Banner Bawah

Nuanu Creative City Sambut Baik Kunjungan Pemerintah, Pengembangan Berkelanjutan Seluas 44 Hektar di Bali

Admin - atnews

2025-08-29
Bagikan :
Dokumentasi dari - Nuanu Creative City Sambut Baik Kunjungan Pemerintah, Pengembangan Berkelanjutan Seluas 44 Hektar di Bali
Ida Ayu Astari Prada, Brand & Communications Director (Artaya/Atnews)

Tabanan (Atnews) — Nuanu Creative City menyambut baik kunjungan Komisi I DPRD Bali bersama pemerintah daerah ke kawasan Nuanu, Tabanan, Kamis (28/8).

Nuanu dibangun Nuanu didirikan oleh Sergey Solonin pada tahun 2020 sebagai kawasan kreatif berkelanjutan seluas 44 hektar di Bali, Indonesia, yang mewujudkan komitmen untuk hidup harmonis yang berlandaskan Tri Hita Karana.

Komunitas dinamis dari para kreator, pemimpin, dan agen perubahan diberdayakan untuk menumbuhkan budaya perubahan positif. Dirancang sebagai ekosistem yang terintegrasi, kawasan ini memiliki ruang-ruang khusus untuk pendidikan, seni & budaya, kebugaran, hiburan, dan kehidupan yang terinspirasi oleh alam, dengan visi untuk masa depan di mana elemen-elemen ini berpadu secara harmonis.

Meski disebut sebagai kota kreatif, hampir sebagian besar wilayah Nuanu atau sekitar 70 persennya adalah ruang hijau. 

Para pengunjung bisa ke Magic Garden, di sini pengunjung diajak untuk melihat proses pengembangbiakkan kupu-kupu mulai dari telur, ulat, kepompong, hingga kupu-kupu.

Selain itu, ada pula hewan pegunungan yang berasal dari Amerika Selatan yaitu Alpaca. Lumeira yang ingin lebih sehat dan bugar, Labyrinth Art Gallery, kawasan Cultural Village, termasuk Aurora Media Park.
 
Dalam kunjungan DPRD Bali tersebut, para wakil rakyat dan pemerintah berkesempatan untuk meninjau langsung perkembangan Nuanu di Tabanan. 

Respons yang diberikan bersifat konstruktif, sekaligus mengapresiasi upaya Nuanu dalam menjaga transparansi, mematuhi aturan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bali. 

“Kami menyambut baik peran pengawasan DPRD Bali,” kata Gede Wahyu Harianto, Senior Legal Officer, serta Ida Ayu Astari Prada, Brand & Communications Director dan juga Head of the Nuanu Social Fund ketika konferensi pers di Tabanan, Jumat (29/8).

Sekaligus pihaknya menunjukkan dokumen perzinan yang sudah dimiliki kepada awak media.

Kunjungan itu menjadi momen penting untuk menunjukkan kepatuhan Nuanu dan komitmen kami membangun dengan bertanggung jawab di Bali.

Pada kesempatan itu, pihaknya dari Nuanu menegaskan seluruh izin pokok dan persetujuan pembangunan maupun operasional sudah lengkap. Proses administrasi yang tersisa merupakan hal wajar untuk proyek berskala besar dan terus dikoordinasikan bersama pihak berwenang. Klaim bahwa izin Nuanu “tidak lengkap” merupakan informasi yang keliru dan tidak berdasar.

Bahkan Gede Wahyu Harianto menegaskan tidak ada pembangunan di atas lahan sawah yang dilindungi (LSD). Seluruh kegiatan dilakukan di lahan dengan sertifikat HGB, berada di zona pariwisata sesuai rencana tata ruang. Tuduhan bahwa Nuanu mengonversi lahan pertanian adalah tidak benar.

Nuanu berkontribusi besar secara finansial dan sosial, termasuk membayar pajak hotel dan restoran (PHR), menciptakan lapangan kerja, serta menyelenggarakan program budaya dan pendidikan.

Fokus utama adalah Nuanu Social Fund (NSF), yang sejak berdiri pada tahun 2023 telah berkontribusi sebesar Rp 4,128 miliar untuk berbagai inisiatif komunitas. Inisiatif-inisiatif ini selaras dengan pilar komitmen Nuanu dalam pendidikan, alam, kesehatan dan kesejahteraan, seni dan budaya, serta kehidupan berkelanjutan.

NSF memberikan dampaknya melalui lima program utama: Inisiatif Sosial, Acara Sosial, Dukungan Langsung, Dana Asa Kriya Open Call, dan Proyek Fokus. Kelima program ini bertujuan untuk memperluas dampak sosial dan memperbesar manfaat bagi berbagai komunitas.

Hanya dalam dua kuartal pertama tahun 2025, NSF telah melibatkan 4.974 peserta melalui Acara Sosial, 893 penerima manfaat melalui Dukungan Langsung, dan 2.245 penerima manfaat melalui Program Dampak Sosial.

Sepuluh sorotan program menunjukkan luas dan dalamnya kontribusi NSF yakni 1) Restorasi Pura Beji (Rp 1.900.000.000) – menjaga warisan budaya Bali; 2) Timpal Hub (Rp 139.927.000) – menciptakan ruang kolaborasi bagi pemuda dan wirausaha; 3) Restorasi & Pelatihan Gamelan Gambang (Rp 131.040.000) – menghidupkan kembali musik tradisional sakral;4) Buku Anak Berdaya (Rp 100.000.165) – mendorong literasi dan pemberdayaan anak-anak; 5) Mesin Pencacah Plastik & Pelatihan (Rp 87.500.000*) – mengembangkan praktik pengelolaan sampah dan daur ulang; 6) Dokumentasi & Keterlibatan Komunitas Ogoh-Ogoh (Rp 68.000.000) – melestarikan tradisi budaya dan memperkuat partisipasi masyarakat; 7) Row for ROLE (Rp 52.000.000) – memperkuat kapasitas perempuan untuk pengembangan diri dan profesional;8) Proyek Komunitas Pertanian Umadaya (Rp 49.610.000) – mendukung praktik pertanian berkelanjutan; 9) Nuanu Dogs (Rp 25.000.000) – meningkatkan kesejahteraan hewan dan kesadaran masyarakat; 10) Farm-Pact: Farmers Advancement (Rp 24.640.000) – memberdayakan petani melalui berbagi pengetahuan dan pertumbuhan kolektif.

“Nuanu Social Fund mencerminkan keyakinan kami bahwa pembangunan harus ikut mengangkat kesejahteraan masyarakat,” imbuh Ida Ayu Astari Prada.

“Tahun ini saja, NSF mendukung pendidikan, menjaga tradisi budaya, dan memberi bantuan langsung. Ini bukan sekadar filantropi, melainkan cara Nuanu bertumbuh bersama Bali.”

Isu akses jalan juga menjadi pembahasan. Selama ini Nuanu kerap memperbaiki jalan dengan biaya sendiri, namun perbaikan permanen tetap dibutuhkan karena pembangunan saluran drainase menjadi kewenangan pemerintah. Nuanu menegaskan tengah berkoordinasi aktif untuk mencari solusi jangka panjang. Selain itu, Nuanu juga sedang melakukan restorasi dua pura kuno yang ada di dalam kawasan sebagai bentuk komitmen budaya dan sosial.

Nuanu menekankan pentingnya ketepatan dalam menyebarkan informasi publik. Kami berharap pihak media sebagai pilar penyebar informasi yang akurat dan tepat dapat selalu menegakkan kebenaran. Nuanu siap menjalani proses sesuai jalur yang berlaku bagi media yang menyebarkan informasi tidak benar. 

Konferensi pers ini menegaskan posisi Nuanu sebagai contoh investasi yang bertanggung jawab di Bali. “Nuanu dibangun dengan keyakinan bahwa pembangunan bisa menghormati budaya, menjaga lingkungan, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tambah Harianto. “Kami bangga kunjungan kemarin menguatkan nilai-nilai tersebut, dan kami akan terus berkomitmen untuk mewujudkannya.”

Menandai kesiapan Nuanu dalam fase awal pengembangan, pada 30 Agustus 2025 Nuanu Creative City akan menggelar Grand Opening Fase Pertama dengan menghadirkan berbagai acara seni, budaya, serta kolaborasi komunitas yang menunjukkan kesiapan Nuanu menyambut wisatawan dan masyarakat luas. (GAB/ART/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Transaksi Non Tunai di Bali Ada Diperingkat Dua

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng