Banner Bawah

BALI PET Pelopor Olah Sampah Plastik, Terbesar di Bali dan Lombok

Admin - atnews

2025-08-25
Bagikan :
Dokumentasi dari - BALI PET Pelopor Olah Sampah Plastik, Terbesar di Bali dan Lombok
BALI PET Olah Sampah Plastik (ist/Atnews)

Denpasar (Atnews) - BALI PET hadir sebagai salah satu pelopor pengelolaan sampah plastik PET (Polyethylene terephthalate) terbesar di Bali dan Lombok. 

Perusahaan yang didirikan Wirajaya Putra pada tahun 2006 di Jalan Bakung Gang Tirta Lepang, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar ini berfokus pada pengumpulan, pemilahan, serta pencacahan botol plastik PET. Nama BALI PET sendiri diambil dari pulau kelahirannya dan jenis plastik yang menjadi fokus utama pengelolaan.

Kapasitas pengelolaannya pun tidak main-main, rata-rata bisa mencapai 5 hingga 10 ton plastik per hari, atau sekitar 100 ton setiap bulannya. Ditemui saat acara Circularity Tour AQUA pada Jumat (22/8/2025), Wirajaya menjelaskan bahan baku plastik yang masuk ke perusahaannya sebagian besar berasal dari pemulung dan pengepul. 

Dari pemulung ke pengepul, harga jual berkisar Rp 4.000 per kilogram. Namun setelah melalui proses pemilahan dan pembersihan, pengepul menjual ke Bali PET dengan harga Rp 8.500 per kilogram. “Pengepul itu kan terima ada yang kotor, dipilah dulu, baru yang bersih masuk ke sini,” katanya.

Di pabriknya, plastik-plastik itu dicacah menjadi bahan baku yang kemudian dikirim ke Bandung, tepatnya ke pabrik Namasindo Plas di Bandung yang sudah bekerja sama dengan Danone. Dari sana, hasil cacahan diproses menjadi preform, yaitu tabung plastik kecil yang kemudian dibentuk menjadi botol kemasan air minum. Saat ini, hasil produksi Bali PET sebagian besar memasok kebutuhan Danone.

Dengan kapasitas 100 ton per bulan dan harga jual rata-rata Rp 12.000 per kilogram, omzet perusahaan mencapai sekitar Rp 1,2 miliar per bulan. Namun Wirajaya mengakui, persaingan semakin ketat setelah banyak pabrik dari Jawa masuk ke Bali untuk memburu bahan baku plastik. “Ada kebijakan pemerintah bahwa produsen air minum kemasan wajib menarik kembali sampah kemasannya untuk didaur ulang. Jadi sekarang sampah plastik ini rebutan,” ujarnya.

Meski begitu, bisnis daur ulang plastik tetap memiliki tantangan. Menurutnya, proses pembelian bahan baku harus dilakukan dengan cermat karena sering kali bercampur dengan benda lain yang tak bisa diolah. Selain itu, fluktuasi pasokan membuat volume produksi tidak selalu stabil.

Wirajaya menceritakan, ide mendirikan Bali PET muncul ketika perusahaan dari Bandung datang dan menawarkan kerja sama. Saat itu, kata dia pesaing masih sedikit sehingga kapasitas produksi bisa mencapai 600 ton per bulan dengan omzet lebih dari Rp 5 miliar. Namun kondisi itu jauh berbeda dengan sekarang yang hanya mampu mengolah sekitar 100 ton per bulan akibat ketatnya persaingan.

Sedikit sejarah tetang perusahaan ini. Sejak awal berdiri, hasil cacahan botol plastik yang diproduksi BALI PET dipasok ke PT Namasindo Plas di Bandung. Perusahaan mitra tersebut secara rutin memberikan asistensi dan pendampingan untuk memastikan kualitas cacahan sesuai standar industri. Pada 2009, PT Namasindo Plas memulai kerja sama strategis dengan Danone-AQUA dalam mengembangkan teknologi Recycled PET (rPET) yang memenuhi standar tertinggi untuk kemasan pangan, sehingga memperkuat posisi BALI PET dalam rantai pasok daur ulang nasional.

Tahun 2011 menjadi tonggak penting ketika Danone-AQUA bersama Danone Ecosystem meluncurkan Pemulung Empowerment Program di Bali. Program ini tak hanya mengembangkan unit bisnis daur ulang di kawasan Pantai Lepang, Klungkung, tetapi juga menggandeng BALI PET dalam pemberdayaan pemulung. 

Kegiatan yang dilakukan meliputi peningkatan kapasitas dalam menjaga kualitas plastik yang terkumpul, pelatihan pengelolaan keuangan, serta penguatan aspek keselamatan kerja.

Dua tahun kemudian, Unit Bisnis Daur Ulang yang berkembang di Klungkung secara resmi diserahkan pengelolaannya kepada BALI PET. Sejak saat itu, perusahaan ini mengelola operasional unit yang berlokasi di Jl. Pantai Lepang, By Pass Ida Bagus Mantra, Banjar Lepang, Klungkung. 

Pada tahun yang sama, BALI PET bersama Danone-AQUA juga menginisiasi program kesehatan berupa klinik gratis dan layanan kesehatan keliling di lapak-lapak pemulung. Program ini menggandeng Yayasan Madani, lembaga nirlaba yang berfokus pada layanan kesehatan masyarakat pra sejahtera.

Komitmen untuk memperluas dampak lingkungan membuat BALI PET memperlebar sayapnya ke Pulau Lombok pada awal 2014 dengan mendirikan unit usaha bernama LOMBOK PET yang resmi beroperasi setahun kemudian. Di tahun yang sama, BALI PET juga menggandeng PT Namasindo Plas dalam program sosial bertajuk ‘Peningkatan Kapasitas dan Kualitas Kesehatan bagi Pemulung, Masyarakat Sekitar, dan Karyawan BALI PET’. 

Program tersebut meliputi pelatihan teknis dan kesehatan, pembangunan mess karyawan, pendirian Rumah Sehat, serta pengadaan klinik keliling.

Perjalanan panjang itu membuahkan hasil nyata. Pada 2017, sekitar 100 pemulung yang menjadi pemasok utama BALI PET sudah mampu membayar iuran BPJS Kesehatan secara mandiri. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa daur ulang plastik tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan sosial dan kesehatan masyarakat yang selama ini bekerja di sektor informal pengelolaan sampah.

Selama hampir dua dekade, BALI PET bukan sekadar perusahaan pengolahan sampah, melainkan sebuah motor penggerak yang menghubungkan kepentingan lingkungan, kesejahteraan pemulung, dan kebutuhan industri kemasan berkelanjutan di Indonesia. (Z/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Harga Tiket Naik, Penumpang Domestik Berkurang di Bandara Ngurah Rai 

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng