk memilih di negara demokrasi lain. 

Terlepas dari banyak tantangan, rakyat India berhasil bertransisi menuju demokrasi. Transisi ini merupakan cerminan alami dari etos demokrasi yang kuno. India memiliki republik tertua di dunia. India memang pantas diakui sebagai induk demokrasi. 

Ketika mengadopsi Konstitusi, Konstitusi menyediakan fondasi demokrasi. Pihaknya membangun lembaga-lembaga demokrasi yang memperkuat praktik demokrasi. Kita menjunjung tinggi Konstitusi dan demokrasi kita di atas segalanya.

Dengan berpegang teguh pada prinsip-prinsip ini, kami memulai perjalanan baru pada tahun 1947. Setelah bertahun-tahun dijajah asing, India berada dalam kemiskinan yang parah pada masa kemerdekaan. Namun, dalam 78 tahun sejak saat itu, kami telah mencapai kemajuan luar biasa di segala bidang. 

India berada di jalur yang tepat untuk menjadi negara yang mandiri dan terus maju dengan penuh keyakinan. Di bidang ekonomi, pencapaian kami semakin nyata. 

Dengan tingkat pertumbuhan PDB sebesar 6,5 persen pada tahun fiskal terakhir, India merupakan negara dengan pertumbuhan tercepat di antara negara-negara ekonomi utama di dunia. 

Bahkan di tengah tekanan ekonomi global, permintaan domestik terus meningkat. Inflasi tetap terkendali. Ekspor meningkat. Semua indikator utama menunjukkan perekonomian berada dalam kondisi prima. Hal ini berkat reformasi yang terukur dengan cermat dan pengelolaan ekonomi yang cerdas, serta kerja keras dan dedikasi para pekerja dan petani.

Banyak orang telah terbebas dari kemiskinan melalui tata kelola pemerintahan yang baik. Pemerintah telah menjalankan serangkaian inisiatif kesejahteraan bagi masyarakat miskin dan juga bagi mereka yang telah melampaui garis kemiskinan tetapi masih rentan, agar mereka tidak jatuh di bawahnya lagi. 

Hal ini tercermin dari meningkatnya pengeluaran untuk layanan sosial. Ketimpangan pendapatan berkurang. Ketimpangan antarwilayah juga menghilang. Negara bagian dan wilayah, yang sebelumnya dikenal memiliki kinerja ekonomi yang lebih lemah, kini menunjukkan potensi sesungguhnya dan mengejar ketertinggalan dari para pelopor. 

Para pemimpin bisnis, industri kecil dan menengah, serta pedagang kita selalu menunjukkan semangat pantang menyerah; yang dibutuhkan adalah menghilangkan hambatan dalam penciptaan kekayaan. 

India bergerak maju menuju masa depan tersebut dengan tata kelola pemerintahan yang baik dan berkelanjutan, serta tanpa toleransi terhadap korupsi. Di sini pihaknya teringat akan pernyataan penting Mahatma Gandhi. Beliau pernah mencatat, dan saya kutip: "Korupsi dan kemunafikan seharusnya bukan produk demokrasi yang tak terelakkan." Mari kita berjanji untuk mewujudkan cita-cita Gandhi dan memberantas korupsi. 

Tahun ini harus menghadapi momok terorisme. Membunuh warga sipil tak berdosa yang sedang berlibur di Kashmir adalah tindakan pengecut dan sangat tidak manusiawi. India merespons dengan tegas dan penuh tekad baja. Operasi Sindoor menunjukkan bahwa angkatan bersenjata kita siap menghadapi segala kemungkinan dalam menjaga negara. 

Dengan kejelasan strategis dan kemampuan teknis, mereka menghancurkan pusat-pusat teroris di seberang perbatasan. "Saya yakin, Operasi Sindoor akan tercatat dalam sejarah sebagai contoh dalam perjuangan umat manusia melawan terorisme," ujarnya.

Dalam responsnya, paling menonjol adalah persatuan pihaknya, yang juga merupakan respons yang paling tepat bagi mereka yang ingin memecah belah pihaknya. 

Persatuan pun juga ditunjukkan dalam delegasi multi-partai Anggota Parlemen yang menjangkau berbagai negara untuk menjelaskan posisi India. Dunia telah memperhatikan sikap India, bahwa pihaknya. tidak akan menjadi agresor, tetapi pihaknga tidak akan ragu untuk membalas demi membela warga negara.

Operasi Sindoor juga merupakan uji coba misi Atmanirbhar Bharat di sektor pertahanan. Hasilnya telah membuktikan bahwa pihakanya berada di jalur yang benar. 

Manufaktur dalam negeri telah mencapai tingkat kritis yang membuat mandiri dalam memenuhi banyak persyaratan keamanan. Ini merupakan pencapaian penting dalam sejarah pertahanan India sejak Kemerdekaan. 

Pada kesempatan itu, memanfaatkan kesempatan ini untuk mendorong semua untuk melakukan apa yang bisa, untuk melindungi lingkungan. Untuk menanggapi tantangan perubahan iklim, pihaknya juga harus berubah. "Kita harus mengubah kebiasaan dan pandangan dunia kita. Kita harus mengubah hubungan kita dengan tanah, sungai, pegunungan, beserta flora dan faunanya," bebernya.

Dengan kontribusi semua, pihaknya akan meninggalkan sebuah planet di mana kehidupan akan berkembang pesat secara alami. 

Pihaknya khususnya memikirkan para prajurit yang menjaga perbatasan, dan juga kepolisian serta Kepolisian Pusat. "Saya menyampaikan salam saya kepada para anggota peradilan dan pegawai negeri sipil. Salam Hari Kemerdekaan saya kepada para pejabat India di misi-misi luar negeri dan juga kepada diaspora India! Sekali lagi saya menyampaikan salam Hari Kemerdekaan. Terima kasih. Jai Hind! Jai Bharat!," pungkasnya. 

Sementara itu, Konsulat Jenderal India di Bali menyelenggarakan Upacara Pengibaran Bendera dalam rangka Hari Kemerdekaan India ke-79 di gedung Konsulat. 

Acara ini dihadiri olehanggota diaspora India, Sahabat India, termasuk pejabat pemerintah daerah, mahasiswa,akademisi, dan tokoh bisnis dari seluruh Bali.

Konsul Jenderal Dr. Shashank Vikram mengibarkan Bendera Nasional, diiringi dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan, yang menandai semangat patriotisme dan persatuan.

Direktur Pusat Kebudayaan Swami Vivekananda (SVCC) Naveen Meghwal menyoroti hubungan abadi antara India dan Indonesia. 

Acara dilanjutkandengan pembacaan pesan dari Yang Terhormat Presiden India, Smt. Droupadi Murmu,kepada bangsa oleh Konsul Jenderal.Segmen budaya menampilkan pertunjukan tari fusion oleh siswi SVCC yangberkolaborasi dengan penari Bali dan lagu patriotik yang dibawakan oleh alumni ICCR, Jyothi dan teman-teman.

Perayaan ditutup dengan pengumuman untuk hidangan ringan, yang memungkinkan para tamu berinteraksi secara informal dan berbagi semangat perayaan. Acara ini menjadi ekspresi yang semarak akan kekayaan warisan budaya India dan ikatan persahabatan yangerat dengan masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Guru Besar ISI Denpasar Prof I Wayan Dibia ikut mengucapkan Hari Kemerdekaan India ke-79. 

Setelah itu, Indonesia juga merayakan Hari Kemerdekaan RI ke-80 pada tanggal 17 Agustus 2025.

Menurutnya, India memainkan peran penting dalam mendukung kemerdekaan Indonesia melalui pengakuan diplomatik, bantuan materi, dan dukungan dalam forum internasional.

India, di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Jawaharlal Nehru, menjadi salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada tanggal 2 September 1946. 

Selain itu, pihaknya aktif dalam melakukan garapan karya seni budaya mengambil karya-karya itihasa Ramayana dan Mahabharata. 

"Bagi Saya sendiri sebagai penggerak seni, banyak mengambil karya sastra India, baik Ramayana dan Mahabharata," pungkas Prof Dibia yang juga Peraih Padma Shri Award. (GAB/001)



Baca Artikel Menarik Lainnya : Satpol PP Bali Cek Areal Banjir Gunung Agung

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng