Gaza (Atnews) - Satuan Tugas (Satgas) Garuda Merah Putih-II terus menggenggam erat komitmen mulianya, memasuki hari kelima dalam pengiriman bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina di Jalur Gaza, misi yang awalnya hanya berlangsung hingga 24 Agustus, kini diperpanjang hingga 28 Agustus 2025. Kamis, Yordania (21/08/2025).
Di atas langit Gaza dua pesawat C-130 J Super Hercules A-1339 dan A-1344, menjatuhkan 68 bundel bantuan. Hari pertama menabur 17,8 ton, hari kedua 10,3 ton, diikuti hari ketiga dan keempat 22,4 ton bantuan, hingga hari kelima kembali menyalurkan 11,2 ton.
Setiap bundel bantuan dengan box pengkokoh dan parasut udara orang, diterjunkan untuk memastikan bantuan berupa makanan siap saji dan obat-obatan turun dengan keadaan baik dan dapat diterima warga gaza.
Sebanyak 66 personel Satgas tanpa mengenal lelah, bertarung dengan waktu dan risiko, melakukan tahap persiapan setiap harinya dan eksekusi melalui penerbangan selama 4 jam 20 menit dalam operasi airdrop dari pangkalan Yordania ke daerah sasaran di Gaza.
Di bawah langit Gaza, suara pesawat bergemuruh dan diterjunkan bundel-bundel tersebut, semangat berbagi ini adalah panggilan jiwa dari sebuah bangsa yang percaya bahwa kemanusiaan harus dipertahankan, bahwa setiap anak Palestina berhak merasakan harapan dan kebebasan.
Sebelumnya juga, pihaknya atas perintah Presiden Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia melalui Satgas TNI Garuda Merah Putih-II kembali melaksanakan misi operasi bantuan kemanusiaan internasional bagi rakyat Palestina di Jalur Gaza pada Minggu (17/8/2025).
Dua pesawat Hercules C-130J TNI AU dari Skadron Udara 31, dengan 66 personel gabungan, dikerahkan di bawah komando Komandan Wing I Lanud Halim Perdanakusuma, Kolonel Pnb Puguh Julianto selaku Mission Commander.
Setelah tiba di Pangkalan Udara King Abdullah II (KAIIAB) Yordania, Satgas Garuda Merah Putih-II (GMP-II) yang tergabung dalam operasi airdrop multinasional Solidarity Path Operation-2 (SPO-2) di bawah pimpinan Royal Jordanian Air Force (RJAF) ini melaksanakan persiapan dan packing bundel sebelum melaksanakan dropping bersama negara-negara peserta SPO-2.
Dalam momen penuh haru karena bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, langit Gaza dihiasi payung-payung parasut yang membawa paket bantuan kemanusiaan seberat 17,8 ton. Angka ini dipilih sebagai simbol tanggal dan bulan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945.
"Momentum Hari Kemerdekaan tidak hanya kita rayakan dengan upacara, tetapi juga dengan aksi nyata kemanusiaan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Gaza," ujar Kolonel Pnb Puguh Julianto.
Lebih lanjut disampaikan Mission Commander, bantuan kemanusiaan yang dibawa mencapai total sekitar 800 ton, dengan tahap awal dropping minimal ±45 ton logistik langsung ke Jalur Gaza. Bantuan tersebut meliputi bahan makanan pokok, makanan siap saji, serta sembako dari BAZNAS, ditambah 1.000 dus makanan instan dari Kementerian Pertahanan RI. Jumlah bantuan ini mencerminkan angka bersejarah 17-8-45 sekaligus menjadi simbol kemerdekaan Indonesia yang ke-80.
"Partisipasi TNI dalam Solidarity Path Operation-2 menjadi bukti nyata solidaritas bangsa Indonesia kepada rakyat Palestina. Melalui metode airdrop, bantuan dapat menjangkau wilayah-wilayah yang sulit ditembus melalui jalur darat. Kehadiran Satgas Garuda Merah Putih-II ini sekaligus menjadi wujud kepedulian bangsa Indonesia di panggung internasional, sejalan dengan semangat peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia," pungkasnya. (Z/001)